Chris Tabo

Chris Tabo Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Chris Tabo, Visual Arts, .

30/04/2022

❤️Untuk ibu❤️
* Terimakasih mom, engkau telah memberikan kasih sayang yang tidak dapat ku balas, engkau sangat baik bagi ku walaupun terkadang aku sering menyakiti hati mu, tetapi aku bangga memiliki mu yang sangat berharga bagi ku.

Engkau adalah ibu yang sangat luar biasa yang tidak pernah meninggalkan putri mu di saat dalam keadaan apapun, engkau adalah seorang perempuan pahlawan bagi ku.

Banyak orang tua di luar sana yang tidak bisa menyayangi dan mencintai anaknya, bahkan rela memukul, menganiaya dan menyiksa anak nya sendiri.
Tapi tidak dengan engkau, yang tidak membiarkan putri mu terluka.

Mom, engkau pantas ku sebut pahlawan karena engkau seorang perempuan tangguh yang pernah aku temui di dunia ini.

Mom, hari ini aku berpesan kepada mu, yaitu:aku berjanji akan menjaga mu di hari tua mu nanti ❤️🥰

🥀Doa ku🥀
Tuhan aku hanya meminta satu permintaan saja yaitu ; jaga ibu ku dan lindungilah dia sampai aku sukses nan berhasil,dan aku ingin berada di pelukan hangat nya dan berkata kepadanya "*aku tak akan membiarkan mu pergi jauh dari ku*"

"Demi Cinta" Kasih rusak orang pu anak perempuan  itu harusnya malu atau menyesal bukan bangga❌Banyak perempuan yang rel...
10/12/2021

"Demi Cinta"

Kasih rusak orang pu anak perempuan itu harusnya malu atau menyesal bukan bangga❌

Banyak perempuan yang rela rusak atas nama cinta💜.

Banyak perempuan yang rela kasih apa yang d**g punya tanpa pikir panjang, bahwa itu sangat berharga.

Tanpa pikir jauh sebelum berbuat, yg su hilang tidak mungkin bisa balik!!💔

Malahan ada yg rela berkorban, gadai bahkan d**g jual harga diri demi uang!🔥

Di mata laki² mungkin perempuan d**g rendah, tidak ada harga diri, atau murah!

Tapi coba lihat lebih jauh pasti d**g pu alasan untuk mo buat hal bgitu!🤧

Knpa setiap kesalahan pasti jatuh di perempuan?

Kalimat" dia bodo, siapa suruh de mo kasih? "
itu kalimat yg sering kita dengar!

Coba sdkit buka pikiran! Pas perempuan rusak, d**g cuma bisa pandang tong rusak! Tidak pernah kita ditanya apa? Knpa ? Atau siapa yg bikin tong sampe bgitu🔥?

Laki² kasih rusak perempuan bru tdk ada rasa tanggung jawab, tdk ada rasa malu, tdk ada rasa menyesal!

Yg ada cuma rasa bangga! Entah itu bangga jdi orang pertama, bangga karna su pernah rasa de punya, atau bangga lihat perempuan menangis setelah apa yg laki² d**g bikin!😃

Klo sesama perempuan mulai buka suara, angkat bicara untuk baku bela!

Apa yg laki² jwb??

Beda laki² beda sifat,
Atau:
Tidak semua laki² sama

Tpi faktanya smpe skrang sbagian besar, bahkan hampir seluruhnya laki² yg berbuat atur langkah pergi tanpa tanggung jawab!💔

Pdahal klo nikah, pihak laki² dan keluarga harap perempuan yg sepenuhnya suci, seutuhnya bersih, tanpa lihat lebih jauh keblakng apa yg pernah perempuan de alami!🥀

Dlm agama tdk mengenal karma, tapi hukum alam itu nyata, hari ini ko kasih rusak 1 perempuan kelak ko tdk akan dpt perempuan kecuali yg rusak!

Skalipun ko dpt perempuan baik², 1 kali lgi hukum alam itu nyata, masih ada anak cucu dengan keluarga yg lain, klo bukan ko yg dpt masih ada d**g!

Ingat, apa yg kita tanam itu yg akan kita panen.

