Sudut Berani

Sudut Berani Mini Vlog Keseharian ✅
Penggemar KDM & Om Zein ✅ Barudak Rawacina Community (BRC) Merupakan Anak Kreatip Konten Kreator & Komunitas

PURWAKARTA – Memasuki puncak musim kemarau tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengeluarkan imbauan tegas kepada...
27/08/2026

PURWAKARTA – Memasuki puncak musim kemarau tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya kebakaran.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein menyoroti melonjaknya angka peristiwa kebakaran yang terjadi di wilayahnya selama beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan data yang dihimpun sejak bulan Juli hingga 27 Agustus 2026, mencatatkan peningkatan kasus pemadaman yang cukup signifikan. Fenomena ini memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen warga agar potensi kerugian materiil hingga korban jiwa dapat ditekan semaksimal mungkin.

Lonjakan 92 Kasus Kebakaran di Purwakarta

Dalam keterangannya, Om Zein membeberkan bahwa sepanjang periode Juli hingga akhir Agustus 2026 ini, telah tercatat puluhan insiden kebakaran yang melanda berbagai kawasan di Kabupaten Purwakarta. Bangunan pemukiman hingga area lahan terbuka tak luput dari amukan si jago merah.

"Ada 92 kejadian kebakaran di Purwakarta dari Juli sampai Agustus 2026. Baik itu rumah, gedung, maupun kebun," ungkap Om Zein saat memberikan imbauan kepada masyarakat.

Meski angka kejadian tergolong tinggi, penanganan di lapangan sejauh ini dapat diatasi oleh petugas penanggulangan bencana dan pemadam kebakaran setempat. Evaluasi terhadap kecepatan penanganan terus dilakukan guna mengoptimalkan proteksi bagi masyarakat.

"Alhamdulillah semua terkendali. Ada yang cepat dan ada yang lambat, tergantung dari laporan masyarakat, daya jangkau lokasi, serta besarnya api," tambahnya.

Kelalaian Manusia Jadi Penyebab Utama

Hal yang paling krusial dari maraknya peristiwa kebakaran di musim kemarau ini adalah faktor pemicunya. Om Zein menegaskan bahwa mayoritas musibah kebakaran yang terjadi belakangan ini bukan semata-mata faktor alam murni, melainkan dipicu oleh kecerobohan dan kelalaian aktivitas manusia sehari-hari.

Udara dingin yang kering disertai hembusan angin kencang khas musim kemarau membuat percikan api sekecil apa pun dapat dengan cepat menyebar dan membesar menjadi kobaran api yang sulit dikendalikan.

"Penyebab utamanya rata-rata karena kelalaian kita sendiri. Dari buang puntung rokok sembarangan, pembakaran daun, hingga sampah yang tidak diawasi yang selanjutnya terbawa angin sehingga memicu kebakaran ataupun percikan alami yang menimbulkan api," jelas Bupati Purwakarta tersebut.

Aktivitas sederhana seperti membakar sampah di pekarangan atau membersihkan lahan kebun dengan cara dibakar menjadi pemicu paling sering terjadinya kebakaran vegetasi yang merembet ke pemukiman warga.

Langkah Preventif Menjaga Lingkungan

Menanggapi situasi ini, Om Zein mengajak seluruh warga Purwakarta untuk bergotong-royong meningkatkan kesadaran lingkungan dan menghentikan kebiasaan-kebiasaan berbahaya

yang berpotensi memicu timbulnya api. Pencegahan awal dari tingkat rumah tangga merupakan kunci utama menghindari bencana yang lebih besar.

"Dengan demikian, mari tingkatkan kewaspadaan. Kita harus tetap waspada dan menjaga lingkungan dari kegiatan-kegiatan yang bisa menimbulkan api," tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Purwakarta juga mengingatkan beberapa langkah preventif yang dapat dilakukan masyarakat selama musim kemarau:

1. Hindari Membakar Sampah: Hindari aktivitas membakar sampah atau daun kering di area terbuka, terutama saat angin kencang.
2. Kelola Puntung Rokok: Pastikan puntung rokok telah benar-benar padam sebelum dibuang pada tempatnya.
3. Periksa Instalasi Listrik: Cek secara berkala jaringan listrik di rumah dan gedung untuk mengantisipasi korsleting yang rentan memicu api saat cuaca panas.
4. Segera Lapor Petugas: Segera menghubungi layanan darurat pemadam kebakaran setempat jika melihat adanya indikasi titik api atau asap yang mencurigakan di sekitar lingkungan.

