07/04/2021
-Tandatangan Prabu Siliwangi dan Sunda Kalapa (Jakarta) Sebelum Keruntuhannya. (Prasasti "Padrao" dan Surat Perjanjian kerjasama Sunda -Portugis)
Pada tanggal 21 Agustus 1522 dibuatlah suatu perjanjian yang menyebutkan bahwa orang Portugis akan membuat loji (perkantoran dan perumahan yang dilengkapi benteng) di Sunda Kalapa, sedangkan Sunda Kalapa akan menerima barang-barang yang diperlukan. Raja Sunda akan memberikan kepada orang-orang Portugis 1.000 keranjang lada tiap tahun untuk ditukarkan dengan muatan sebanyak dua "costumodos" (kurang lebih 351 kuintal) sebagai tanda persahabatan.
Sebuah batu peringatan atau padraΓ΅ dibuat untuk memperingati peristiwa itu. Padrao dimaksud disebut sebagai layang salaka domas dalam cerita rakyat Sunda Mundinglaya Dikusumah. PadraΓ΅ itu ditemukan kembali pada tahun 1918 di sudut Prinsenstraat (Jalan Cengkeh) dan Groenestraat (Jalan Nelayan Timur) di Jakarta.
Tome Pires yang menyusuri pesisir utara Pulau Jawa pada tahun 1513 telah singgah di enam kota pelabuhan di wilayah Kerajaan Sunda, yaitu Banten, Pontang, Cikande, Tangerang, Kalapa dan Cimanuk. Beliau singgah p**a di kota pelabuhan Cirebon. (Cortesao 1944: 167-173). Kerajaan Sunda telah dijelaskan Tome Pires (Cortesao Ibid: 166): First the king of Γunda with his great city of Dayo, the towns and lands and port of Bantam, the port of Pontang (Pomdam), the port of Cheguide, the port of Tamgaram, the port of Calapa, the port of Chi Manuk (Chemano); this is Sunda, because the river of Chi Manuk is the limit of both kingdoms.
Joao de Barros, orang Portugis lain yang pada tahun 1516 mencatat tentang Kerajaan Sunda telah menerangkan bahwa pedalaman Sunda lebih bergunung-gunung daripada wilayah pedalaman Jawa. Negeri ini sangat kaya dengan bermacam-macam makanan. Penduduknya tidak s**a perang, dan hidup mereka mengutamakan penyembahan dewa. Namun, dari seluruh kerajaan dapat dikerahkan sebanyak 100.000 orang tentera (Djajadiningrat 1983:83-84). Ternyata maklumat itu sejalan dengan keadaan alam Tatar Sunda masa sekarang.
Sumber : Wiki, Historiana & Heukeun 2007.
Cek youtube :
https://youtube.com/channel/UCRZ1GYdpZgRoMuhz5NtBVTQ