16/05/2015
SUDAH KAH ANDA MEMBACA BIOGRAFI NABI MUHAMMAD SAW.
Dari Ubdaidullah bin Utbah, ia mengabarkan
bahwa Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma
menyediakan waktu khusus dalam harinya untuk
mempelajari sirah Nabi”. (Maghazi Rasulullah
oleh Mushthafa al-A’zhama, Hal: 23).
Abdullah bin Abbas adalah sepupu dan sahabat
Rasulullah yang hidup bersama Nabi ﷺ , namun
beliau tetap mempelajari dan mengkaji kehidupan
Nabi untuk beliau teladani. Bagaimana dengan
kita?
Biografi Nabi atau yang sering disebut sirah nabi
adalah bagian dari agama ini. Allah ﷻ berfirman,
ﻭَﻣَﺎ ﻳَﻨْﻄِﻖُ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻬَﻮَﻯٰ . ﺇِﻥْ ﻫُﻮَ ﺇِﻟَّﺎ
ﻭَﺣْﻲٌ ﻳُﻮﺣَﻰٰ
“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Alquran)
menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu
tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan
(kepadanya).” (QS. An-Najm: 3-4).
Allah ﷻ juga berfirman,
ﺑِﺎﻟْﺒَﻴِّﻨَﺎﺕِ ﻭَﺍﻟﺰُّﺑُﺮِ ۗ ﻭَﺃَﻧْﺰَﻟْﻨَﺎ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﺍﻟﺬِّﻛْﺮَ
ﻟِﺘُﺒَﻴِّﻦَ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﻣَﺎ ﻧُﺰِّﻝَ ﺇِﻟَﻴْﻬِﻢْ ﻭَﻟَﻌَﻠَّﻬُﻢْ
ﻳَﺘَﻔَﻜَّﺮُﻭﻥَ
“Keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-
kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Alquran,
agar kamu menerangkan pada umat manusia apa
yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya
mereka memikirkan.” (QS. An-Nahl: 44).
Penjelasan agama ini didapatkan melalui
penjelasan secara lisan, amalan, dan penetapan.
Sirah Nabi adalah bentuk amalan. Karena
merupakan praktik dari Rasululullah ﷺ terhadap
Alquran. Karena itu, mempelajari sirah Nabi
adalah hal yang sangat penting.
Ada beberapa alasan yang menjadi alasan
mengapa membaca biografi Nabi itu penting:
Pertama : Allah ﷻ memerintahkan kita untuk
menyusun dan membukukan perjalanan hidup
Nabi-Nya ﷺ . Allah Ta’ala berfirman,
ﻟَﻘَﺪْ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻜُﻢْ ﻓِﻲ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃُﺳْﻮَﺓٌ
ﺣَﺴَﻨَﺔٌ ﻟِﻤَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺮْﺟُﻮ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ
ﺍﻟْﺂﺧِﺮَ ﻭَﺫَﻛَﺮَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah
itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi
orang yang mengharap (rahmat) Allah dan
(kedatangan) hari kiamat dan dia banyak
menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21).
Tidak mungkin seseorang bisa menjadikan Nabi
ﷺ sebagai teladan kecuali dengan mempelajari
jalan hidup beliau. Dan seseorang tidak bisa
mempelajari perjalanan hidup beliau kecuali ada
pembukuan sunnah, bimbingan, perkataan,
perbuatan, dan taqrir beliau ﷺ .
Kedua: kita mempelajari perjalanan hidup Nabi,
karena merupakan perjalanan tokoh terbesar
dalam sejarah dunia. Perjalanan hidup manusia,
anak keturunan Adam yang paling utama.
Sebagaimana sabda beliau,
ﺃَﻧَﺎ ﺳَﻴِّﺪُ ﻭَﻟَﺪِ ﺁَﺩَﻡَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍْﻟﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ
“Aku adalah pemimpin anak adam pada hari
kiamat…” (HR. Muslim, 4: 1782).
Sering sejarah kehidupan tokoh-tokoh besar
dunia saja menarik perhatian kita. Lalu kita pun
membacanya, memberi inspirasi dan semangat
pada kehidupan kita. Lalu bagaimana dengan
sejarah tokoh terbesar dalam peradaban
manusia? Sudahkah kita membacanya? Sudahkah
memberi semangat dan inspirasi dalam
kehidupan kita?
