24/06/2026
Ular tangga menggambarkan perjalanan hidup manusia dari awal sampai tujuan. Dalam perjalanan itu, kita tidak pernah bergerak lurus. Kadang hidup terasa mudah, tiba-tiba ada kesempatan, rezeki, pertolongan, atau hasil dari usaha yang membuat kita melompat jauh ke depan. Di lain waktu, saat merasa sudah dekat dengan tujuan, bisa saja datang masalah, kesalahan, atau cobaan yang membuat kita mundur jauh.
Yang menarik, pemain tidak bisa memilih angka dadu. Artinya tidak semua hal dalam hidup berada dalam kendali kita. Kita tidak bisa memilih lahir di keluarga mana, kapan sakit, kapan bertemu orang baik, atau kapan mendapat keberuntungan. Namun setelah angka keluar, kita tetap harus melangkah. Di situlah letak tanggung jawab manusia.
Karena itu, filosofi ular tangga bukan tentang siapa yang paling cepat naik atau siapa yang tidak pernah turun. Filosofinya adalah bahwa hidup selalu berisi naik dan turun, dan orang yang berhasil adalah orang yang tetap berjalan meskipun beberapa kali jatuh ke bawah.
Makanya kalau dipikir-pikir, pemain yang tadi ada di kotak 90 lalu digigit ular ke kotak 20 belum tentu kalah. Selama permainan belum selesai, dia masih punya kesempatan mendapat tangga lagi. Mirip kehidupan juga kan om? Kadang orang yang kelihatannya sudah "jadi", eh malah jatuh. Ada juga yang sempat terpuruk lama, lalu bangkit dan berhasil.
Jadi filosofi ular tangga yang paling saya s**a adalah:
"Jangan terlalu sombong saat naik, jangan terlalu putus asa saat turun, karena keduanya sama-sama bagian dari perjalanan."