Ruang Imaji

Ruang Imaji Semua Tentang Puisi, Alam, & Senja

Sementara pergi, tetapi akan kembaliHingga kemudian memudar lagiIa jauh tak tersentuhIa senja yang hilang dalam renjanaA...
30/06/2020

Sementara pergi, tetapi akan kembali
Hingga kemudian memudar lagi
Ia jauh tak tersentuh
Ia senja yang hilang dalam renjana
Apakah yang menautkan kata, seperti darah ketika luka mengungkapnya
Kita pernah sebagai pernah, dan berakhir sebagai akhir
Aku lelaki kelana yang tak tau kemana
Aku petualang yang tak tau arah jalan p**ang
Datang sebagai pemenang, atau kalah menjadi pecundang

_Kadang kita merasa jauh, seolah kita berada di tempat yang berbeda, tapi ingatlah kita masih berada dibawah langit yang...
04/01/2020

_Kadang kita merasa jauh, seolah kita berada di tempat yang berbeda, tapi ingatlah kita masih berada dibawah langit yang sama, langit yang mendekatkan kita, jauh atau dekat hanya masalah persepsi, yang jauh bisa terasa dekat jika disyukuri, begitu p**a yang dekat bisa terasa teramat jauh jika tidak ada kesadaran untuk saling memiliki, kepada malam kusampaikan salam, kepada langit kutitipkan doa, tolong jangan pergi apapun itu, kau adalah rumah tempat kembali, please don't go_

Ketika mata tak lagi bisa menatap, bisakah mulut berbisik untuk menyebutmu?Ketika mulut tak lagi sanggup menyapa, bolehk...
03/01/2020

Ketika mata tak lagi bisa menatap, bisakah mulut berbisik untuk menyebutmu?

Ketika mulut tak lagi sanggup menyapa, bolehkah ingatan mengenangmu?

Ketika ingatan ini tak mau memutar kembali segala kenanganmu, dapatkah tidurku memunculkan mimpi tentangmu?

Agar aku bisa kembali mengingatmu, berbisik namamu, dan mengenangmu.

Jika kau tak berkenan hadir, haruskah kuhapus saja segala bayangan yang muncul sepanjang sang surya menghadirkan cahyanya?

beberapa hal yang sudah kita rencanakan terkadang memang tidak terjadi seperti apa yang kita inginkan. beberapa perasaan...
03/01/2020

beberapa hal yang sudah kita rencanakan terkadang memang tidak terjadi seperti apa yang kita inginkan. beberapa perasaan yang kita rasakan kadang juga tidak terbalas seperti apa yang kita harapkan
menuntut orang lain untuk memenuhi harapan kita bukanlah suatu hal yang benar, begintupun memaksa seseorang untuk membalas perasaan bukanlah hal yang baik
kadang kita hanya perlu ikhlas, merenungkan segala harapan kemudian berdamai ketika itu tidak kita dapatkan, menjadi lapang ketika kita mampu ikhlas terhadap apa yang tidak semesta berikan pada kita

hujan sore inimenetes dari p**imumengalir di pelupuk sunyimembasahi detak waktujejak-jejak menulis sajakbarangkali matam...
25/12/2019

hujan sore ini
menetes dari p**imu
mengalir di pelupuk sunyi
membasahi detak waktu
jejak-jejak menulis sajak
barangkali matamu dan mata hujan
adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan
serupa api kepada abu
seperti aku kepada kamu
menderas pada getar kata
sajak-sajak ditulis menepis sepi
melebur jarak dirinya
pasti dikenalnya rindu
merekah pada nafasmu
melebur pada detak waktu
hujan kesunyian
tidakkah kau dengar puisi
suara sepi
pada pertemuan ini
sajak yang ditulis tak pernah terbaca
sebab rindu selalu membuat kita lupa
lalu hujan menulis puisi lagi
di setiap rintiknya
pada suatu sore ini
hujan yang menderas
sajak-sajak yang tak terbaca
hingga sampai pada sunyi
aku masih sendiri
berteduh pada puisi
dari hujan sore ini

Lalu untuk apa kita hidup? jika hanya mampu melihat kenyang tanpa merasakan. Tanpa banyak harapan. Hamba berkehendak sep...
23/12/2019

Lalu untuk apa kita hidup? jika hanya mampu melihat kenyang tanpa merasakan. Tanpa banyak harapan. Hamba berkehendak seperti mereka. Rombongan orang yang telah sampai pada muara akhir. Tapi Tuhan. Wujud kenyataan berpihak kepada siapapun. Kepergianmu serupa kabut pagi yang ditampar mentari. Hilang seketika. Tak berbekas, Bahkan serasa tak pernah ada. Serupa mimpi yang musnah sesaat setelah mata terbuka. Kamu ada dalam ketiadaan. Kadang sengaja kembali kututup mataku. Mungkin dengan demikian kau akan muncul. Menemani sekejap. Namun, kau lagi-lagi hilang. Bahkan ketika kutengok setiap ruang dalam kepalaku, kau tak ada. Aku kehilangan. Ini bodoh. Ini tidak masuk akal. Tak bisa kuhentikan.

