projectsesama

projectsesama Selamat datang di Sesama Project. Sebuah catatan perjalanan yang disajikan dalam bentuk karya foto cerita, diposting berkala Setiap Selasa Malam.

OLAH SAMPAH SISA PEMILU; Komunitas Ibu Masagi Cibogo Mendaur Ulang Limbah Alat Peraga Kampanye Jadi PolybagWaktu berlalu...
14/06/2024

OLAH SAMPAH SISA PEMILU; Komunitas Ibu Masagi Cibogo Mendaur Ulang Limbah Alat Peraga Kampanye Jadi Polybag

Waktu berlalu pasca Pemilu 2024 ternyata masih menyisakan persoalan bagi lingkungan. Lupakan gugat menggugat saat keputusan akhir terkait hasil Pemilu kali ini. Di kalangan masyarakat justru dibuat kebingungan terkait limbah alat peraga kampanye (APK) yang masih bersisa sampai saat ini, bahkan hingga hasil akhir dari pesta demokrasi rakyat rakyat ini diumumkan limbah APK ini masih menyisakan persoalan.

Kebanyakan limbah APK ini berwujud spanduk atau banner berbahan Polyvinyl Chloride (PVC), yang merupakan polimer sintetis dengan sifat tahan terhadap benturan, air, cuaca, bahan kimia, dan lingkungan yang korosif. Bahan PVC ini memberikan kekuatan dan daya tahan pada spanduk maupun banner, sehingga dapat digunakan dalam kondisi luar ruangan. Dengan spesifikasi seperti ini wajar jika bahan tersebut masih menjadi pilihan untuk media promosi para wakil rakyat.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat pada Pemilu 2024 setidaknya menghasilkan lebih dari seperempat juta ton sampah. Dengan kurang lebih 30 ribu peserta calon anggota legislatif dan adanya pilpres, volume sampah yang ditimbulkan akibat kegiatan Pemilu 2024 minimal 784 ribu meter kubik atau 392 ribu ton. Dengan jumlah seperti ini, sampah-sampah tersebut hanya dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA) dan ditimbun tanpa diolah terlebih dahulu. Padahal limbah APK ini tergolong sebagai sampah residu, yaitu sampah yang sulit atau tidak dapat didaur ulang dengan mudah. Bayangkan bahan PVC ini baru bisa sobek dalam periode tahunan.

Komunitas Masagi Cibogo berusaha memutus permasalahan sampah dari APK ini. Kelompok yang didominasi kaum ibu ini mendaur ulang sampah sisa kampanye ini menjadi polybag untuk media tanam di kebun yang mereka kelola. Dibuat pola, dipotong dan dijahit secara manual sampai saat ini polybag daur ulang ini sudah terkumpul ratusan buah. Rencananya polybag dari limbah kampanye ini akan dibagikan secara cuma-cuma dan gratis.

Antara Moscow dan Jakarta (juga Bahera) Kita Jatuh Cinta.Beberapa waktu lalu berkunjung ke Perpustakaan Kampung Bahera d...
19/09/2023

Antara Moscow dan Jakarta (juga Bahera) Kita Jatuh Cinta.

Beberapa waktu lalu berkunjung ke Perpustakaan Kampung Bahera di Cijaha, Cicalengka untuk menyerahkan paket perlengkapan sepak bola untuk anak-anak disana. Set perlengkapan ini merupakan titipan dari teman-teman Komunitas Persahabatan Rusia Indonesia. Sebanyak 2 lusin jersey untuk 2 tim, 3 stel pakaian penjaga gawang lengkap dengan sarung tangannya dan 3 bola sepak ukuran 5 anak-anak dapatkan, tak ketinggalan kaos kaki dari teman-teman Kamana.co, hatur nuhun semua!

Di Kampung Cijaha, anak-anak memanfaatkan lapangan voli untuk berlatih sepak bola. Bahkan gawang pun dibuat alakadarnya dengan batas berupa sandal sang kiper. Ada yang menarik saat mendampingi Kiki "Otoy", pengelola perpustakaan tersebut menggunakan kode "Gunung & Es" untuk membagi anak-anak ke dalam 2 tim. Penasaran dengan kode ini? Silakan mampir ke Perpustakaan Kampung Bahera.

Usai tim terbagi dua, anak-anak menempati bagian lapang masing-masing. Permainan pun bergulir. Lupakan aba-aba atau peringatan dari wasit, apalagi peluit panjang. Hanya kumandang adzan yang menghentikan permainan. Cerita selengkapnya silakan kunjungi di instagram; ⚽️




Teman Sesama. Dirgahayu Republik Indonesia.Selamat Hari Ulang Tahun ke 78 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mestinya selai...
17/08/2023

Teman Sesama. Dirgahayu Republik Indonesia.