Curhatan kata dari Irene Kogoya

Baca disini : https://www.instagram.com/wetexphoto/

Di Yunani kuno, Socrates memiliki reputasi besar dalam hal kebijaksanaan. Sehingga suatu hari seorang laki laki datang u...
08/12/2021

Di Yunani kuno, Socrates memiliki reputasi besar dalam hal kebijaksanaan. Sehingga suatu hari seorang laki laki datang untuk menemui filsuf besar itu, dan berkata:
"Apakah anda tahu apa yang saya dengar tentang teman anda?"
"Sebentar", Socrates menjawab, "sebelum anda memberi tahu saya, saya ingin menguji anda, dengan tiga saringan."
"Tiga saringan?"
"Ya", Socrates melanjutkan., "sebelum menceritakan sesuatu tentang orang lain, ada baiknya luangkan waktu untuk menyaring apa yang dimaksud. Saya menyebutnya tes tiga saringan. Saringan pertama adalah kebenaran. Sudahkah anda memeriksa apakah yang akan anda katakan itu benar?"
"Tidak, saya baru saja mendengarnya", jawab laki laki itu.
"Sangat bagus. Jadi, anda tidak tahu apakah itu benar. Kita melanjutkan dengan saringan kedua, yaitu kebaikan. Apa yang ingin anda ceritakan tentang teman saya, apakah itu hal yang baik?
"Oh tidak! Sebaliknya".
"Jadi anda ingin memberi tahu saya hal-hal buruk tentang dia dan anda bahkan tidak yakin itu benar. Mungkin anda masih bisa lulus tes yang ketiga, tes kegunaan. Apakah bermanfaat bagi saya untuk mengetahui apa yang akan anda ceritakan tentang teman ini?
"Tidak", jawab si laki laki itu.
"Jadi", Socrates menyimpulkan, "apa yang akan anda sampaikan kepada saya tidak benar, tidak baik dan tidak berguna;
Mengapa anda ingin memberi tahu saya?"

"Orang fasik membangkitkan perselisihan, dan gosip memisahkan serta membunuh teman yang baik".

Oleh: Micky Soko

Jurnalis: Jangan anggap isu Papua sensitif, jika mau melihat Papua secara adilRedaktur Pelaksana Majalah Tempo, Bagja Hi...
04/12/2021

Jurnalis: Jangan anggap isu Papua sensitif, jika mau melihat Papua secara adil

Redaktur Pelaksana Majalah Tempo, Bagja Hidayat menyatakan, apabila ingin melihat Papua secara adil, jangan menganggap isu Papua sensitif.

Pernyataan itu dikatakan Bagja Hidayat dalam diskusi daring Forexpo 2021, yang gelar Forest Watch Indonesia pada Kamis (2/12/2021). Diskusi ini bertemakan “Mata Media: Sudah Adilkah Kita Melihat Papua?”

“Untuk melihat Papua lebih adil, jangan menganggap [bicara] Papua isu sensitif, sehingga kini nyaman membicarakannya dan Papua menjadi terbuka, siapapun bisa bebas mengakses informasi tentang Papua, tak ada lagi pembatasan dan informasi menjadi merata,” kata Bagja.

Menurutnya, apabila isu mengenai Papua dijauhkan dari kekuasaan, dan orang banyak, situasi di sana tidak akan pernah berubah.

Akan seperti ini terus. Akses informasi mengenai Papua mesti bebas agar bias dan prasangka kita hilang. Ketika informasinya ditutup, hasilnya adalah ketidakadilan,” ujarnya.

Ia mengakui selama ini pemberitaan tentang Papua di media, terutama yang ada di luar Papua sangat minim. Situasi itu terjadi sebab akses informasi dibatasi. Jurnalis Tempo sendiri mengalaminya, ketika menginvestigasi mengenai deforestasi di sana beberapa waktu lalu.

“Kami dijaga betul (tidak diberi akses bebas). Dengan cara mendekatkan isu Papua ke kekuasaan lewat media, semoga akan lebih adil melihat Papua disertai kebijakannya nanti. Jadi kita ubah perspektifnya dulu,” ucapnya.

Pernyataan hampir sama dikatakan Roy Murtadho dari Indoprogress. Katanya, melihat Papua aspek apapun, baik HAM, kebijakan ekonomi, sosial, politik dan lainnya, sama sekali tidak adil.

“Memang sejak awal, sejarah Papua dan Indonesia adalah sejarah kekerasan. Sehingga kami lebih cenderung membahas ekonomi politik. Siapa yang melakukan apa dan siapa yang mendapatkan apa. Misalnya dalam mobilisasi militer [ke Papua], keuntungannya apa,” kata Roy.