Entahlah apa namanya,Semua begitu samar, tak jelas,Kabut itu menutupi jalan ini,Jalan yang kutempuh,Hingga sampai ku di ...
22/12/2019

Entahlah apa namanya,
Semua begitu samar, tak jelas,
Kabut itu menutupi jalan ini,
Jalan yang kutempuh,
Hingga sampai ku di persimpangan jalan,
Dan kuputuskan selangkah aku tlah berbelok ke alur sebelah,
Namun aku tersontak,
Kabut dibelakang berteriak, menarik dan memaksaku menatap kegelapan,
Kaki ku pun kaku,
Terdiam sejenak ke merasuk ke kisah masa itu,
Nostalgia yang hampir membuatku gila,
Seketika,
Sebuah cahaya mengacaukan lamunanku,
Ku ingin beranjak meraih cahaya itu,
Namun,
Hasratku berat,
Dan akhirnya,
Aku tetap terdiam, dan memutuskan,
Terdiam dengan tubuhku yang berdiri,
Ku tinggalkan hati dan cintaku,
Di persimpangan jalan ini, :')

Dibawah langit biruBumi tempatku berpijakKakiku berdiri ditanah yang damaiDan disinilah ku habiskan perjalanan Langit ya...
22/12/2019

Dibawah langit biru
Bumi tempatku berpijak
Kakiku berdiri ditanah yang damai
Dan disinilah ku habiskan perjalanan
Langit yang cerah bertabur senyuman
Hamparan sawah nan luas
Akar-akar bergotong-royong
Membangun desa yang makmur
Inilah tempat dimana aku dilahirkan
Dilindungi oleh bunga-bunga yang budiman
Diselimuti oleh tangan yang berakhlak

Dapatkah kau semaikan binar-binarmu di tengah relungnya palung malam sekarang ?Mungkinkah dapat kau jajarkan, barisan ka...
22/12/2019

Dapatkah kau semaikan binar-binarmu di tengah relungnya palung malam sekarang ?
Mungkinkah dapat kau jajarkan, barisan kalimat tuk diudarakan ditengah angin malam ini tentang sua mu di hari riang ?
Atau setidaknya, mungkinkah dirimu merapatkan sedikit jarakmu yang saat ini rasanya merenggang bak tak berliang ?
Rindu kini telah terbang merayap tinggi hingga ke kaki-kaki langit.
Jajaran kata puisi kini telah beradu keras bak genderang perang yang bertalu-talu sangat sengit.
Doa-Doa juga kini telah terperanjat tak tentu arah, layaknya insan tersasar seorang pelaut yang berharap akan cahaya mercusuar ditengah malam beriring bulan sabit.
Dan padang ombak yang bergeriliya buas ditengah laut lepas
Jangan tanya, itulah isi pikiran Semesta saat ini.

Mulai mengenalmu membuatku megenal duniaDunia yang berbeda dari yang kujalani selama iniAku tidak tau kenapa aku harus s...
20/12/2019

Mulai mengenalmu membuatku megenal dunia
Dunia yang berbeda dari yang kujalani selama ini
Aku tidak tau kenapa aku harus selalu menyiapkan waktu
Walau hanya untuk sekedar menyapamu
Aku mulai terbiasa mengahabiskan malam bersamamu
Sungguh aku mulai merasa dunia kembali berwarna
Pelangi kembali tersenyum padaku
Kau tau bagaimana menemukan kenyamanan
Kau tau bagaimana cara menemukan bahagiamu
Aku sedikit mulai belajar tentang hidup
Perlahan aku sudah mulai nyaman denganmu
Aku harap tetaplah seperti ini
Memang aku tidak terlalu membuka diri
Kau tau kenapa
Karena menemukan rasa nyaman itu sulit
Jangan pernah berubah
Aku tidak pernah meminta banyak

Guguran air menyelubungi rona p**i senjaMengembang senyum sepasang insan bertudung payung jinggaBumi sudah dijamah resap...
20/12/2019

Guguran air menyelubungi rona p**i senja
Mengembang senyum sepasang insan bertudung payung jingga
Bumi sudah dijamah resapan manis hujan senja
Usapan tangan di kala pintu-pintu langit terbuka
Magis hujan meniduri relung-relung kerinduan
Pertemuan perpisahan silih berganti tanpa salam
Bagai sebujur kilat membelah angkasa tak pedulikan masa
Setara air hujan kala rasa menjatuhkan lara
Menatap hitam pemegang gagang payung jingga

Lamunan-lamunan hampa menghempas kebisuan semestaKetika matahari turun kedalam jurang-jurang khatulistiwaKala gurat jing...
20/12/2019

Lamunan-lamunan hampa menghempas kebisuan semesta
Ketika matahari turun kedalam jurang-jurang khatulistiwa
Kala gurat jingga melenyapkan warna
Hingga saat gelap mulai melahap kemilauan cahaya
Siang pun pergi..
Menanggalkan seberkas cerita
Ketika sang surya bercokol garang dipuncak cakrawala
Menyinari hamparan luas tanah air ibu pertiwi
Menerangi setiap jimpit ruang yang dijejaki
Kini..
Ketika senja mulai berkonspirasi dengan semesta
Mengundang gelap malam yang membiaskan pandangan
Memudarkan cahaya keemasan hingga bersimpul hitam
Melenyapkan yang terang menyemaikan kesunyian
Kala moment senja…Mengingatkanku pada bangsa Indonesia

Endereço

Macao

Telefone

+85328599576

Website

Notificações

Seja o primeiro a receber as novidades e deixe-nos enviar-lhe um email quando Ruang Imaji publica notícias e promoções. O seu endereço de email não será utilizado para qualquer outro propósito, e pode cancelar a subscrição a qualquer momento.

Compartilhar

Categoria