Selamat Hari Ulang Tahun ke 78 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mestinya selain terbebas dari penjajahan, kemerdekaan bangsa Indonesia adalah perayaan dari perbedaan yang disatukan juga terpenuhinya semua hak atas ruang hidup.

Teman Sesama. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1444 H bagi Teman Sesama yang merayakannya.Minal Aidin Wal Faizin, s...
21/04/2023

Teman Sesama. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1444 H bagi Teman Sesama yang merayakannya.

Minal Aidin Wal Faizin, semoga kita menjadi orang-orang yang kembali ke fitrah dan meraih kemenangan. Kiranya dimaafkan segala kekhilafan. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Ratusan lilin dinyalakan di area Taman Makam Kehormatan Belanda, Ereveld Pandu, Jalan Pandu, Kota Bandung, Jumat (10/3/2...
04/04/2023

Ratusan lilin dinyalakan di area Taman Makam Kehormatan Belanda, Ereveld Pandu, Jalan Pandu, Kota Bandung, Jumat (10/3/2023) malam lalu. Selain untuk memperingati 75 tahun Ereveld Pandu, kegiatan bertajuk "Candlelight Vigil" ini merupakan simbol penghormatan untuk para korban perang. Meski digelar usai hujan deras, namun tidak menyurutkan niat puluhan partisipan yang hadir dan larut dalam kesunyian makam kehormatan Belanda ini.

Diletakkan tepat pada deretan tanda makam yang rapi, satu per satu lilin ini mulai dinyalakan. Beberapa partisipan datang secara personal, beberapa lainnya datang bersama kelompok atau komunitas penyuka sejarah. Mereka yang hadir datang dengan renungan yang sama bahwa sejatinya tidak ada pemenang dalam peperangan, semuanya hanyalah korban. Candlelight Vigil ini seolah menjadi nyala pengingat dan merenungkan apa yang terjadi di masa lalu, menentukan apa yang bisa dilakukan sekarang, untuk mencapai masa depan yang damai dan aman untuk semua.



Silakan berlayar bersama  ⛵__Teman Sesama, bagi kami selalu menyenangkan jika berkunjung ke suatu tempat lantas berburu ...
19/02/2023

Silakan berlayar bersama ⛵
__

Teman Sesama, bagi kami selalu menyenangkan jika berkunjung ke suatu tempat lantas berburu barang-barang yang khas untuk dibawa pulang. Salah satunya adalah menyempatkan ke pusat oleh-oleh atau toko buku sekaligus untuk mencari benda wajib ini, kartu pos. Jika memungkinkan kadang langsung mengirimkannya pada kawan-kawan lain atau bertukar di kemudian hari.

Sesama akan mengirimkan sejumlah paket kartu pos bergambar foto-foto yang dihasilkan selama perjalanan untuk Teman Sesama yang terpilih dan beruntung mendapatkannya. Caranya mudah, cukup tuliskan apa makna "PERJALANAN" bagi kalian? Silakan tulis di kolom komentar dan bagikan pendapat tersebut dilengkapi foto kalian saat menjalani perjalanan paling menarik. Jangan lupa cantumkan kami tunggu kisah kalian.

Selamat berbagi Perjalanan ⛵

TO ADO RE : Bag. 1Menapaki Bumi Para PenjelajahTo Ado Re yang artinya adalah Aku Telah Sampai. Begitulah kira-kira asal ...
15/01/2023

TO ADO RE : Bag. 1
Menapaki Bumi Para Penjelajah

To Ado Re yang artinya adalah Aku Telah Sampai. Begitulah kira-kira asal muasal penamaan Pulau Tidore, pulau kecil yang berada di kawasan perairan Maluku Utara. Awalnya Tidore bernama Limau Duko atau Kie Duko yang artinya pulau bergunung api. Alasan geografislah yang menyebutkan jika Tidore merupakan bagian dari gunung api yang terangkat ke permukaan laut. Terbukti dengan adanya Gunung Kie Matubu atau Gunung Marijang yang merupakan puncak tertinggi di Tidore dengan letak di Desa Gurabunga.

Sejarah mencatat jika dahulu di Limau Duko sering terjadi pertikaian hingga pada sekitar tahhun 846 M utusan Khalifah Al Mutawakkil dari Baghdad tiba di Tidore. Utusan Kerajaan Abbasiyah tersebut mencoba untuk mendamaikan pertikaian dengan sebuah perundingan. Maka digelarlah pertemuan diatas sebuah batu besar di kaki Gunung Marijang. Sesuai kesepakatan, jika salah satu kelompok tiba paling cepat makan akan menjadi pemimpin. Dalam peristiwa itulah, setiap anggota kelompok yang datang kerap meneriakkan to ado re, karena merasa dia yang paling cepat datang.

