14/10/2022
Beras Ulek
Ini masih cerita ttg pesta boneka sesi 'When Puppetters Cook' di desa wisata sejarah kelor. H-2 acara kami mendapat informasi kebutuhan bahan memasak. Satu diantaranya adalah 50gr beras untuk masakan Lap Kai dari Thailand.
Ketika daftar kebutuhan bahan tersebut disodorkan pada penggiat DPU (dapur umum) sudah menimbulkan keheranan. Khawatir tidak mencukupi maka disiapkan beras sebanyak 200gr - kira-kira cukup utk satu porsi masakan dengan nasi. Pd hari H ternyata memang hanya butuh 50gr beras (bukan utk ditanak menjadi nasi). Sang chef dr Thailand justru berusaha melumatnya di atas piring dg sendok.
Ketika warga kami menawarkan cobek sang chef langsung mengiyakan. Ketika cobek dan ulekan disodorkan ada sedikit kekecewaan krn cobek yg dibayangkan adl berbentuk lumpang dan alunya. The show must go on, cobekpun lantas digunakan. Mula-mula beras ditaruh di atas cobek kemudian ulekan diputar-putar utk melumatkan beras. Melihat hal itu seorang siswa mencoba membantu dg memperagakan penggunaan cobek utk mengulek beras. Sang chef manggut-manggut melihat cara penggunaan cobek dan ulekan.
Selesai diulek ternyata beras tersebut digunakan utk campuran masakan Lap Kai. Warga yg melihat senyum-senyum... 'andai saja yg dipesan adl tepung beras!' Gap komunikasi itupun ditanggapi dg senyuman sang chef. Jadi, benar bahwa 'jarak terpendek antara dua orang adalah senyuman.'
~!@ #$%^&*()_+myepigram