Dengan meningkatkan sinergi antara kesiapsiagaan petugas dan kepedulian masyarakat, diharapkan potensi kebakaran di Kabupaten Purwakarta dapat diminimalisasi sehingga situasi kondusif dan aman tetap terjaga sepanjang musim kemarau ini.***

SUDUTBERANI, PURWAKARTA - Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, menunjukkan komitmen k...
24/08/2026

SUDUTBERANI, PURWAKARTA - Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat efisiensi dan pembangunan infrastruktur dasar bagi masyarakat.

Di hadapan seluruh jajaran pejabat, mulai dari Kepala Dinas hingga Sekretaris Daerah (Sekda), Om Zein secara tegas menginstruksikan perubahan prioritas penggunaan anggaran daerah. Fokus utamanya dialihkan sepenuhnya untuk perbaikan infrastruktur jalan serta pembenahan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan gedung sekolah yang terancam roboh.

Sikap tegas tersebut disampaikan langsung oleh Om Zein saat memberikan arahan kepada jajarannya. Ia mengilustrasikan kondisi riil masyarakat bawah yang butuh penanganan cepat dan nyata tanpa sekat birokrasi yang berbelit.

"Kira-kira kalau kita dihadapkan keadaan seperti itu, apa yang akan kita perbuat?" tanya Om Zein di depan para pejabat yang hadir.

Realita Ribuan Rumah Tidak Layak Huni

Sejak awal menjabat sebagai Bupati, Om Zein mengungkapkan bahwa dirinya langsung dihadapkan pada persoalan krusial. Terdapat setidaknya 10.650 unit rumah warga miskin di Purwakarta yang berada dalam kondisi tidak layak huni.

Banyak warga yang menyuarakan keluhan atas kerusakan tempat tinggal mereka. Hal ini mendesak pemerintah daerah untuk mengambil tindakan instan meski anggaran yang dimiliki relatif terbatas.

"Banyak warga sudah teriak berbagai kerusakan rumah yang dialami, ini harus diperbaiki meski faktanya uangnya seadanya," tegas Om Zein.

Strategi Penghematan: Setop Rapat Hotel dan Perjalanan Dinas

Guna menyiasati keterbatasan anggaran, Om Zein mengambil keputusan berani berupa efisiensi belanja daerah secara komprehensif.

Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memangkas kegiatan sekunder yang dinilai membuang-buang anggaran negara.

Dalam arahannya, ia menegaskan beberapa poin efisiensi anggaran:

* Penghentian Sementara Hibah: Penyaluran dana hibah distop sementara untuk dialokasikan pada sektor yang lebih mendesak.
* Larangan Rapat di Hotel: Seluruh dinas dilarang menyelenggarakan rapat di hotel dan diwajibkan memanfaatkan fasilitas gedung pemerintah.
* Penghapusan Perjalanan Dinas Tak Jelas: Memangkas biaya perjalanan dinas dan pos anggaran belanja OPD yang tidak memberikan dampak langsung kepada rakyat.

"Makanya Om Zein memohon maaf kepada Pak Sekda, Pak Sekda mau marah ke saya boleh, Kepala Dinas mau marah ke saya boleh. Yang pertama bagaimana hibah bukan tidak ada tapi disetop dulu. Yang kedua kepada kepala OPD jangan lagi rapat di hotel, uangnya sayang mending kita pakai buat perbaiki rumah miskin dan perbaiki jalan rusak saja," ujar Om Zein yang disambut tepuk tangan riuh para peserta rapat.

Capaian Pembangunan Jalan dan Rutilahu

Kebijakan pangkas anggaran ini terbukti membuahkan hasil nyata. Sejak awal kepemimpinannya, alokasi dana dari penghematan belanja daerah langsung disalurkan untuk perbaikan akses jalan dan perumahan warga.

Pada awal dilantik, Purwakarta memiliki statistik jalan rusak sepanjang kurang lebih 200 km. Melalui akselerasi perbaikan yang konsisten, saat ini sisa jalan rusak di Purwakarta berhasil dipangkas dan hanya menyisakan sekitar 80 km lagi. Om Zein menargetkan penanganan sisa jalan rusak sepanjang 80 km tersebut akan tuntas sepenuhnya dalam kurun waktu 3 tahun ke depan.

Sementara itu, untuk program Rumah Tidak Layak Huni, penanganan bertahap terus dilakukan. Dari total awal 10.650 unit Rutilahu, kini tersisa 6.954 rumah yang masuk dalam antrean pembenahan secara bertahap.

"Kenapa kita harus menghemat dalam berbagai sektor yang dianggap bisa ditunda? Karena kita ingin membangun dan memperbaiki hal yang jauh lebih penting untuk rakyat," pungkas Om Zein.***

SUDUTBERANI, PURWAKARTA - Menikah merupakan momen sakral yang diimpikan setiap pasangan. Namun, tak jarang impian menyel...
24/08/2026

SUDUTBERANI, PURWAKARTA - Menikah merupakan momen sakral yang diimpikan setiap pasangan. Namun, tak jarang impian menyelenggarakan pesta pernikahan yang megah justru menjadi beban finansial yang berat di kemudian hari.

