31/05/2015
Kuda Lumping Ega Saputro sebagai kesenian rakyat,
Sejarah/gambaran:
kuda lumping awalnya lahir sebagai simbol yang menandakan bahwa rakyat juga memiliki kemampuan dan kekuatan dalam menghadapi musuh ataupun melawan kekuatan yang lebih besar. Dalam kesenian kuda Lumping terdapat semangat pantang menyerah dalam peperangan yang terlihat dalam gerakan-gerakannya yang dinamis dan agresif serta menunjukkan jiwa kemiliteran yang ditunjukkan dengan pas**an lengkap dengan kudanya.
Rakyat ingin menunjukkan bahwa mereka juga memiliki kekuatan untuk melawan kekuasaan dan penjajahan sehingga dalam pertunjukannya banyak menampilkan kekebalan tubuh terhadap siksaan yang datang kepada pemain kuda Lumping, seperti tidak mengalami kesakitan ketika dipecut dengan cambuk, lengannya disayat golok, berjalan di atas pecahan kaca, bahkan sampai membakar diri dan memakan pecahan kaca. Pertunjukan kuda Lumping memang dibalut dengan unsur supranatural yang dicampur dengan aroma magis sehingga pemain kuda lumping tidak merasa kesakitan.
Melestarikan:
Kesenian kuda Lumping adalah salah satu dari sekian banyaknya kesenian serta kebudayaan yang ada di Indonesia. kesenian ini biasanya diwariskan secara turun-menurun dari nenek moyang bangsa Indonesia sampai pada generasi saat ini. Sebagai generasi penerus bangsa, sudah semestinya kita dapat menjaga dan memelihara warisan budaya dengan baik, termasuk adalah menjaga dan memelihara kesenian kuda Lumping agar tidak hilang dari khasanah kesenian bangsa Indonesia.
Jangan sampai kesenian warisan budaya Indonesia tercampur atau dijajah oleh budaya asing yang datang ke Indosesia. Oleh karena itu, sebagai generasi penerus bangsa kita harus menjaga warisan budaya bangsa agar tidak punah ditelan zaman. Saat ini, keberadaan kuda Lumping sudah mulai tergeser oleh budaya dan kesenian asing yang masuk ke Indonesia. Untuk menghidupkannya kembali, sebaiknya diadakan acara-acara kesenian tradisional agar kesenian kuda Lumping ini tetap dikenal oleh generasi bangsa Indonesia.
Dukungan:
Kegiatan pagelaran kesenian budaya Indonesia juga harus didukung oleh pemerintah dan masyarakat agar kesenian bangsa tetap terjaga. Kesenian kuda Lumping menjadi hangat kembali ketika beberapa waktu lalu, negara Malaysia mengakui kesenian kuda Lumping sebagai kesenian milik negaranya di samping Reog Ponorogo.
Kesenian kuda Lumping memang marak di berbagai tempat, dengan berbagai ragam dan coraknya, namun kesenian yang penuh dengan unsur magis ini adalah seni budaya yang berasal dari Indonesia khususnya seni kuda lumping dan sebagai rakyat Indonesia kita harus melestarikan kebudayaan kuda Lumping agar tetap ada.
Catatan:
Sejarah asal muasal seni tari Kuda Lumping ini tidak ada catatan secara tertulis yang menjelaskannya. Hanya sebuah riwayat saja yang diceritakan turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.