Menurutnya, dalam pemberitaan mengenai Papua, kebanyakan media menggunakan narasi tunggal atau hanya sumber dari pengambil kebijakan. Narasi tunggal dalam pemberitaan media mengenai Papua ini pun dianggap rawan, sehingga mesti dibongkar.

“Narasi tunggal ini yang harus dibongkar bersama. Meski sulit karena pemerintah menghalang halangi media terutama media asing meliput di sana, dan akses informasi semua ditutup kecuali akses dari militer,” ucapnya.

“Ini yang mesti kita bongkar agar semua orang adil melihat Papua. Kita selalu bicara anti-kekerasan, tapi sepertinya belum adil untuk Papua,” sambungnya. (*)

NKRI Harga Mati: Slogan memusnahkan orang asli PapuaOleh: Sebedeus Mote*“NKRI Harga Mati”NKRI harga mati adalah sebuah s...
04/12/2021

NKRI Harga Mati: Slogan memusnahkan orang asli Papua

Oleh: Sebedeus Mote*

“NKRI Harga Mati”

NKRI harga mati adalah sebuah slogan yang sering digaungkan untuk menyatakan diri, bahwa kita menyetujui dan mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan keempat pilarnya.

Biasanya akan sering kita temukan istilah tersebut diucapkan dengan lantang dalam setiap yel-yel kegiatan kepramukaan, paskibra, atau kegiatan sebuah organisasi, dimana asas pembentukannya adalah sebuah wadah yang memupuk kecintaan kader atau anggotanya kepada tanah air. Seperti badan-badan otonom di bawah naungan Nahdlatul Ulama dan ormas-ormas moderat lainnya.

Bagaimana jika ideologi kesatuan tersebut diubah dengan paham negara Islam atau sejenisnya? Bisa dipastikan akan ada daerah yang menyatakan untuk memisahkan diri dari negara Indonesia. Bukankah sangat disayangkan jika hal tersebut terjadi? Ingatlah kembali, bagaimana para raja terdahulu dan para pejuang kemerdekaan memperjuangkan tanah dan negara ini?

Oleh sebab itu, NKRI harus “harga mati”, tidak bisa ditawar lagi. Maka upaya-upaya makar walaupun masih sekadar isu dan katanya, tetap harus kita waspadai. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati?

Bagi Indonesia “NKRI harga mati” tidak bisa ditawar. Oleh karena slogan itulah rakyat Papua hampir pasti terus dibunuh oleh Indonesia, melalui TNI/Polri sebagai alat negaranya.

Penerapan “NKRI Harga Mati” di Papua

Secara umum Indonesia gagal mempraktikkan atau menanamkan ideologi NKRI harga mati di Papua. Malah slogan itu menjadi alat untuk membunuh manusia asli Papua.

Dalam UUD 1945 pasal 28 huruf I ayat (1) ditegaskan bahwa setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. Tetapi kenyataannya hak untuk hidup untuk mempertahankan kehidupan rakyat dikendalikan oleh TNI/Polri.

Tak bisa dipungkiri bahwa itu adalah tugas sebagai alat negara. Namun stigma dari negara-negara lain dan manusia yang berasal dari kaum tak bersuara pun menilai, masa depan negara Indonesia akan hancur, ditertawakan, dihina, dan malah dianggap bodoh kalau TNI/Polri tidak memaknai dan menghargai hak hidup manusia Papua khususnya dan manusia Indonesia pada umumnya.

Tindakannya tidak sesuai dengan semboyan “NKRI harga mati”. Cara pendekatannya sangat tidak manusiawi dan membunuh manusia Papua dengan pendekatan seperti ular.

Memang benar bahwa pada umumnya manusia itu memiliki hak untuk hidup dan mati. Hidup dan mati merupakan sebuah kepastian yang Tuhan berikan kepada kita. Diri kita ini berharga dan paling luhur dibandingkan dengan ciptaan Tuhan yang lain, maka hidup sebelum mati mesti diperjuangkan.

Manusia juga berharga ketika mencoba melakukan hal-hal yang luhur, dan tidak berharga ketika tidak mencintai harga hidup yang diimpikan oleh setiap pribadi manusia.