Menjawab permasalahan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta bersama Kementerian Agama (Kemenag) Purwakarta menghadirkan solusi konkret melalui Program Nikah Hemat.

Inisiatif ini digagas langsung oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein. Program ini dirancang khusus untuk mempermudah masyarakat yang ingin melangsungkan pernikahan tanpa harus terbeban dengan biaya yang membengkak.

Fasilitas Lengkap Program Nikah Hemat Purwakarta

Program Nikah Hemat tidak hanya sekadar membebaskan biaya akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA). Pemkab Purwakarta bersama Kemenag menghadirkan deretan fasilitas mewah secara gratis bagi para pengantin:

1. Biaya Nikah Gratis: Pasangan pengantin cukup membawa maskawin/mahar ke KUA tanpa dipungut biaya akad.
2. Bebas Pilih Mobil Dinas: Pasangan pengantin disiapkan kendaraan pengantin berupa mobil dinas pejabat Pemkab Purwakarta. Pengantin bebas memilih mobil dinas Camat, Kepala Dinas, Sekda, hingga Mobil Dinas Bupati.
3. Pakaian dan Riasan Gratis: Urusan penampilan tidak perlu dipikirkan. Fasilitas pakaian pengantin, riasan, dan makeup telah disediakan penuh oleh Dharma Wanita Kemenag Purwakarta.
4. Uang Amplop dari Bupati: Tidak berhenti pada fasilitas fisik, Om Zein juga memberikan amplop berisi bantuan tunai kepada setiap pasangan yang mengikuti program ini.

Bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan fasilitas peminjaman mobil dinas pengantin, pendaftaran dan pelaporan dapat dilakukan secara langsung melalui tempat pengaduan masyarakat Bale Katresna.

Alasan di Balik Program: Mencegah Beban Utang dan Bank Emok

Langkah Om Zein menghadirkan Program Nikah Hemat didasari oleh keprihatinannya terhadap fenomena sosial di tengah masyarakat. Banyak pasangan muda yang terjebak utang demi menggelar resepsi pernikahan yang terkesan mewah.

"Beberapa hari sebelumnya, di beberapa kesempatan saya bertemu dengan seorang pasangan yang sudah menikah mengadu. Imbas dari pinjam uang untuk biaya nikah terjadi perselisihan dalam rumah tangga, karena beban utang," ujar Om Zein.

Ia menyayangkan dorongan masyarakat yang sering kali memaksakan diri demi gengsi sosial, hingga akhirnya terjerat pinjaman ilegal maupun lembaga keuangan non-formal.

"Niatnya ingin mewah, pakai hiburan, pesta, undang banyak orang, padahal hasil dari utang koperasi dan Bank Emok," tambah Om Zein.

Melalui program ini, Pemkab Purwakarta ingin mengedukasi masyarakat bahwa esensi pernikahan terletak pada kesakralan ikatan dan kesiapan mengarungi bahtera rumah tangga, bukan pada kemewahan pesta yang berujung masalah keuangan.

Keberlanjutan Program: Pembekalan Keterampilan Usaha

Pemerintah Kabupaten Purwakarta tidak membiarkan para pengantin baru ini begitu saja setelah prosesi akad usai. Om Zein menegaskan bahwa program ini memiliki rencana aksi jangka panjang untuk menjamin kesejahteraan keluarga baru tersebut.

Pemkab Purwakarta akan berkolaborasi dengan Kemenag untuk mengumpulkan para alumni peserta Nikah Hemat guna diberikan pelatihan kerja dan wirausaha.

"Untuk ke depan, Pak Kemenag, yang kemarin sudah mengikuti Nikah Hemat kita kumpulkan untuk diberikan pelatihan keterampilan supaya bisa menghidupi istri, anak, dan keluarga," pungkas Om Zein.

Dengan adanya integrasi antara fasilitas pernikahan gratis dan pemberdayaan ekonomi pascanikah, Program Nikah Hemat diharapkan mampu menekan angka perselisihan rumah tangga akibat faktor ekonomi, sekaligus membangun pondasi keluarga yang mandiri dan sejahtera di Purwakarta.***

PURWAKARTA — Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta dalam membenahi infrastruktur jalan terus dibuktikan seca...
22/08/2026

PURWAKARTA — Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta dalam membenahi infrastruktur jalan terus dibuktikan secara nyata. Kali ini, giliran ruas jalan Sukatani Cekdam yang berada di Desa Sukatani, Kecamatan Sukatani, mendapatkan sentuhan perbaikan total berupa pengaspalan hotmix berkualitas tinggi.