Tapi itu dulu, sekarang tak perlu beromba-lomba untuk datang berebut menjelajahi Tidore. Dengan menumpang kapal motor dari Pelabuhan Bastiong, Ternate setiap pelancong sudah bisa sampai di Tidore dengan menginjakkan kaki pertama kali di Pelabuhan Rum. Cukup membayar Rp 10 ribu, kita sudah bisa berbagi kursi dengan penumpang lain di kapal motor berkapasitas 12 orang. Atau jika malas untuk menunggu kapal penuh, kita bisa menyewa satu speed boat berkapasitas 6 hingga 8 orang untuk menyebrang lebih cepat dengan biaya sewa Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu per sekali jalan. Harga sewa kapal jenis ini bisa lebih mahal lagi jika kita menyebrang saat malam.
__







DALAM PISAU KAMI BERSAUDARASiapa sangka jika di bangunan bekas pabrik penggilingan padi ini justru malah tercipta pisau-...
28/12/2022

DALAM PISAU KAMI BERSAUDARA

Siapa sangka jika di bangunan bekas pabrik penggilingan padi ini justru malah tercipta pisau-pisau seni buatan Iin Suhendi. Sejak satu dekade terakhir pria yang akrab disapa Kang Iin melabuhkan kecintaannya pada profesi perajin pisau. Sempat bekerja di salah satu pabrik pisau kenamaan di Kota Bandung, hingga memutuskan untuk keluar dan berpindah bengkel produksi. Saat ini Kang Iin beraktivitas di bengkelnya sendiri di kawasan Cihanjuang,Kabupaten Bandung Barat.

Kang Iin menamai pisau buatannya dengan "череиаховыйнож" ditulis dalam ejaan bahasa Rusia yang artinya Nozh-The Turtle atau Pisau Kura-kura. Di kalangan komunitas, kolektor dan pecinta kegiatan outdoor, "Peso Si Kuya" berbahan baja dan sejenisnya ini kian diminati. Buktinya, pesanan pisau berderet di dinding bengkelnya siap menanti pemiliknya.

Dibanderol dengan harga antara Rp 450 ribu hingga jutaan rupiah, pisau buatan Kang Iin ini dibuat dengan benar-benar mengandalkan keterampilan tangan dan dibantu mesin seadanya. Butuh 2 hingga 3 hari untuk menyelesaikan sebilah pisau dengan bahan baja jenis D2 hingga siap pakai. Menurut Kang Iin, bahan baja jenis D2 lebih tajam dan awet, serta mudah diasah bila tumpul. Salah satu yang menjadi pembeda dengan pengrajin pisau lainnya, pisau yang dibuat Kang Iin harus dipanaskan dengan suhu sampai 250 derajat selama satu jam. Alasannya, pisau berbahan baja D2 harus melalui proses Heat Treatment (HT). Jika tidak melalui proses HT yang benar, pisau bisa patah bila digunakan terus menerus untuk memotong benda seperti pohon, kurang awet bagi pemilikinya.

Karena kualitasnya, tak heran jika konsumen produk pisau Kang Iin terhitung loyal. Di dalam negeri, pisau buatan Kang Iin sudah merambah ke berbagai daerah. Sedangkan di luar negeri pisaunya sudah dipasarkan sampai negara Malaysia, Singapura, Jepang, Jerman, Kanada dan Austria.

Keberadaan pecinta pisau yang terorganisir dalam komunitas jadi peluang pemasaran Kang Iin. Belum lagi kompetisi seperti Bladesports Cutting Competition membuat nama pisau buatannya semakin berkibar. Bagi Kang Iin, kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk mengakrabkan pecinta pisau, namun sebagai tolak ukur sejauh mana pisau yang dimiliki bisa digunakan.

Dalam kompetisi sejumlah rintangan mulai balok kayu, tambang, sedotan, kertas, kaleng minuman ringan, sampai botol air kemasan, berjejer di depan peserta. Saat aba-aba terdengar, peserta mesti bergegas menuju ke setiap rintangan. Butuh kesiapan fisik, konsentrasi, dan tentunya pisau yang benar-benar kuat dan tajam untuk keluar sebagai juaranya. Tidak hanya mahir tetapi juga percaya pada pisau yang digenggamnya.

Teman Sesama, selamat memperingati perayaan Natal yang penuh kasih. Semoga kelahiran-Nya membawa kedamaian, kebahagiaan ...
24/12/2022

Teman Sesama, selamat memperingati perayaan Natal yang penuh kasih. Semoga kelahiran-Nya membawa kedamaian, kebahagiaan dan kegembiraan untuk semua.

