11/05/2026
𝗗𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶𝗸 𝗠𝗮𝘆𝗼𝗿𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗞𝗮𝘁𝗼𝗹𝗶𝗸: 𝗜𝗻𝗶𝗹𝗮𝗵 𝗠𝗮𝘀𝗷𝗶𝗱 𝗔𝗻-𝗡𝘂𝗿, 𝗦𝗮𝗸𝘀𝗶 𝗕𝗶𝘀𝘂 𝗣𝗲𝗿𝗷𝘂𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗝𝗲𝗷𝗮𝗸 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝗱𝗶 𝗝𝗮𝗻𝘁𝘂𝗻𝗴 𝗧𝗶𝗺𝗼𝗿 𝗟𝗲𝘀𝘁𝗲
Timor Leste dikenal sebagai salah satu komunitas Katolik terbesar di Asia Tenggara, dengan sekitar 90 persen populasinya menganut agama tersebut. Meski mayoritas beragama Katolik, negara ini menjunjung tinggi kebebasan beragama yang dilindungi oleh konstitusi. Selain Katolik, terdapat kelompok Protestan seperti Assemblies of God, Baptis, dan Metodis, serta komunitas Muslim Sunni yang meski populasinya kecil, tetap hidup berdampingan secara harmonis.
Di tengah mayoritas Katolik, berdirilah Masjid An-Nur yang terletak di Kampung Alor, Dili, sebagai saksi bisu perjalanan sejarah negara ini. Didirikan pada tahun 1955 atas inisiatif Imam Haji Hasan Bin Abdulah Balatif, masjid ini merupakan bangunan bersejarah yang sudah ada jauh sebelum masa invasi. Kehadirannya tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga mencatat jejak panjang keberadaan umat Islam sejak zaman Portugis hingga era kemerdekaan.
Masjid An-Nur menjadi salah satu bangunan peninggalan masa integrasi yang masih berdiri kokoh dan digunakan hingga saat ini. Pada 20 Maret 1981, bangunan ini mengalami renovasi besar di bawah arahan Pangdam IX/Udayana, Mayjen Dading Kalbuadi. Struktur dua lantainya dirancang secara fungsional, di mana lantai pertama digunakan sebagai ruang ibadah utama dan lantai kedua difungsikan sebagai fasilitas pendidikan sekolah.
Jauh sebelum menjadi tempat ibadah yang tenang, Masjid An-Nur pernah menjadi pusat pergerakan politik untuk mengusir penjajah Portugis. Tokoh-tokoh Muslim setempat menjadikan masjid ini sebagai titik kumpul untuk merumuskan strategi dan meminta dukungan internasional, termasuk dari pemerintah Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa masjid ini memiliki peran ganda yang sangat signifikan dalam dinamika perjuangan rakyat di Bumi Lorosae.
Hingga saat ini, Masjid An-Nur tetap aktif sebagai pusat aktivitas keagamaan dan sosial yang terbuka bagi siapa saja. Fasilitas pendidikan yang berada di lantai dua masjid tidak hanya menampung siswa Muslim, tetapi juga terbuka bagi anak-anak non-Muslim. Semangat inklusivitas ini menjadikan Masjid An-Nur sebagai simbol nyata dari toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang terus terjaga di Timor Leste.