Common Room

Directions Website

Common Room Common Room adalah sebuah platform terbuka untuk kegiatan seni, budaya dan pemanfaatan teknologi media.

Common Room Networks Foundation (Common Room) merupakan sebuah wadah dari berbagai aktifitas yang dikembangkan oleh Bandung Center for New Media Arts (est. 2001). Memulai aktivitas pada 2003, saat ini Common Room menjadi platform terbuka untuk kegiatan seni, budaya dan pemanfaatan ICT/ Media. Common Room merupakan wahana yang mempertemukan beragam individu, komunitas dan organisasi, seiring dengan berkembangnya berbagai bentuk kerjasama dan budaya kolaborasi. Selanjutnya lembaga ini menjadi semacam wadah dimana berbagai kalangan dapat merancang dan merealisasikan berbagai ide dan gagasan berdasarkan ketertarikan dan tujuan mereka, dengan fokus kepada aktifitas riset dan pengembangan di bidang pengetahuan publik, kreativitas dan inovasi berbasis internet dan platform digital. English Translation
Common Room is a non profit platform for art, culture, and media organisation that was initially being established by Bandung Center for New Media Arts in 2001. Since 2003, Bandung Center for New Media Arts has been utilizing Common Room as an anchor that facilitates dialogue and collaboration. Later on, it becoming an open hub were people could add, edit and execute activities based on their own ideas, purpose and interest, which mainly focus in developing public knowledge, creativity and innovation in Bandung - Indonesia.

03/10/2026

Selesai sudah rangkaian acara Rural ICT Camp 2026 di Maros, Sulawesi Selatan. Semua peserta senang & menikmati suasana Taman Arkeologi Leang Leang dan Taman Wisata Alam Bantimurung.

Terima kasih untuk semua pihak yang telah mendukung & memeriahkan Rural ICT Camp 2026, sampai ketemu di acara kami berikutnyaaaa!

Tag semuanyaaa!



Menutup rangkaian Rural ICT Camp 2026, perjalanan berlanjut menyusuri jejak alam dan sejarah di Kabupaten Maros. Pada Ju...
03/10/2026

Menutup rangkaian Rural ICT Camp 2026, perjalanan berlanjut menyusuri jejak alam dan sejarah di Kabupaten Maros. Pada Jumat (19/9/2026), seluruh peserta mengunjungi Taman Arkeologi Leang-Leang, menyaksikan lukisan gua berusia lebih dari 40.000 tahun, lalu melanjutkan perjalanan ke Taman Wisata Alam Bantimurung dengan bentang karst, air terjun, dan kekayaan keanekaragaman hayatinya. Perjalanan ini menjadi ruang belajar bahwa konektivitas yang bermakna juga tumbuh dari kedekatan dengan alam, budaya, dan pengetahuan yang hidup di tengah masyarakat.

Di Bantimurung, peserta berdialog dengan pengelola penangkaran kupu-kupu yang mengembangkan produk kreatif dari kupu-kupu untuk diawetkan sekaligus mengedukasi wisatawan tentang pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati. Dari warisan prasejarah Leang-Leang hingga kreativitas warga di Bantimurung, Maros menunjukkan bahwa pelestarian alam dan budaya dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi lokal. Sebuah perjalanan pulang dengan membawa lebih banyak cerita, sekaligus keyakinan bahwa ketahanan dan kemandirian warga tumbuh dari hubungan yang kuat dengan alam, budaya, dan komunitas.



03/10/2026

Selesai sudah Rural ICT Camp 2026 di Maros, Sulawesi Selatan. Terima kasih untuk semuanya, sampai jumpa di Rural ICT Camp berikutnyaaa!

Tag semuaaa!



Gelaran Rural ICT Camp 2026 resmi berakhir di Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan Maros (B...
01/10/2026

Gelaran Rural ICT Camp 2026 resmi berakhir di Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan Maros (BRPBAPPP) Maros, Sulawesi Selatan, setelah rangkaian belajar, berbagi pengalaman, dan membangun kolaborasi berlangsung pada 14–18 September 2026. Penyelenggaraan tahun ini mengangkat tema “Internet Komunitas yang Bermakna untuk Ketahanan Iklim dan Kemandirian Warga”.

Seremoni penutupan diikuti peserta, narasumber, mitra, dan tamu undangan, sekaligus menjadi ruang apresiasi kepada BRPBAPPP sebagai tuan rumah dan Common Room sebagai pelaksana. Agenda ditutup dengan pengumuman pemenang Lomba Konten serta pembagian sertifikat kepada peserta dan narasumber.

Rural ICT Camp 2026 boleh berakhir, tetapi cerita dan kolaborasi tidak berhenti di sini. Pengetahuan, pengalaman, dan jejaring yang terbentuk di Maros diharapkan terus bergerak dan tumbuh, memperkuat internet komunitas, ketahanan iklim, serta kemandirian warga di berbagai wilayah Indonesia.



