Aceh Tanoeh Ie

Aceh Tanoeh Ie Utamakan Adab

Bangunan yang terlihat pada gambar ini merepresentasikan gaya arsitektur hunian di Koeta Radja (sekarang Banda Aceh) pad...
23/03/2026

Bangunan yang terlihat pada gambar ini merepresentasikan gaya arsitektur hunian di Koeta Radja (sekarang Banda Aceh) pada masa kolonial Belanda, sekitar akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Pada masa itu, kawasan ini berkembang sebagai pusat administrasi dan pemerintahan di wilayah Aceh setelah berlangsungnya konflik panjang dalam Perang Aceh.

Rumah ini kemungkinan besar merupakan rumah dinas atau tempat tinggal pejabat kolonial maupun kalangan elite lokal yang bekerja sama dengan pemerintah Hindia Belanda. Ciri khasnya tampak pada bentuk bangunan yang simetris, dinding tebal berwarna terang, serta keberadaan serambi luas di bagian depan yang berfungsi sebagai ruang penerima tamu sekaligus penyesuaian terhadap iklim tropis.

Menariknya, dalam interpretasi gambar ini, atap bangunan telah diubah menjadi atap rumbia—sebuah elemen yang identik dengan arsitektur tradisional Aceh. Hal ini mencerminkan perpaduan antara pengaruh kolonial Eropa dengan kearifan lokal. Dalam konteks sejarah, adaptasi seperti ini memang sering terjadi, di mana desain bangunan kolonial disesuaikan dengan kondisi lingkungan setempat, baik dari segi material maupun teknik konstruksi.

Lingkungan sekitar yang dipenuhi taman luas dan pepohonan rindang juga menggambarkan pola penataan kawasan hunian elite pada masa itu, yang biasanya dirancang dengan konsep “garden house” untuk menciptakan kenyamanan, sirkulasi udara yang baik, serta jarak dari kepadatan permukiman umum.

Secara keseluruhan, bangunan ini menjadi simbol pertemuan dua budaya—kolonial dan lokal—yang mencerminkan dinamika sosial, politik, dan arsitektur di Aceh pada masa lalu. 🧐

24/11/2025
KONSER DEWA 19 - Grup band papan atas Indonesia, Dewa 19. Konser Dewa 19 di Lhokseumawe terancam batal setelah Pemko men...
15/11/2025

KONSER DEWA 19 - Grup band papan atas Indonesia, Dewa 19. Konser Dewa 19 di Lhokseumawe terancam batal setelah Pemko mencabut rekomendasi dukungan terhadap kegiatan tersebut. 🙈

berat

26/07/2025

Setiap butir kopi bukan sekadar hasil panen, tapi bagian dari budaya, doa, dan cinta terhadap alam.

berat

Didataran tinggi Aceh Tengah, di antara kabut yang turun pelan dan semilir angin pegunungan, tumbuh biji kopi yang menyi...
24/07/2025

Didataran tinggi Aceh Tengah, di antara kabut yang turun pelan dan semilir angin pegunungan, tumbuh biji kopi yang menyimpan kisah: kopi Gayo.

Di tanah yang subur, para petani dengan tangan-tangan terampil memetik setiap buah merah dengan penuh ketelitian — warisan dari generasi ke generasi.

Setiap butir kopi bukan sekadar hasil panen, tapi bagian dari budaya, doa, dan cinta terhadap alam.
Di bawah sinar matahari pagi, biji kopi dijemur dengan sabar — seolah waktu ikut menjaga rasa.

Aromanya khas. Rasanya kompleks, lembut, dengan keasaman yang halus dan aftertaste yang menenangkan. Inilah persembahan dari tanah Gayo — bukan sekadar kopi, tapi cerita, semangat, dan identitas.

Kopi gayo merupakan varietas kopi arabika yang menjadi salah satu komoditi unggulan yang berasal dari Aceh Tengah, Indonesia.

Kopi gayo telah mendapatkan Fair Trade Certified dari Organisasi Internasional Fair Trade pada tanggal 27 Mei 2010.

Pada Event Lelang Special Kopi Indonesia tanggal 10 Oktober 2010 di Bali, kembali kopi arabika gayo memperoleh peringkat tertinggi saat cupping score. Sertifikasi dan prestasi tersebut kian memantapkan posisi kopi gayo sebagai kopi organik terbaik dunia.

Perkebunan kopi yang telah dikembangkan sejak tahun 1908 ini tumbuh subur di Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah dan sebagian kecil wilayah Gayo Lues. Ketiga daerah yang berada di ketinggian 1200 m di atas permukaan laut tersebut memiliki perkebunan kopi terluas di Indonesia.

Adapun penyebaran tumbuhan kopi ke Indonesia dibawa seorang berkebangsaan Belanda pada abad ke-17 yang mendapatkan biji arabika mocca dari Arabia ke Batavia.

berat

Kopi gayo merupakan varietas kopi arabika yang menjadi salah satu komoditi unggulan yang berasal dari Aceh Tengah, Indonesia. Kopi gayo telah mendapatkan Fai...

Tragedi Simpang KKA, juga dikenal dengan nama Insiden Dewantara atau Tragedi Krueng Geukueh, adalah sebuah peristiwa yan...
03/05/2025

Tragedi Simpang KKA, juga dikenal dengan nama Insiden Dewantara atau Tragedi Krueng Geukueh, adalah sebuah peristiwa yang berlangsung saat konflik Aceh pada tanggal 3 Mei 1999 di Kecamatan Dewantara, Aceh.

