19/01/2023
Ayat ini diterima pertama kali oleh generasi para sahabat. Allah mempersilahkan mereka mengejar bahagia untuk akhirat. Tapi, jangan lupakan bahagia di dunia.
Kalau pemahaman itu diterapkan di generasi saat ini, rasanya objektivitasnya akan terbalik. Karena yang sedang dikejar generasi saat ini bertolak belakang dengan apa yang saat itu dikejar generasi sahabat.
Para sahabat begitu gencar mengejar bahagia akhirat, sehingga Allah mengingatkan untuk juga mengejar bahagia dunia.
Sementara kita sebaliknya, Sedang begitu gencar-gencar mengejar dunia. Sehingga tanpa sadar, pemahaman tentang ayat itu menjadi terbalik. Yaitu, jangan lupakan bahagiamu di akhirat.
Artinya, ada kemungkinan salah penerapan diayat tersebut. Karena yang diingat hanya kalimat keduanya, yaitu jangan lupakan bahagiamu di dunia.
Kawan, Jadikan setiap detik durasi hidup kita saat ini untuk kemaslahatan akhirat. Karena dunia bukan tempat kita panen, melainkan menanam. sementara panennya di akhirat. ๐ซถ๐ป