Proyek rekonstruksi jalan yang menjadi jalur utama mobilitas warga serta penunjang akses menuju SMA di wilayah Sukatani ini dikerjakan langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Purwakarta.

Kehadiran jalan mulus ini disambut antusias oleh para pelajar, tenaga pendidik, hingga masyarakat setempat yang selama ini mendambakan akses transportasi yang aman dan nyaman.

Wujud Nyata Komitmen Pemkab Purwakarta

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein, menegaskan bahwa pemerataan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu program prioritas utama pemerintah daerah. Langkah cepat DPUTR dalam merespons kebutuhan jalan layak di Sukatani merupakan bagian dari strategi besar penataan wilayah kabupaten.

Jalan beraspal hotmix tidak hanya memberikan kenyamanan berkendara, tetapi juga meningkatkan keamanan lalu lintas, khususnya bagi para siswa yang lalu lalang setiap hari menuju sekolah. Akses yang prima di kawasan Sukatani Cekdam kini memangkas waktu tempuh dan meminimalisir risiko kecelakaan akibat jalan berlubang.

Targetkan Sisa 80 Km Jalan Rusak Rampung Bertahap

Pengerjaan jalan di Desa Sukatani hanyalah satu dari sekian banyak titik yang masuk dalam skema penanganan infrastruktur daerah. Om Zein mengungkapkan bahwa Pemkab Purwakarta saat ini tengah memfokuskan anggaran dan sarana untuk menuntaskan sisa sekitar 80 kilometer jalan rusak yang tersebar di berbagai sudut daerah.

Pemerintah daerah optimis target penuntasan jalan rusak tersebut dapat diselesaikan secara bertahap. Pendekatan ini dilakukan agar seluruh alokasi anggaran dapat terserap secara presisi dengan kualitas pengerjaan yang memenuhi standar ketahanan tinggi.

Sasar Pelosok Desa Demi Genjot Ekonomi dan Mobilitas

Perbaikan infrastruktur jalan di Purwakarta tidak dirancang secara eksklusif untuk kawasan perkotaan atau jalan protokol semata. Om Zein menegaskan bahwa pemerataan akan terus menyasar hingga ke pelosok desa.

Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat jalan desa merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Akses jalan yang memadai di tingkat pedesaan akan berdampak langsung pada:

1. Kelancaran Distribusi Hasil Tani: Memudahkan petani mengangkut hasil panen ke pasar tanpa terkendala medan yang berat.
2. Peningkatan Sektor Pendidikan: Mempermudah anak-anak sekolah mencapai sarana pendidikan dengan cepat dan aman.
2. Pemberdayaan UMKM Lokal: Mendorong konektivitas antardesa sehingga roda ekonomi kerakyatan dapat bergerak lebih cepat.
3. Akses Pelayanan Kesehatan: Mempercepat jangkauan warga desa menuju fasilitas kesehatan masyarakat.

Pesan Om Zein: Mohon Bersabar dan Mari Bersama Merawat

Melalui unggahan video di akun media sosial resminya saat meninjau langsung proses pengaspalan jalan di Sukatani, Om Zein menyampaikan pesan terbuka kepada seluruh warga Kabupaten Purwakarta. Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan bersabar menunggu giliran perbaikan di wilayah masing-masing.

"Semua jalan rusak di Purwakarta akan diperbaiki secara bertahap. Kepada masyarakat yang jalannya belum diperbaiki, mohon bersabar, semua akan kebagian. Yang jalannya sudah diperbaiki, mohon untuk dirawat bersama," ujar Om Zein.

Imbauan tersebut menjadi ajakan bagi warga untuk turut menjaga dan memelihara kualitas jalan yang telah selesai dibangun. Peran aktif masyarakat, seperti membatasi muatan kendaraan berlebih dan menjaga sistem drainase di sekitar jalan, sangat diperlukan agar jalan beraspal hotmix ini dapat bertahan lama dan memberi manfaat jangka panjang bagi seluruh warga Purwakarta.***

PURWAKARTA - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Mulyamekar, Kecamatan Babakancikao, ...
17/08/2026

PURWAKARTA - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Mulyamekar, Kecamatan Babakancikao, berlangsung meriah dan penuh kehangatan.

Kehadiran Bupati Purwakarta, Om Zein, menjadi sorotan utama saat ia menyapa langsung warga yang antusias mengikuti pawai unik dengan balutan kostum seram nan jenaka.

Di hadapan ratusan emak-emak dan masyarakat setempat, Om Zein menyampaikan komitmen pemerintah daerah terkait pemerataan infrastruktur.

Ia menegaskan bahwa program akselerasi perbaikan jalan rusak tidak hanya berfokus di pusat kota, melainkan akan menjangkau seluruh pelosok wilayah Kabupaten Purwakarta secara bertahap.

