20/01/2025
Bunyi kebon
Alunan bukan hanya dimainkan, namun ditanam. Ia tumbuh di kedalaman dan menyebar, menemui celah rongga untuk berakar. Itu bukan saja bunyi atzu sebut saja musik yang lewat, melainkan sesuatu yang bertahan lama, yang mengubah ruang dan siapa pun yang mendengarkannya.
Pemusik tidak berada di sana untuk tampil, ia adalah bagian dari lanskap. Bunyinya tidak mengisi kekosongan, namun membentuknya. Bermain karena bermainlah yang membuat segalanya menjadi masuk akal. Tak ada panggung, tak ada penonton, hanya dia dan musik yang mengalir bak ranting-ranting, terjalin dengan daun cahaya, dengan bumi, dengan udara yang membawanya semakin jauh.
Warna tidak menghiasi, mereka mengikuti getaran suara. Nada hangat memperluas energi, api dari setiap kunci kunci nada sederhanapun, bukan kemudian seolah rumit. Hijau dan biru menyimpan kedalaman, yang tersisa saat nada terakhir hilang.
Kebun, kebon bunyi ini bukanlah sebuah tempat, melainkan jejak yang ditinggalkan pemusik ketika ia menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar.