Oreo coklat imut46

Oreo coklat imut46 Konten
⚡Hiburan
⚡ Berita
⚡Kehiduan
⚡Fakta seputar lingkungan
⚡Random
Jangan Baper ya Cuma Konten..!

06/06/2026

Eh ya ampun manusia sudah hilang akal dan sadarnya😢

‼️Viral Bocah Ditertawakan Karena Sepeda Rongsok dan Bertelanjang Kaki.Di tengah peserta dengan sepeda mahal dan perleng...
06/06/2026

‼️Viral Bocah Ditertawakan Karena Sepeda Rongsok dan Bertelanjang Kaki.

Di tengah peserta dengan sepeda mahal dan perlengkapan lengkap, seorang bocah 13 tahun bernama Pech Theara datang dengan sepeda tua berkarat. Tanpa helm, tanpa sarung tangan, bahkan tanpa alas kaki.

Banyak orang memandangnya dengan ragu.

Tak ada yang menyangka ia akan menjadi sorotan hari itu.

_Lahir dalam Keterbatasan
Theara berasal dari keluarga miskin di Kamboja.

Ayahnya bekerja sebagai buruh kasar, sementara ibunya menderita penyakit kronis.

Hidup tidak memberinya banyak pilihan, tetapi ia memilih untuk tidak menyerah pada keadaan.

_Berani Bermimpi Saat Tak Punya
Apa-Apa

Saat mendengar ada kejuaraan sepeda gunung remaja, ia langsung mendaftar. la sadar perlengkapannya jauh dari layak.
Namun ia percaya, keberanian untuk mencoba lebih penting daripada alasan untuk mundur.

_Diremehkan Sebelum Balapan Dimulai

Lintasan yang harus dilalui penuh lumpur, batu, tanjakan curam, dan turunan berbahaya. Melihat sepeda tua yang dibawanya, banyak orang meragukan kemampuannya.
Namun Theara datang bukan untuk dikasihani. la datang untuk membuktikan dirinya.

_Lalu Sesuatu yang Tak Terduga Terjadi

Saat peluit dibunyikan, Theara langsung melesat meninggalkan para pesaingnya.
Bocah tanpa alas kaki itu terus mengayuh tanpa rasa takut. la tidak hanya melawan peserta lain, tetapi juga melawan segala keterbatasan dalam hidupnya.

_Modal Terbesarnya Bukan Sepeda

Peserta lain memiliki perlengkapan yang lebih baik. Tetapi Theara memiliki keberanian, ketekunan, dan keyakinan yang tak bisa dibeli dengan uang.

Saat orang lain fokus pada kekurangannya, ia fokus pada tujuannya.
Kalimat yang Membungkam Semua Keraguan Setelah lomba, Theara berkata:

"Saya datang ke sini untuk bersaing. Sejak tiba, saya berpikir untuk menang. Dan saya melakukannya."
Kisahnya mengajarkan bahwa yang menentukan masa depan bukanlah keadaan kita hari ini, melainkan keberanian untuk terus maju meski segalanya terasa tidak berpihak.

‼️Sutradara Film Pesta Babi, Dandhy Laksono Semprot Pihak yang Antar Mama Sinta ke Jakarta Lapor Polisi, Diam saat Tanah...
06/06/2026

‼️Sutradara Film Pesta Babi, Dandhy Laksono Semprot Pihak yang Antar Mama Sinta ke Jakarta Lapor Polisi, Diam saat Tanah Direbut

JAKARTA, Framing News TV – Sutradara film dokumenter Pesta Babi, Dandhy Dwi Laksono, memberikan tanggapan terkait laporan yang diajukan Mama Yasinta atau Mama Sinta terhadap film tersebut.

Mama Sinta merupakan salah satu tokoh yang tampil dalam film dokumenter tersebut. Namun, belakangan ia menyampaikan keberatan dan melaporkan persoalan tersebut kepada pihak kepolisian.

Dandhy Hormati Langkah Hukum Mama Sinta

Dalam keterangannya pada Sabtu (30/5/2026), Dandhy menegaskan bahwa dirinya menghormati keputusan Mama Sinta untuk menempuh jalur hukum.

Menurutnya, setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan keberatan dan mencari penyelesaian melalui mekanisme yang berlaku.

Di sisi lain, Dandhy juga menilai masyarakat memiliki hak untuk mengetahui berbagai persoalan yang terjadi di Papua sebagaimana diangkat dalam film dokumenter tersebut.

"Kami hormati pilihan Mama Yasinta. Sebagaimana kami menghormati hak setiap orang untuk tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi di Papua," ujar Dandhy dalam keterangannya.

Soroti Pendampingan terhadap Mama Sinta

Selain menanggapi laporan tersebut, Dandhy juga menyoroti pihak-pihak yang disebutnya turut memfasilitasi keberangkatan Mama Sinta ke Jakarta untuk membuat laporan polisi.

Ia mempertanyakan keberadaan pihak-pihak tersebut pada saat masyarakat adat menghadapi berbagai persoalan yang berkaitan dengan hak atas tanah dan wilayah adat.

Menurut Dandhy, perhatian terhadap masyarakat adat seharusnya tidak hanya muncul ketika terjadi polemik terkait film dokumenter.

Singgung Persoalan Tanah Adat

Dandhy menyatakan bahwa masyarakat adat di Papua selama ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk persoalan yang berkaitan dengan tanah ulayat.

Ia menilai isu tersebut juga perlu mendapatkan perhatian yang sama besarnya dari berbagai pihak.

"Waktu tanah ulayatnya diambil tanpa izin, mereka tak datang menjemput dan mengantarnya ke Jakarta untuk lapor polisi," tegas Dandhy.