Damai Seru Seluruh Alam Raya. ❤
-------------------------------------------------

PESONA KLASIK TENUN LURIKDi awal tahun 1960an, tenun lurik asal Krapyak, Yogyakarta mendapat tempat di hati masyarakat p...
20/12/2022

PESONA KLASIK TENUN LURIK

Di awal tahun 1960an, tenun lurik asal Krapyak, Yogyakarta mendapat tempat di hati masyarakat pengagum kain tradisional setelah batik. Salah satunya adalah karya perajin rumah produksi Kurnia Lurik di Jalan Krapyak Wetan, Panggungharjo, Sewon Bantul, Yogyakarta. Produksi kain lurik yang menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) ini sudah beroperasi sejak 1962 dan menjadi satu-satunya yang bertahan setelah 4 rumah produksi lainnya kini hanya tinggal nama saja.

Masuknya teknologi modern dari Tiongkok serta minimnya regenerasi yang menekuni seni tenun ini, kian menjadi tantangan yang harus dihadapi agar pesona kain tradisional lurik tidak meredup. Mau tidak mau, generasi ketiga Lurik Kurnia mengimbangi resiko ini dengan berinovasi, melek teknologi dan menggandeng desainer agar mesin tenun peninggalan leluhurnya tetap berputar. Tak tanggung-tanggung sekitar 500 motif koleksi Lurik Kurnia diperbarui agar tidak ketinggalan jaman.

Proses yang sangat panjang untuk menghasilkan 100 meter kain lurik dengan harga Rp 35 ribu per meternya ini dikerjakan dalam kurun waktu satu bulan. Proses pembuatannya dimulai dari pemilihan benang mentah yang dikirim dari Klaten, pewarnaan atau wenter, penjemuran benang selama satu hari, pemintalan, pembuatan motif hingga akhirnya ditenun secara manual. Lewat sentuhan unik, halus dan telaten dari tangan-tangan perajin sepuh dalam menggarap dan menghasilkan kain tenun dengan kualitas terbaik rasanya Yogyakarta masih mampu membidani pesona klasik tenun lurik.

Selengkapnya di cerita perjalanan disela Tour d Prambanan bersama & .joey
__

📍Jalan Krapyak Wetan, Panggungharjo, Sewon Bantul, Yogyakarta.
__








HIDUP YANG (TAK) TERBATAS)Terlahir sebagai seorang penyandang disabilitas tak lantas membuat Cecep Herman, 37, menyerah ...
25/11/2022

HIDUP YANG (TAK) TERBATAS)

Terlahir sebagai seorang penyandang disabilitas tak lantas membuat Cecep Herman, 37, menyerah pada keadaan. Sejak tahun 2000 pria asal Kampung Cikalapa RT 02 RW 07 Desa Rajamandala Kulon Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat ini menjadikan seni kaligrafi sebagai jalan untuk berusaha melampaui kemampuan “manusia utuh”. Kemahirannya membuat kaligrafi yang didapat dari Pesantren Darunnazah Cipatat merupakan alasan terbesar untuk tidak diam mengharap rasa iba dan belas kasihan dari orang lain.

Keterbatasan kemampuan tubuh ternyata memberi kelebihan dalam tekad dan semangat berusaha bagi Cecep. Demi menghidupi keluarga kecilnya, selain membuat karya kaligrafi Cecep menjadi seorang tenaga pengajar keagamaan di lingkungan sekitarnya. Setiap sore usai berjualan di salah satu sekolah dasar di kampungnya, Cecep mengamalkan sedikit ilmunya pada anak-anaknya untuk urusan mengaji. Sebuah janji dalam berjuang melawan keterbatasan adalah hasrat yang dipertahankan Cecep untuk tetap menyala sebagai seorang pemimpin keluarga.

Meski tubuhnya tak sempurna, Cecep tak pernah mengharapkan bantuan layaknya tangan ataupun kaki palsu bahkan sebuah kursi roda untuk mempermudah mobilitasnya. Hanya satu yang selalu ia impikan, kepercayaan dan kesempatan yang sama layaknya orang normal dalam kesetaraan aksesibilitas. Ia percaya sebuah karya mampu mengangkat martabat dan mengubah pandangan masyarakat jika penyandang disabilitas tak harus menjadi seorang peminta-minta. Sebuah teladan!
__

📍Kampung Cikalapa Desa Rajamandala Kulon Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
__



Address

Bandung

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when projectsesama posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Establishment

Send a message to projectsesama:

Share

Category