Komitmen Pemerataan Infrastruktur Jalan

Dalam sambutannya, Om Zein memuji kondisi jalan di Desa Mulyamekar yang saat ini sudah mulus dan nyaman dilalui oleh kendaraan masyarakat. Kendati demikian, ia meminta masyarakat di wilayah lain yang jalannya belum tersentuh perbaikan untuk tetap tenang dan bersabar.

"Jalan di sini sudah bagus diperbaiki, tinggal sisanya di daerah lain sabar tunggu giliran," ujar Om Zein di tengah sorak-sorai warga Mulyamekar.

Pemerintah Kabupaten Purwakarta terus memetakan titik-titik jalan kritis yang membutuhkan penanganan prioritas. Langkah ini diambil guna memastikan akses mobilitas warga, distribusi logistik, hingga aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa dapat berjalan tanpa hambatan.

Gerakan "Ngosrek" untuk Kebersihan Bahu Jalan

Tak hanya berfokus pada pembangunan fisik jalan, Om Zein juga menyoroti pentingnya perawatan lingkungan di sekitar akses transportasi tersebut. Ia menekankan pesan khusus mengenai budaya *Ngosrek* (ngored, bebersih, dan berseka) kepada seluruh warga yang hadir.

Menurutnya, percepatan pembangunan jalan harus berjalan selaras dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Bahu jalan yang bebas dari rumput liar dan semak belakangan tidak hanya mempercantik estetika desa, tetapi juga memperpanjang umur pakai jalan serta menjaga keamanan para pengguna jalan.

"Jalan yang sudah dibangun harus kita jaga bersama. Kebersihan bahu jalan lewat aksi *Ngosrek* sangat penting agar air tidak tersumbat dan jalan tidak cepat rusak," tambahnya.

Keseruan Hadiah Tunai untuk Warga

Kemeriahan acara semakin pecah saat Om Zein menggelar kuis interaktif secara mendadak di atas panggung improvisasi. Suasana penuh tawa terlihat ketika para ibu-ibu berebut untuk menjawab pertanyaan yang dilemparkan oleh Bupati Purwakarta tersebut.

Pertanyaan sederhana namun bermakna dilontarkan: "Apa kepanjangan dari tradisi Ngosrek?"

Salah seorang emak-emak beruntung berhasil maju dan menjawab dengan tepat bahwa "Ngosrek" merupakan akronim dari ngored, bebersih, berseka.
Keberanian dan ketepatan jawaban warga tersebut langsung diganjar hadiah uang tunai sebesar Rp500.000 secara tunai dari kantong pribadi Om Zein, yang disambut tepuk tangan riuh dari penonton.

Sinergi Pemkab dan Masyarakat Purwakarta

Momen kebersamaan di Desa Mulyamekar ini menjadi gambaran nyata kedekatan antara pimpinan daerah dan warganya. Melalui pendekatan yang humanis dan santai, pesan-pesan pembangunan dapat tersampaikan dengan efektif tanpa menghilangkan suasana sukacita perayaan Kemerdekaan RI.

Pemerintah Kabupaten Purwakarta berharap semangat gotong royong melalui aksi *Ngosrek* ini dapat direplikasi oleh seluruh desa di wilayah Purwakarta.

Dengan kombinasi jalan yang mulus serta lingkungan yang bersih, kualitas hidup dan keindahan desa-desa di Purwakarta dipastikan akan meningkat secara signifikan dalam waktu dekat.***

PURWAKARTA – Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein, memanfaatkan kegiatan olahraga Minggu pa...
16/08/2026

PURWAKARTA – Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein, memanfaatkan kegiatan olahraga Minggu pagi di Lembur Harepan untuk mengonsolidasikan agenda penting daerah.
Di sela-sela aktivitas fisik tersebut, Om Zein menegaskan komitmennya dalam mengamankan seluruh aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta agar tidak ada lagi celah sengketa hukum di masa depan.

Momentum tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antara Om Zein dengan tim kuasa hukum Pemkab Purwakarta, Marwan Iswandi.

Marwan merupakan sosok pengacara yang mendampingi Pemkab Purwakarta dalam menghadapi kasus gugatan lahan SMP Negeri Babakan Cikao beberapa waktu lalu hingga berhasil memenangkan perkara di pengadilan.

"Saya bersama Marwan Iswandi, merupakan lawyer saat SMP Babakan Cikao digugat oleh salah satu pihak. Alhamdulillah kita menang," ujar Om Zein di Lembur Harepan, Minggu (16/8/2026).

Kemenangan dalam gugatan hukum ini tidak hanya memunculkan rasa syukur, tetapi juga ditegaskan sebagai bentuk perlindungan atas hak asasi masyarakat, khususnya hak anak-anak sekolah untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang aman dan legal.

