07/02/2026
Filosofi Mapag Seba Jagat Parahyang merupakan konsep spiritual dan budaya Sunda yang mendalam, sering kali dikaitkan dengan peristiwa bersejarah Sapanji Sasiliwangi.
Istilah ini menggabungkan tiga elemen utama :
Mapag (menjemput/menyambut)
Seba (persembahan/bakti)
Jagat Parahyang (alam semesta/tanah leluhur).
Berikut adalah inti filosofinya :
Penyambutan "Mapag" menyimbolkan kesiapan jiwa manusia untuk menyambut ketetapan Tuhan dan hukum alam dengan tangan terbuka dan hati yang bersih.
Bakti & persembahan "Seba" merujuk pada tradisi memberikan laporan atau hasil bumi sebagai bentuk penghormatan. Secara filosofis, ini adalah bentuk tanggung jawab manusia untuk menjaga dan mengembalikan kebaikan kepada alam dan Sang Pencipta.
Ruh Persatuan :
Konsep ini menekankan bahwa kesejahteraan dunia (Jagadhita) hanya bisa dicapai melalui persatuan spirit kedaerahan (Parahyangan) dengan semangat kebangsaan, seperti yang terefleksi dalam hubungan antara Sumpah Pemuda dan nilai Pancasila.
Keseimbangan Ekosistem :
Seperti ritual agraris Mapag Sri, filosofi ini mengajarkan bahwa manusia harus menghargai tanah tempat mereka berpijak sebagai ruang suci yang harus dipelihara agar tetap memberikan kehidupan.
Singkatnya, filosofi ini adalah ajakan untuk "menjemput keberlimpahan melalui bakti nyata kepada tanah air dan alam semesta."
Apakah Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai latar belakang sejarah Sapanji Sasiliwangi yang menjadi dasar gerakan ini ??
sasiliwangi