14/10/2024
"Pertemuan di Jalan Sepi"
Sinta, seorang wanita muda yang baru saja pulang kerja, berjalan tergesa-gesa di jalan setapak yang gelap. Malam itu ia kemalaman karena ada pekerjaan yang mendesak. Jalanan sepi, hanya terdengar suara angin yang sesekali berhembus pelan dan dedaunan yang bergesekan.
Lampu-lampu jalan yang jaraknya berjauhan hanya memberi sedikit penerangan. Sesekali Sinta melirik jam di tangannya, berharap segera sampai di rumah. Namun, semakin jauh ia melangkah, perasaan tidak nyaman mulai menyelimuti dirinya. Ada sesuatu yang aneh, seperti ada yang mengawasinya.
Tiba-tiba, di depan sana, di bawah lampu jalan yang remang, muncul sosok seorang nenek tua. Tubuhnya bungkuk, rambutnya panjang dan putih, serta pakaiannya lusuh. Nenek itu berdiri diam, menghalangi jalan Sinta. Wajahnya tidak terlihat jelas karena tertutup bayangan, tetapi ada sesuatu yang mengerikan dari sosoknya.
Sinta berhenti sejenak, merasa ragu. "Apa yang dilakukan nenek itu di sini, malam-malam begini?" pikirnya. Dia mencoba melangkah mundur, namun kakinya terasa berat, seolah-olah tidak bisa bergerak.
Nenek itu kemudian mengangkat wajahnya. Sepasang mata merah menatap Sinta tajam. Wajah keriputnya menyeringai, memperlihatkan gigi-gigi hitam yang mengerikan. "Kau... pulang... terlambat," suara nenek itu serak, tetapi terdengar jelas di telinga Sinta.
Dengan napas tertahan, Sinta berbalik, berusaha lari secepat mungkin. Namun, setiap kali dia menoleh ke belakang, nenek itu selalu ada, semakin dekat. Suara langkah kaki tua itu terdengar menyeret di belakangnya, semakin mendekat. Jantung Sinta berdegup kencang, kepanikan merayap di tubuhnya.
Tiba-tiba, tangannya terasa dingin, seperti ada yang mencengkeram pergelangan tangannya. Dia menjerit, namun tidak ada suara yang keluar dari mulutnya. Saat itu, nenek itu berdiri tepat di hadapannya, dengan wajah yang penuh amarah.
"Jangan pulang terlalu malam, Nak...," bisik nenek itu, sebelum perlahan-lahan menghilang menjadi kabut.
Sinta terjatuh, gemetar, tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Di tengah jalan yang sunyi itu, hanya dia dan bayangan malam yang menyaksikan kengerian yang baru saja dialaminya.