24/02/2026
Obsesi 70 Nyawa di Ladang Tebu
Pada tahun 1997, sebuah desa tenang di Dusun Aman Damai, Sumatera Utara, mendadak mencekam. Semuanya bermula dari penemuan sesosok mayat wanita di ladang tebu. Polisi awalnya mengira ini pembunuhan biasa, sampai penyelidikan mengarah pada seorang pria yang sangat dihormati warga setempat: Ahmad Suradji, seorang dukun yang dianggap sakti.
Fakta yang Mengguncang Dunia:
Mimpi Sang Ayah: Saat ditangkap, Suradji memberikan pengakuan yang membuat bulu kuduk berdiri. Ia mengklaim bahwa pada tahun 1986, mendiang ayahnya datang dalam mimpi dan memerintahkannya untuk membunuh 70 wanita agar ia bisa menjadi "Dukun Sakti" yang tak terkalahkan.
Ritual yang Mengerikan: Suradji tidak hanya membunuh. Ia mengubur korbannya di ladang tebu dalam posisi berdiri, terkubur hingga sebatas pinggang, dengan kepala menghadap ke rumahnya. Ia percaya dengan cara ini, kekuatan korbannya akan terserap kepadanya.
Modus Operandi: Korban-korbannya adalah wanita yang datang kepadanya untuk meminta bantuan supranatural (agar suami setia, cepat dapat jodoh, atau penglaris dagangan). Karena percaya pada kesaktiannya, para wanita ini menurut saja ketika diajak ke ladang tebu di tengah malam untuk melakukan "ritual mandi."
Jumlah Korban: Secara resmi, Suradji mengaku telah membunuh 42 wanita dalam rentang waktu 11 tahun (1986–1997). Namun, banyak yang percaya jumlah aslinya jauh lebih banyak, mendekati angka 70 sesuai mimpinya.
Kasus ini menyita perhatian dunia karena menunjukkan sisi gelap praktik klenik yang masih sangat kuat di masyarakat modern saat itu. Media asing menyoroti bagaimana seorang pria bisa melakukan pembunuhan berantai selama lebih dari satu dekade tanpa terdeteksi, tepat di bawah hidung warga yang sangat menghormatinya.
Ahmad Suradji dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Lubuk Pakam. Setelah bertahun-tahun banding, ia akhirnya dieksekusi oleh regu tembak pada tanggal 10 Juli 2008.