Peran TNI/Polri memang sangat dibutuhkan untuk memelihara keutuhan dan hak hidup seluruh warga negara Indonesia. Situasi keamanan untuk bagaimana mempertahankan hidup, negara Indonesia tidak cermat, tetapi menjadikan semboyan untuk mempertahankan negara dan membunuh rakyat Papua secara brutal dan tidak hormat, seakan harimau memangsa yang lemah dan tak berdaya.

Dalam tulisan singkat ini penulis mau katakan, bahwa sebenarnya yang mesti diangkat oleh negara adalah soal harga untuk hidup, bukan mematikan nyawa manusia Papua.

NKRI Harga Mati” biasanya diabadikan di pos-pos TNI/Polri. Untuk mempertahankan hal di atas ini, negara melalui militernya selalu saja melanggar HAM di Tanah Papua. NKRI harga mati tidak bisa diganggu gugat, namun bisa digugat dan terlepas jika tindakan tidak manusiawi dan kekerasan terus mengancam nyawa orang asli Papua.

Negara ini, sebenarnya macam apa? Sebagaimana biasa, setiap kali terjadi pelanggaran HAM selalu saja negara menyampaikan kepada negara lain bahwa ini hanya “soal kesejahteraan masyarakat” di Papua. Ini lebih bahaya karena negara justru memusnahkan rakyat yang hidup aman, lalu biasa berujar “nanti kami akan selesaikan”.

Nah konsep ini sedianya keluar dari mulut setan, karena pada dasarnya TNI/Polri ini memperjuangkan harga mati, bukan harga hidup. Manusia Papua itu mencintai harga hidup, bukan mati. Untuk itulah perjuangan free West Papua hidup terpelihara sampai masa kini.

Manusia Papua percaya bahwa dalam pembebasan ada harga hidup, ada damai, kebenaran dan kasih. Kalau memang harga mati itu Tuhan yang buat, apakah motif Tuhan atas kejahatan TNI/Polri, sehingga menimbulkan luka batin dan derita bagi orang Papua?

NKRI “Harga Mati” melahirkan pelanggaran HAM di Papua

Dalam album penderitaan manusia Papua, hidup mana pun, kapan pun dan siapa pun, memang tidak pernah absen dari derita, kematian dan kekerasan atau kekejaman dari Indonesia. Kekerasan atau kekejaman ini terus mewarnai seluruh kehidupan manusia Papua.

Hal ini membuat kita tersentak kaget namun sebetulnya pernyataan itu tidak perlu, sebab memang begitu realitas yang sebenarnya yang dikendalikan oleh TNI/Polri. Masalah kekerasan atau kekejaman yang dilakukan TNI/Polri ini tidak lain, selain untuk memusnahkan orang asli Papua.

Semboyan “NKRI Harga Mati” hemat penulis lahir karena Papua merdeka, maka supaya tidak merdeka, pemikiran TNI/Polri saat ini mau dan tidak mau manusia Papua harus mati. Jika begitu, sungguh biadab sekali otak negara Indonesia.

Biarkanlah orang Papua berekspresi untuk bebas (dan berdaulat). Orang Papua sudah muak dengan slogan “NKRI harga mati” yang justru mengorbankan ribuan nyawa.

Pelanggaran-pelanggaran HAM masih menyisakan luka karena belum diselesaikan. Sejumlah pelanggaran HAM itu misalnya Paniai Berdarah (7-8 Desember 2014), dan beberapa kasus lainnya.

Negara harus mempertanggungjawabkan seluruh pelanggaran HAM yang terjadi di Papua, sebab ribuan manusia Papua yang tak berdosa dibunuh oleh negara. TNI/Polri stop melakukan kekerasan politik dan pelanggaran HAM di Papua.

Pada zaman ini bangsa Indonesia berusaha untuk mencabut hak hidup orang Papua dengan semboyan “NKRI Harga Mati”. Maka, mari kita robohkan semboyan ini, karena justru digunakan oleh negara untuk membunuh rakyat Papua.

TNI/Polri tidak layak mempraktikkan semboyan NKRI “Harga Mati” di Papua untuk membunuh orang asli Papua. Maka, mari kita perjuangkan harga hidup kita, yakni menentukan nasib sendiri. Hidup damai perlu diperjuangkan dalam bingkai harga hidup. Manusia Papua itu harga hidup bukan murahan. (*)

Address


Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Chris Tabo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Establishment

Send a message to Chris Tabo:

  • Want your establishment to be the top-listed Arts & Entertainment?

Share