Polemik Film Masih Berlanjut

Polemik terkait film Pesta Babi masih menjadi perhatian publik setelah muncul perbedaan pandangan antara pihak yang terlibat dalam produksi film dan Mama Sinta.

Sementara proses hukum berjalan, berbagai pihak terus menyampaikan pandangan masing-masing terkait film tersebut maupun isu-isu yang diangkat di dalamnya.

Perkembangan kasus ini diperkirakan masih akan menjadi sorotan, mengingat adanya aspek hukum, sosial, dan isu masyarakat adat yang turut menjadi bagian dari perdebatan yang berkembang.

06/06/2026

Pak supir langsung kasih paham dengan menyeret sejauh mungkin begal di belakang truk.!

06/06/2026

Detik-detik penumpang ojol kena bogem
Kronologi mesum, ijol di raba-raba!

06/06/2026

Kelakuan ngatini sama ngatino🤭

Satreskrim Polres Pringsewu mengamankan enam remaja yang diduga terlibat dalam aksi tawuran antar kelompok di Jalan Lint...
05/06/2026

Satreskrim Polres Pringsewu mengamankan enam remaja yang diduga terlibat dalam aksi tawuran antar kelompok di Jalan Lintas Barat Sumatera, Pekon Ganjaran, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Pringsewu Iptu Rosali mengatakan, keenam remaja tersebut diamankan oleh Tim Tekab 308 Satreskrim Polres Pringsewu pada Rabu (3/6/2026) di enam lokasi berbeda.

Mereka diketahui berasal dari dua kelompok yang terlibat bentrokan, yakni PJ (Pajaresuk Pringsewu) dan Warca Boys 25 dari wilayah Kecamatan Pagelaran.

“Dari enam remaja yang diamankan, dua orang masih berstatus pelajar SMP, sementara empat lainnya merupakan lulusan SMA,” ujarnya, Jumat (5/6/2026)..

Enam remaja yang diamankan masing-masing berinisial N (13), J (19), Z (14) dari kelompok PJ, serta S (19), A (19), dan D (19) dari kelompok Warca Boys 25.

Dalam penangkapan tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa tiga bilah senjata tajam jenis celurit berukuran lebih dari satu meter, serta dua alat pemukul berupa gear motor yang dimodifikasi dengan tali kain atau sabuk.

Rosali menjelaskan, dalam aksi tersebut kedua kelompok saling menyerang dan tidak segan melukai lawan menggunakan senjata tajam maupun alat pemukul.

Polisi juga menemukan indikasi adanya penggunaan bahan peledak rakitan berupa bom molotov dalam peristiwa tawuran tersebut.

"Beruntung tidak ada korban jiwa. Namun peristiwa ini menimbulkan keresahan masyarakat dan membahayakan keselamatan pengguna jalan," bebernya.

Berdasarkan hasil penyidikan dan gelar perkara, polisi menetapkan tiga dari enam remaja yang diamankan sebagai tersangka kasus kepemilikan senjata tajam tanpa izin. Sementara tiga lainnya masih berstatus saksi.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan alat bukti yang cukup terkait penguasaan dan kepemilikan senjata tajam yang digunakan dalam tawuran tersebut.

Selain itu, polisi masih memburu empat orang lainnya yang telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Empat orang yang sudah masuk DPO masih dalam proses pencarian. Kami mengimbau agar mereka segera menyerahkan diri untuk menjalani proses hukum," katanya.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 307 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait kepemilikan senjata tajam tanpa hak dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun.

Sementara bagi tersangka yang masih berusia di bawah umur, proses hukum akan dilakukan sesuai ketentuan dalam Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

Rosali menegaskan pihaknya akan mengusut tuntas kasus tersebut dan memburu seluruh pihak yang terlibat.

"Proses penyidikan akan kami lakukan secara profesional hingga tahap pelimpahan perkara ke jaksa penuntut umum dan persidangan. Kasus ini juga terus kami kembangkan untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat," tegasnya.

Rosali turut mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama pada malam hari. (*)

,‼️Kejadian di Jenar Sragen Anak SD meninggal dunia di rumahnyaSejumlah warga digegerkan dengan penemuan jasad seorang b...
05/06/2026

,‼️Kejadian di Jenar Sragen Anak SD meninggal dunia di rumahnya

Sejumlah warga digegerkan dengan penemuan jasad seorang b*c*h yang masih duduk di bangku sekolah dasar meninggal dunia di dalam rumahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun anak tersebut diketahui bernama Bilqis (11) warga Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Sementara itu, Kades Dawung, Jenar, Sragen, Aris Sudaryanto, mendapat laporan dari Ketua RT tentang adanya k*rb*n dugaan perampokan. Aris langsung lapor ke Polsek Jenar dan mendatangi lokasi.

"Tadi banyak orang di lokasi. Saya minta warga supaya bubar. Kemudian dipasang garis polisi," ujar dia.

Aris mengatakan di lantai rumah banyak jejak kaki orang. Dia menerangkan dari banyaknya jejak kaki itu, kemungkinan pelaku lebih dari satu orang. Dia mengatakan k*rb*n yang masih berumur 11 tahun dan duduk di kelas V SD.

"Jadi sepeda motor Honda Vario warna biru yang hilang. Anaknya memang di rumah sendiri karena ibu dan bapaknya bekerja. Kondisi lukanya yang parah di bagian muka yang penuh luka senjata tajam," jelas dia.




05/06/2026

Maling di indomart di kepung masa, sebenarnya kasihan, tapi kok ya maling😢

Address

Sukoharjo
Sukoharjo
57112

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Oreo coklat imut46 posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share