Ketiga: mempelajari sirah Nabi merupakan jalan
untuk memahami Alquran. Karena banyak ayat
yang diturunkan berkaitan dengan suatu kejadian
dalam perjalanan hidup Nabi ﷺ .
kemudian
setelah ayat tersebut diturunkan, Rasulullah ﷺ
mempraktikan suatu amalan sebagai penjelasan
dari ayat. Ini merupakan penjelasan secara amal/
praktik dari beliau ﷺ .
Jadi, sirah menjelaskan ayat dari sisi sebab
diturunkannya dan dari sisi bagaimana
mengamalkan kandungan ayat tersebut.
Abdurrahman bin Humaid Badis rahimahullah
mengatakan, “Memahami Alquran adalah dengan
cara memahami kehidupan Nabi dan sunnahnya.
Memahami kehidupan Nabi bergantung kepada
Alquran. Dan memahami Islam adalah dengan
cara memahami keduanya.” (ad-Durar al-Ghaliyah
fi Adab ad-Da’wah wa ad-Da’iyah oleh Ibnu Badis,
Hal: 59).
Keempat: di antara prinsip agama yang paling
mendasar adalah pengenalan seseorang terhadap
Nabi Muhammad ﷺ . Prinsip ini merupakan
prinsip dasar yang kedua setelah mengenal Allah
ﷻ .
Mengenal Nabi ﷺ meliputi lima hal: (1)
mengenal nasab beliau yang merupakan nasab
yang mulia, (2) mengetahui tahun dan tempat
beliau dilahirkan serta tempat hijrahnya, (3)
mengetahui kehidupan kenabian yang
berlangsung selama 23 tahun, (4) dengan apa
beliau diangkat menjadi nabi dan rasul, dan (5)
untuk apa dan mengapa beliau diutus.
Nabi ﷺ diutus dengan membawa risalah tauhid,
mengesakan Allah ﷻ . Membawa syariat-Nya
yang terdapat perintah dan larangan. Beliau
diutus sebagai rahmat, kasih sayang bagi alam
semesta. Mengeluarkan mereka dari gelapnya
kesyirikan, kekufuran, dan kebodohan, menuju
cahaya ilmu, hidayah, dan tauhid. Kemudian
seseorang mendapatkan maghfirah dan ridha
Allah. Mereka selamat dari siksa dan binasa.
Mengenal Rasulullah ﷺ akan mengantarkan
seseorang kepada:
Bertambah rasa cinta, pengagungan, dan
pemuliaan kepada Nabi ﷺ . Cinta dan
pengagungan yang dibangun berdasarkan
ilmu bukan hanya sekedar emosi temurun.
Dan cinta karena pengetahuan inilah cinta
yang dituntunkan oleh syariat.
Kita akan meneladani beliau ﷺ . Umat Islam
diperintahkan untuk menjadikan beliau
sebagai teladan. Allah Ta’ala berfirman,
“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar)
mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah
mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”.
Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.” (QS. Ali Imran: 31). Allah ﷻ
janjikan kecintaan dan pengampunan dosa
bagi orang-orang yang meneladani Nabi.
Tidak mungkin kita bisa meneladani beliau
tanpa mengetahui perjalanan hidup beliau.
Sesuatu yang menyempurnakan kewajiban,
maka ia juga menjadi wajib untuk dilakukan.
Allah mewajibkan meneladani Nabi, maka
wajib bagi seseorang mengetahui perjalanan
hidup beliau.
Kelima : sirah Nabi adalah ilmu yang luas
cakupannya, bahkan bisa meliputi ilmu-ilmu
syariat lainnya. Dari belajar sirah Nabi kita bisa
mengetahui tentang:
Akidah: seseorang akan memahami urgensi
akidah ketika mengetahui betapa besarnya
perhatian Nabi dalam mensucikan akidah,
mendakwahkannya, dan menjadikannya
prioritas dalam dakwahnya.
Hukum-hukum fikih: sering para sahabat
bertanya tentang suatu permasalahan ibadah,
lalu beliau menjawab dan menjelaskannya.
Akhlak: dari belajar sirah kita juga bisa
mengetahui bagaimana praktik Rasulullah ﷺ
dalam kehidupan sosial. Bagaimana akhlak
beliau terhadap sahabat-sahabatnya, istri-
istrinya, pembantunya, dll.
Dakwah: kita bisa mengetahui materi dakwah
Nabi dan bagaimana kesabaran beliau dalam
menjalaninya.
Sudahkah Anda mempelajari sirah Nabi?
Sumber:
– az-Zaid, Zaid bin Abdul Karim. Cet. ke-8 1436
H. Fiqh as-Sirah. Riyadh: Dar at-Tadmoria.