Kemenangan ini menjadi tonggak penting bagi Pemkab Purwakarta dalam mempertahankan fasilitas publik dari klaim pihak luar.

Pelajaran Penting dan Akselerasi Sertifikasi Aset Pemda

Keberhasilan mempertahankan lahan SMPN Babakan Cikao dijadikan pelajaran berharga bagi jajaran birokrasi Pemkab Purwakarta. Om Zein menekankan pentingnya kerapian administrasi dan legalitas hukum pada seluruh aset daerah agar peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari.

Guna meminimalisasi risiko sengketa di masa mendatang, Pemkab Purwakarta kini memprioritaskan inventarisasi menyeluruh dan percepatan penerbitan sertifikat tanah bagi fasilitas publik.

Om Zein menegaskan bahwa seluruh jajaran dinas terkait harus segera mengambil langkah cepat dalam membenahkan dokumen kepemilikan aset.

"Jadi sertifikasi mulai dikebut, aset-aset Pemda agar segera disertifikatkan," tegas Om Zein.

Menjaga Aset Publik Demi Masa Depan Daerah

Langkah tegas yang diambil Bupati Purwakarta ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Kepastian hukum atas tanah milik negara sangat vital untuk menjamin keberlanjutan layanan publik, mulai dari sekolah, puskesmas, hingga kantor pemerintahan.

Melalui kolaborasi dengan ahli hukum berpengalaman seperti Marwan Iswandi serta koordinasi intensif bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN), Purwakarta menargetkan seluruh aset daerah terdaftar secara legal dan aman dari ancaman pihak luar. Kegiatan olahraga Minggu pagi di Lembur Harepan ini pun menjadi bukti nyata bahwa koordinasi strategis pemerintahan dapat dilakukan secara cair namun tetap berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.***

PURWAKARTA – Komitmen Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam memastikan seluruh anak mendapatkan hak pendidikan kembali t...
15/08/2026

PURWAKARTA – Komitmen Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam memastikan seluruh anak mendapatkan hak pendidikan kembali terlihat di lapangan.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, menemukan seorang anak berusia 7 tahun bernama Arif yang belum mengenyam bangku sekolah.

Momen tersebut terjadi saat Om Zein menghadiri kegiatan pelayanan publik terpadu (Gempungan) yang berlangsung di Desa Sukasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta. Di tengah antusiasme warga yang memanfaatkan berbagai layanan gratis, perhatian Om Zein teralihkan oleh sosok Arif yang seharusnya sudah duduk di kelas satu Sekolah Dasar (SD).

Tidak ingin menunda waktu, Om Zein bergerak cepat. Di lokasi acara, ia langsung memanggil jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta serta Kepala Desa Sukasari, Pak Cece, untuk segera menangani kondisi tersebut.

Om Zein menginstruksikan agar Arif secepatnya didaftarkan ke SD terdekat agar tidak tertinggal hak pendidikannya.

"Pak Kades, wayahna budak sakolakeun (tolong anaknya disekolahkan). Tidak boleh ada anak Purwakarta yang tidak sekolah. Siang sekolah agama, pagi sekolah SD," tegas Om Zein di hadapan Kepala Desa dan warga setempat yang menyaksikan peristiwa tersebut.

Pernyataan tegas Bupati Purwakarta ini mempertegas arah kebijakan pendidikan di Purwakarta, di mana penanganan anak putus sekolah atau belum sekolah menjadi prioritas utama. Selain pendidikan formal di pagi hari, Om Zein juga menekankan pentingnya pendidikan karakter dan keagamaan bagi anak-anak melalui Madrasah Diniyah atau sekolah agama pada siang hari.

Guna memastikan proses bersekolah Arif berjalan tanpa hambatan biaya awal, Om Zein memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp1.000.000. Uang tersebut diserahkan langsung dan dititipkan kepada Kepala Desa Sukasari, Pak Cece, untuk mengurus segala kebutuhan sekolah Arif.

Bantuan dana tersebut dialokasikan sebagai tabungan awal sekaligus modal membeli perlengkapan dasar sekolah, mulai dari seragam baju dan celana, sepatu, tas, hingga alat-alat tulis.

Suasana haru berubah menjadi penuh keceriaan saat Om Zein menyapa Arif secara langsung. Anak laki-laki berusia 7 tahun itu merespons ajakan sekolah tersebut dengan penuh antusias dan riang gembira. Senyum lebar tampak di wajah Arif saat ia membalas ajakan tos tangan dari Om Zein sebagai simbol kesepakatannya untuk mulai rajin belajar.

