Sampurasun
Aksara Sunda, saat ini, belum satu dekade dibakukan oleh Kalangan Tokoh Etnis Sunda dan Pemerintahan Jawa Barat ( serta masuk dalam Block Digital Unicode pada tahun 2008 ). Padahal Aksara Sunda ini sudah memiliki bentuk Kuna Klasik yang Khas dan dipergunakan di Tatar Sunda sejak abad ke 12. Memang belum ada Tradisi Menulis Indah, stilasi dan ornamentasi pada Naskah / Manuskrip lama
beraksara Sunda ( meskipun Sudah ada beberapa Naskah yang ditulis dengan sangat rapih dan memiliki bentuk Aksara yg konstan ). Rata-rata bentuk Naskah yang ditemukan hanya bersifat / menitikberatkan pada deskripsi / kandungan isi Naskah. Mungkin karena penggunaan Aksara ini sempat terputus dan tersilihkan dengan penggunaan Aksara lain ( Cacarakan, Pegon dan Latin ) di Tatar Sunda, Aksara Sunda sebagai aksara asli Etnis Sunda ini belum sempat mendapat "Sentuhan Seni" oleh Masyarakat Sunda. Padahal Etnis Sunda ini termasuk Etnis yang memiliki kreatifitas dan rasa estetika yang sangat baik. Sebagaimana halnya nilai estetika yang dapat disaksikan pada perkembangan Seni Tutur, Seni Tari, Seni Suara dan Seni Musik di Tatar Sunda. Sungguh disayangkan apabila Aksara yang merupakan Budaya Mutlak dari sebuah Masyarakat tidak / belum mendapat sentuhan Seni. Saya sebut Aksara sebagai Budaya Mutlak karena Aksara adalah sebuah Identitas. Budaya yang berkembang pada suatu masyarakat bisa saja diklaim sebagai milik masyarakat lain, mengingat pada prosesnya sangat lekat dengan akulturasi. Beda halnya dengan Aksara, yang meskipun merupakan Turunan atau Rumpun dari Aksara lainnya, aksara memperlihatkan kekhususannya secara jelas dan tidak saling tertukar. Kejelasan ini mungkin didapat karena Aksara menyajikan Data, dan Data sendiri itu yang menguatkan Aksara. Membuat versi Kaligrafi Aksara ( Sunda ) memang bukan hal mudah, mengingat ini seolah sebagai terobosan baru sebuah Tradisi. Di satu sisi bermaksud menjunjung Tradisi, sementara di sisi lain bisa saja dianggap melanggar Tradisi. Terlepas dari Tradisi Aksara Sunda secara forma dan materia, saya hanya mencoba membuat tampilan dan variasi Aksara ini dalam perspektif seni. Dalam hal ini saya menerapkan teknik penulisan dengan pena pada Aksara Sunda Baku ini. Saya bukan orang yang menguasai wawasan sejarah dan filologi Aksara Sunda. Dalam segala keterbatasan saya, saya hanya mampu berusaha sedapat mungkin mengemban tanggung-jawab moril secara estetika dalam merancang dan menyajikan Kaligrafi Aksara ini. Semoga saya mampu meneruskan upaya para seniman Sunda yang telah berusaha membuat Reka Seni Aksara Sunda. Sekaligus mampu memancing para seniman lain, untuk menyumbangkan sentuhan estetikanya bagi Aksara Sunda tercinta ini. Dan untuk lebih jauhnya, semoga yang saya lakukan sejalan dengan target Pembakuan Aksara Sunda itu sendiri. Yaitu supaya Orang Sunda khususnya, dan warga dunia umumnya, lebih mengenal, lebih terbiasa, lebih mencintai dan akhirnya lebih menjaga dan memelihara Aksara Sunda ini, sebagai Identitas dan Budaya Mutlak milik Orang Sunda untuk Dunia.
- wates awal-