explore_baritotimur

explore_baritotimur Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from explore_baritotimur, Art, Ampah.

- Bahasa Dayak Dusun Paku/Karau -APAKAH KAMI MEMILIKI HAK YANG SAMA???Btw, tolonglah kami ini masyarakat adat Dusun Paku...
20/04/2024

- Bahasa Dayak Dusun Paku/Karau -

APAKAH KAMI MEMILIKI HAK YANG SAMA???

Btw, tolonglah kami ini masyarakat adat Dusun Paku dan Dusun Karau (Sawa) difasilitasi oleh dan Pemerintah Daerah Barito Timur melewati dinas dan instansi terkait. Selama ini, masyarakat adat kedua suku ini merasa antara ada dan tiada. Pemerintah kan sudah tahu kalau sejak awal kemerdekaan, bahasa kami sudah hampir punah. Setelah banyak tulisan muncul mengenai suku kami, khususnya bahasa Dusun Paku, kami selaku masyarakat adat tidak sama sekali melihat keseriusan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah untuk benar-benar serius berdiskusi dengan kami. Masyarakat adat di akar rumput, seolah tidak ada sama sekali. Kami sudah menjadi suku dan bahasa minoritas di antara kaum dan suku Ma'anyan dan Luangan di daerah kami, jadi tolong jangan anggap kami tidak ada.

Pemerintah Kalteng tahu tidak, kalau Dayak Barangas (Baraki) di Barito Kuala, rumpun Ngaju-Ot Danum dan Dayak Abal di Tabalong, rumpun Luangan Paser sudah punah karena berasimilasi dengan Bahasa Banjar. Apakah kita akan menunggu demikian, menunggu punah? Sampai tiba masanya, bahasa Dayak Dusun Paku dan Dusun Karau/Sawa bisa saja akan lebih cepat hilang dari sejarah. Jika pemerintah, tidak segera mendorong dan mencari solusi terbaik atas permasalahan kami.

Bisa yok, kaum muda untuk bantu kami dalam speak up soal ini. Ito basa kaitn, ito wolupm kaitn! Tabe.

- DAYAK DUSUN PAKU : Harus mengalah dan menuju punah - Kami tidak dapat melakukan banyak hal untuk pelestarian bahasa Du...
16/04/2024

- DAYAK DUSUN PAKU : Harus mengalah dan menuju punah -

Kami tidak dapat melakukan banyak hal untuk pelestarian bahasa Dusun Paku maupun bahasa Dusun Karau, tapi kami percaya langkah kecil seperti ini akan sedikit banyaknya merubah worldview satu generasi mendatang. Sembari kami terus belajar, alangkah baiknya literasi tentang Dusun Paku/Karau juga dapat kita ketahui.

Penduduk Desa Tampa, sebenarnya adalah perkampungan awal Dusun Paku, upaya pemerintah untuk mencari tahu bahasa Paku sudah ada sejak masa kolonial Belanda. Bahkan era tahun 80'an Pemprov Kalimantan Tengah sudah memetakan bahasa "ulutn Paku" bahkan menurunkan ahli bahasa untuk berusaha menulis mereka. Entah apa yang terjadi setelah 40 tahun berlalu, bahasa Paku/Karau semakin menuju ambang kepunahan. Ingat, bahasa Paku bukan bagian dialeg/sub bahasa Ma'anyan, sehingga ada banyak kosa kata bahasa Paku yang berbeda dari bahasa Maanyan. Apakah bahasa Paku masih bisa bertahan untuk puluhan tahun akan datang? Entahlah, kita lihat peran pemerintah selanjutnya!

JANGAN BIARKAN BAHASA DUSUN PAKU-KARAU PUNAH!!!! Ito basa Kaitn,ito wolupm Kaitn!

Eid mubarak! Kesederhanaan adalah kekayaan sejati di Hari Raya Idul Fitri 1445 H. Taqabbalallahu minna wa minkum shiyama...
10/04/2024

Eid mubarak!

Kesederhanaan adalah kekayaan sejati di Hari Raya Idul Fitri 1445 H. Taqabbalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum. Mohon maaf lahir dan batin dari segenap keluarga besar Wurung Jue 😇🙏

📷 Basel Mission.

~ DANAU MEDARA AAN DE BARITO: Lukisan Schwaner yang dilupakan ~Pada tahun 1843 (181 tahun) yang lalu, seorang Doktor ber...
19/03/2024

~ DANAU MEDARA AAN DE BARITO: Lukisan Schwaner yang dilupakan ~

Pada tahun 1843 (181 tahun) yang lalu, seorang Doktor berdarah Jerman bernama Carl Anton Ludwig Maria Schwaner atau biasa dipanggil "SCHWANER", tiba pertama kali di Borneo. Belanda mempekerjakannya sebagai ahli alam, melihat kondisi Borneo pada wilayah jajahan Belanda saat itu tidak ter explore sama sekali, jauh kalah dengan bagian lain di wilayah Sabah, Sarawak dan Brunei yang sudah dijelajahi oleh orang-orang Inggris. Jadi, Schwaner dianggap sebagai peneliti pertama yang sukses membelah jantung Borneo.

Dalam perjalanan Schwaner dari Banjarmasin- Tanah Laut - Pasir - Barito - Mahakam hingga wilayah Pontianak. Kemampuannya dalam bernavigasi, mempelajari ilmu botani dan etnografi membuatnya cukup mudah membelah hutan belantara selama kurun waktu 4 tahun lebih. Hingga tahun 1850 hasil penelitiannya dikumpulkan kepada pemerintah Belanda sebelum kematianmya. Semasa hidup, dia menulis dua buku tentang Borneo dan 3 jurnal yang menjadi rujukan ilmiah mengenai Borneo hingga sangat ini.

Tepat pada bulan ini, Maret 1851 (173 Tahun) yang lalu Schwaner meninggal dunia. Dalam bukunya, dia menulis tentang kekagumannya akan kondisi geografis di sepanjang DAS Barito. Pada buku itu, keindahan Borneo, khususnya Barito yang sempat dia catat, memunculkan kekaguman peneliti sesudah dia khususnya bagi Muller dan Horner untuk meneliti dan menjelajahi Borneo lebih jauh lagi.

Lukisan ini, menggambarkan sebagian kecil dari kekaguman Schwaner di DAS BARITO, hingga dia berkata:
"Danau-danau terpenting di Barito adalah: D. Kalahën, D. Masoera dan Medara, D. Ganting, D. Babai, D. Kambat, D. Boeroeng dan Talaga atau Danau Pamingir, yang akan saya bahas lagi nanti. Selain itu, terdapat sejumlah kolam rawa serupa Danaus di Tanah Air, yang diairi oleh sungai Karrau, Siang dan Patai. Dari ketiganya, Danau Maijier atau Menteng adalah yang paling penting".

🌟Mengenang 171 tahun meninggalnya Schwaner🌟

03/10/2022

Mungkin mudah bagi hanyu melupakan aku sa puang apa ni dari pada Hanye😔

Address

Ampah

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when explore_baritotimur posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category