Aksi sigap Bupati Purwakarta dalam program Gempungan ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat Sukasari. Kehadiran program Gempungan tidak hanya berfungsi menyajikan layanan administratif perizinan, kesehatan, dan kependudukan, tetapi juga menjadi sarana jaring pengaman sosial untuk menyerap aspirasi dan masalah warga secara langsung di pelosok desa.

Dengan terdaftarnya Arif di sekolah dasar setempat, Pemkab Purwakarta berharap tidak ada lagi anak-anak usia sekolah di wilayah Kecamatan Sukasari maupun seluruh pelosok Purwakarta yang luput dari akses pendidikan formal.***

PURWAKARTA — Suasana haru tak tertahankan menyelimuti pertemuan antara Siti Nuraidah (54), seorang penjual rengginang se...
15/08/2026

PURWAKARTA — Suasana haru tak tertahankan menyelimuti pertemuan antara Siti Nuraidah (54), seorang penjual rengginang sederhana asal Purwakarta, dengan Bupati Purwakarta yang akrab disapa Om Zein.

Niat hati hanya ingin mengadu nasib dengan menjual beberapa kantong rengginang buatan rumah, Ibu Siti justru pulang membawa kebahagiaan luar biasa yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Kisah berawal ketika Om Zein yang tengah melakukan kegiatan keliling wilayah Purwakarta berpapasan dengan Ibu Siti. Dengan wajah ramah dan penuh senyum, perempuan paruh baya tersebut menawarkan jajanan tradisional rengginang hasil olahan tangannya sendiri.

Di balik usahanya yang gigih, Ibu Siti menyimpan perjuangan keluarga yang tidak mudah. Sang suami yang sudah memasuki usia senja kini sudah tidak mampu lagi bekerja secara penuh. Demi membantu menopang perekonomian keluarga dan mencukupi kebutuhan sehari-hari, Ibu Siti memutar otak dengan memproduksi rengginang secara mandiri di rumahnya.

Rengginang Sederhana Buatan Sendiri

Ada keunikan tersendiri dari olahan rengginang milik Ibu Siti. Meskipun diproduksi dengan bahan-bahan yang sangat sederhana dan peralatan seadanya, cita rasa rengginang buatannya sangat otentik.

Setiap harinya, ia tidak membawa banyak dagangan, hanya beberapa kantong kecil yang ia kemas rapi.

Harga yang dibanderol pun tergolong sangat murah, yaitu Rp2.000 per kantong. Dari keuntungan yang tak seberapa itu, Ibu Siti merajut asa demi menyambung hidup bersama sang suami.

Melihat kegigihan dan ketulusan Ibu Siti, hati Om Zein tergerak. Tanpa ragu, Bupati Purwakarta tersebut memutuskan untuk memborong seluruh kantong rengginang yang dibawa oleh Ibu Siti saat itu.

Sempat Menolak Karena Merasa Kemahalan

Momen emosional terjadi saat proses pembayaran. Om Zein mengambil beberapa lembar uang kertas dan menyerahkannya kepada Ibu Siti. Tak tanggung-tanggung, uang yang diberikan bernilai Rp1 juta jumlah yang sangat fantastis untuk beberapa kantong rengginang seharga ribuan rupiah.

Sontak, Ibu Siti kaget bukan main. Bukannya langsung menerima dengan gembira, kepolosan dan kejujuran Ibu Siti justru membuatnya sempat menggelengkan kepala dan menolak pemberian uang tersebut.

Ia merasa sungkan dan tidak enak hati karena nominal yang diberikan jauh melampaui harga asli dagangannya.

"Jangan terlalu banyak, Pak. Uangnya kebanyakan, saya tidak enak," tutur Ibu Siti polos sambil menahan rasa terharu.

Namun, kejujuran dan rasa tidak enak yang ditunjukkan Ibu Siti justru makin menyentuh hati Om Zein.

Uang Dibeli Berlipat Ganda dan Pesan Semangat

Melihat respons jujur sang penjual rengginang, Om Zein bukannya mengambil kembali uangnya, melainkan justru menambah nominalnya berlipat ganda. Tangis kebahagiaan Ibu Siti pun akhirnya pecah di hadapan sang Bupati. Uang yang diterimanya hari itu bagaikan rezeki nomplok dan jawaban atas doa-doanya selama ini.

Di akhir pertemuannya, Om Zein mendekati Ibu Siti Nuraidah untuk memberikan dukungan moral dan motivasi agar ia terus semangat berusaha.

"Tetap semangat ya, Bu. Perjuangan Ibu membantu suami adalah hal yang sangat mulia. Semoga usahanya makin berkah dan lancar," pungkas Om Zein sambil menyemangati.

Aksi borong dagangan yang dilakukan Om Zein ini tidak hanya meringankan beban ekonomi keluarga Ibu Siti Nuraidah, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya saling berbagi dan menghargai kerja keras para pelaku usaha kecil di daerah.