Ketika bencana datang, kebutuhan setiap orang tidak selalu sama. Hari keempat Rural ICT Camp 2026, Kamis (17/9/2026), pe...
01/10/2026

Ketika bencana datang, kebutuhan setiap orang tidak selalu sama. Hari keempat Rural ICT Camp 2026, Kamis (17/9/2026), peserta mengikuti sesi Pembelajaran dan Lokakarya Perspektif Perempuan dalam Modul Internet dan Kebencanaan di Aula 1 BRPBAPPP Maros, yang dipandu Ferdhi Putra, Dini Zakia, dan Ellen Kusuma dari Combine Resource Institution. Diskusi membedah pentingnya menghadirkan perspektif perempuan dan kelompok rentan dalam kesiapsiagaan bencana, termasuk melalui kerangka keamanan holistik yang mencakup aspek fisik, psikososial, dan digital.

Pengalaman peserta dari berbagai wilayah kemudian memperlihatkan bahwa bencana tidak hanya menyisakan persoalan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan kebutuhan perlindungan, akses informasi, ruang aman, hingga pendampingan psikososial yang berbeda bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan. Di tengah keterbatasan jaringan komunikasi dan informasi saat darurat, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) juga dapat berperan dalam menyebarkan informasi, menghubungkan bantuan, serta memperkuat koordinasi masyarakat dan pemerintah.

Sesi ini menjadi ruang untuk merefleksikan bagaimana modul internet dan kebencanaan dapat terus dikembangkan agar lebih peka terhadap pengalaman perempuan dan kelompok rentan, sekaligus mendorong kesiapsiagaan yang lebih inklusif di tingkat komunitas.



01/10/2026

Sesi khusus untuk tim BPBD Kabupaten Maros bertajuk Sosialisasi Protokol Aksi Merespons Peringatan Dini (AMPD) di Rural ICT Camp 2026, 17 September 2026.



Peringatan dini bencana tidak cukup hanya diterima sebagai informasi, tetapi perlu diterjemahkan menjadi tindakan yang c...
01/10/2026

Peringatan dini bencana tidak cukup hanya diterima sebagai informasi, tetapi perlu diterjemahkan menjadi tindakan yang cepat dan tepat. Pada hari keempat Rural ICT Camp 2026 di Lab Air BRPBAPPP Maros, Kamis (17/9/2026), peserta mengikuti Sosialisasi Pedoman Aksi Merespons Peringatan Dini (AMPD) dan Lokakarya Penyusunan Protokol AMPD Kabupaten Maros yang dipandu oleh DRR Senior Project Officer Caritas Germany, Lioni Beatrik. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai AMPD sebagai bagian penting dari kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana.

Melalui lokakarya, para pemangku kepentingan dari BRPBAPPP Maros, BMKG, BPBD Kabupaten Maros, serta pemerintah kecamatan dan desa, mengidentifikasi ancaman prioritas, informasi peringatan, trigger atau ambang batas, potensi dampak, hingga pilihan aksi dini. Proses ini juga mendorong pembagian peran dan tanggung jawab antarstakeholder sebagai dasar penyusunan Draft Awal Protokol AMPD Kabupaten Maros, sehingga informasi peringatan dini dapat terhubung dengan langkah konkret untuk melindungi masyarakat dan mengurangi dampak bencana.



Dari layar ponsel ke lapak UMKM, keterampilan membuat konten digital diuji langsung dalam praktik. Memasuki hari keempat...
01/10/2026

Dari layar ponsel ke lapak UMKM, keterampilan membuat konten digital diuji langsung dalam praktik. Memasuki hari keempat Rural ICT Camp 2026, Kamis (17/9/2026), peserta mengikuti praktik lapangan Mobile Content Clinic melalui Content Challenge di Aula 2 BRPBAPPP Maros dan area bazaar UMKM. Dipandu oleh Manajer Program dan Kerja Sama Common Room Tisha Amelia dan Media Officer Djuli Pamungkas, peserta Sekolah Internet Komunitas (S*K) berkolaborasi dengan pelaku UMKM Maros dalam kelompok yang terdiri dari dua peserta S*K dan satu pelaku UMKM untuk menghasilkan foto produk, video promosi, poster digital, serta caption dengan memanfaatkan telepon genggam dan aplikasi yang mereka kuasai.

Bukan sekadar membuat konten, tantangan ini mengajak peserta memahami bagaimana sebuah produk dapat diceritakan dan dipromosikan melalui media digital. Setiap kelompok menyusun storytelling, mengambil foto dan video, merancang e-flyer, hingga memanfaatkan AI sebagai alat bantu mengembangkan ide caption dan naskah promosi, sebelum mengunggah karya mereka ke media sosial.

Praktik ini mempertemukan keterampilan digital dengan kebutuhan nyata pelaku UMKM, sekaligus memperlihatkan bagaimana kolaborasi lintas komunitas dapat menghasilkan materi promosi yang siap digunakan untuk memperluas jangkauan produk UMKM Maros.



Address

Jalan Cigadung Asri I No. 3
Bandung
40191

Opening Hours

Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Common Room posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category