3 Mei 1999 - 3 Mei 2025

berat

Bandar Aceh, Rabu, 20 Jumadil Akhir 1009 Hijriah (26 Desember 1600). Pada hari itu Syahbandar Tun Jawa membuat kesepakat...
16/01/2024

Bandar Aceh, Rabu, 20 Jumadil Akhir 1009 Hijriah (26 Desember 1600). Pada hari itu Syahbandar Tun Jawa membuat kesepakatan dengan Paulus van Caerden dan Adam Vlaming menyangkut harga lada.

Syahbandar adalah titel penguasa pelabuhan. Nama Syahbandar Tun Jawa mengingatkan Gampong Jawa, sebuah kampung yang hari ini berada di wilayah Kecamatan Kuta Raja, Kota Banda Aceh.

Kampung atau Gampong Jawa adalah toponimi kuno yang mengacu ke sebuah area berada di tepi kiri sungai Aceh (selanjutnya, Krueng Aceh) di kawasan Kuala Aceh (muara sungai Aceh). Kekunoan toponimi ini sama sekali tidak terkait nama "Pulau Jawa" yang populer sejak dalam masa imperialisme Barat sampai dewasa ini. Lain halnya dengan apa yang disebut sebagai abjad Jawi dan Bahasa Jawi (Arab: Al-Jawiyyah; Aceh: Jawo). Keduanya terkait erat dengan toponimi kuno di wilayah utara Pulau Sumatra. Sumber-sumber geografi Arab-Persia yang kuno (sebelum imperialisme Barat) menyepakati apa yang disebut sebagai "Jawah", جاوه, adalah suatu wilayah (pangkalan) terletak di bagian utara pulau Sumatra.

Selengkapnya baca disini :
https://www.mapesaaceh.com/2024/01/kontrak-dagang-aceh-belanda-tahun-1009.html?m=1

Kepercayaan diri turut memengaruhi seseorang dalam berbicara dan bertindak. Kepercayaan diri juga dapat menentukan keseh...
06/12/2023

Kepercayaan diri turut memengaruhi seseorang dalam berbicara dan bertindak. Kepercayaan diri juga dapat menentukan kesehatan mental sekaligus menjadi bekal anak dalam menyongsong masa depan.

𝐃𝐚𝐲𝐚𝐡 𝐌𝐚𝐣𝐦𝐚'𝐮𝐥 𝐇𝐮𝐝𝐚 𝐁𝐮𝐤𝐞𝐭 𝐁𝐚𝐭𝐞𝐞 𝐁𝐚𝐝𝐚𝐧 kembali menerima Santriwan dan santriwati untuk tahun ajaran 2023/2024. Dayah Majm...
22/09/2023

𝐃𝐚𝐲𝐚𝐡 𝐌𝐚𝐣𝐦𝐚'𝐮𝐥 𝐇𝐮𝐝𝐚 𝐁𝐮𝐤𝐞𝐭 𝐁𝐚𝐭𝐞𝐞 𝐁𝐚𝐝𝐚𝐧 kembali menerima Santriwan dan santriwati untuk tahun ajaran 2023/2024. Dayah Majma'ul Huda Buket Batee Badan memiliki Visi & Misi yaitu mencetak generasi bangsa yang berasas syari'at islam dan berpengetahuan umum, bertaqwa dan berakhlak mulia. Dayah ini juga mengajarkan kitab-kitab arab seperti Matan Takrib, Awamel, Jarumiah, I'annah, Matammimah, Matam Bina. Dan lainnya.
Bagi Abi dan Ummi dapat mendaftarkan Putra dan Putri ke Dayah Majma'ul Huda Buket Batee Badan sekarang juga karena tidak dikenakan biaya apapun dan selama belajar Biaya Makan ditanggung penuh oleh Dayah.
𝐀𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐃𝐚𝐲𝐚𝐡 𝐌𝐚𝐣𝐦𝐚'𝐮𝐥 𝐇𝐮𝐝𝐚 𝐁𝐮𝐤𝐞𝐭 𝐁𝐚𝐭𝐞𝐞 𝐁𝐚𝐝𝐚𝐧
Buket Batee Badan, Kec. Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Aceh 24394

𝐀𝐧𝐣𝐮𝐫𝐚𝐧 𝐓𝐨𝐥𝐨𝐧𝐠 𝐌𝐞𝐧𝐨𝐥𝐨𝐧𝐠 𝐒𝐞𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐌𝐮𝐬𝐥𝐢𝐦 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐈𝐬𝐥𝐚𝐦“….Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa,...
06/09/2023

𝐀𝐧𝐣𝐮𝐫𝐚𝐧 𝐓𝐨𝐥𝐨𝐧𝐠 𝐌𝐞𝐧𝐨𝐥𝐨𝐧𝐠 𝐒𝐞𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐌𝐮𝐬𝐥𝐢𝐦 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐈𝐬𝐥𝐚𝐦

“….Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”. [QS Al Ma”idah:2].

𝐑𝐚𝐬𝐮𝐥𝐮𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐒𝐀𝐖 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝐛𝐝𝐚:
“Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya, dia tidak akan menzhalimi saudaranya atau membiarkan saudaranya dizhalimi. Siapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Siapa yang membantu menghilangkan kesulitan seorang muslim, Allah akan menghilangkan kesulitannya pada hari kiamat, dan siapa yang menutupi aib saudaranya, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat.” (HR. Bukhari no. 2442).

Address

Jalan Irigasi Langkahan Gampong Padang Meuria Kecamatan Langkahan
Aceh Utara
24394

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Aceh Tanoeh Ie posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Establishment

Send a message to Aceh Tanoeh Ie:

Share