Kini, kisah Ibu Siti Nuraidah menjadi inspirasi hangat yang menyentuh hati banyak warga Purwakarta.***

PURWAKARTA – Langkah tegas diambil Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein. Dalam inspek...
14/08/2026

PURWAKARTA – Langkah tegas diambil Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein. Dalam inspeksi mendadak (sidak) di sepanjang Jalan Warung Kadu, Kecamatan Pasawahan, Om Zein menemukan puluhan bangunan berdiri kokoh di atas saluran air.

Temuan ini dinilai menjadi pemicu utama masalah lingkungan dan kerusakan infrastruktur jalan di kawasan tersebut. Tanpa ragu, Om Zein meminta para pemilik bangunan untuk segera melakukan pembongkaran mandiri sebelum tindakan tegas pembongkaran paksa dilakukan oleh pihak berwenang.

Alih Fungsi Saluran Air: Dari Kamar Tidur Hingga Tempat Usaha

Dalam penelusuran di lapangan, Om Zein mengungkapkan keterkejutannya saat melihat langsung berbagai bentuk pelanggaran alih fungsi drainase. Saluran air yang seharusnya berfungsi melancarkan aliran air hujan, justru ditutupi oleh tembok dan beton pemukiman warga.

Beberapa jenis bangunan yang ditemukan berdiri di atas saluran air di antaranya:

* Halaman rumah warga yang diperluas hingga menutup drainase.
* Bangunan tempat usaha yang memanfaatkan area atas selokan untuk area komersial.
* Kamar tidur warga yang dibangun tepat di atas aliran air.

"Jadi mohon maaf, Om Zein bongkar. Bagi yang belum dibongkar, dipersilakan bongkar mandiri sebelum dibongkar paksa," tegas Om Zein di sela-sela peninjauannya.

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Pemkab Purwakarta dalam mengembalikan fungsi fasilitas umum demi kepentingan masyarakat yang lebih luas.

Penyebab Utama Jalan Rusak dan Masalah Lingkungan

Pendirian bangunan secara ilegal di atas drainase terbukti membawa dampak buruk yang berkepanjangan. Menurut Om Zein, penutupan saluran ini membuat aliran air tersumbat dan mampet. Saat curah hujan tinggi, air tidak dapat mengalir sebagaimana mestinya sehingga meluap ke badan jalan.

Dampak buruk yang ditimbulkan akibat penutupan saluran air ini antara lain:

1. Kerusakan Infrastruktur Jalan: Luapan air yang menggenangi permukaan aspal secara terus-menerus menyebabkan jalan cepat berlubang dan rusak parah.
2. Banjir Lokal: Air meluber ke pemukiman dan mengganggu aktivitas lalu lintas.
3. Masalah Kesehatan dan Lingkungan: Saluran tersumbat menjadi sarang penyakit dan menimbulkan bau tak sedap.

Langkah penertiban ini dipandang sebagai solusi jangka panjang untuk menjaga keawetan infrastruktur jalan dan mencegah potensi bencana banjir di wilayah Pasawahan.

Warga dan Pemilik Rumah Antusias Mendukung Penertiban

Menariknya, imbauan tegas dari Bupati Purwakarta tersebut tidak mendapat penolakan dari masyarakat setempat. Sebaliknya, warga sekitar termasuk para pemilik bangunan yang terdampak merespon kebijakan ini dengan penuh antusias dan kesadaran tinggi.

Banyak warga menyadari bahwa penyumbatan aliran air selama ini memang merugikan lingkungan mereka sendiri. Kesadaran kolektif ini membuat proses penertiban berjalan relatif kondusif tanpa gejolak.

Beberapa pemilik rumah bahkan menyatakan kesiapannya untuk merapikan dan membongkar sendiri bagian bangunan mereka yang menutupi selokan.

Sikap kooperatif warga ini mendapat apresiasi dari Pemkab Purwakarta, karena kerja sama antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci utama keberhasilan penataan kota.

Langkah Lanjutan Penataan Drainase Purwakarta

Setelah tahap sosialisasi dan imbauan pembongkaran mandiri ini, Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui dinas terkait akan memantau perkembangan di sepanjang Jalan Warung Kadu, Pasawahan. Jika dalam batas waktu yang ditentukan masih ada bangunan yang menutupi drainase, tim gabungan akan turun tangan untuk melakukan pembongkaran penertiban.

Melalui penertiban ini, diharapkan fungsi saluran air dapat kembali normal, potensi kerusakan jalan dapat ditekan, dan lingkungan sekitar Pasawahan menjadi lebih bersih, aman, serta nyaman bagi seluruh warga Purwakarta.***

Address

Kp Rawacina RT/01 RW05 Desa Bojongkalong
Sukabumi
43346

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sudut Berani posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share