15/10/2026
*KEAJAIBAN HUJAN*
Mawlana Shaykh Sayyid Muhammad Adil ar-Rabbani qs. Rabu, 14 Oktober 2026 / 3 Jumadil Awal 1448. Akbaba Dergah, Istanbul, Turkiye
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Audzubillahi minasyaitanir rajim. Bismillahir Rahmanir Rahim. Wassalatu Wassalamu ala Rasulina Muhammadin Sayyidul Awwalin wal Akhirin. Madad Ya Rasulullah, Madad Ya Sadati As’habi Rasulillah, Madad Ya Mashayikhina, Dastur Mawlana Shaykh Abdullah Faiz Daghestani, Shaykh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani. Madad. Tariqatunas suhbah wal khayru fil jam'iyyah.
Bismillahir Rahmanir Rahim.
وَهُوَ الَّذِىۡ يُنَزِّلُ الۡغَيۡثَ مِنۡۢ بَعۡدِ مَا قَنَطُوۡا وَيَنۡشُرُ رَحۡمَتَهٗ ؕ وَهُوَ الۡوَلِىُّ الۡحَمِيۡدُ
Wa huwallazii yunazzilul-ghoisa mim ba'di maa qonathuu wa yansyuru rohmatah, wa huwal-waliyyul-hamiid.
"Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Maha Pelindung, Maha Terpuji." Sadaqallahul Azhiim.
(QS. Asy-Syura: 28)
Masya Allah, mengenai hujan ini, kita harus menyadari bahwa segala sesuatu itu berada dalam Genggaman Allah ‘Azza wa Jalla. Hujan, sebagaimana segala sesuatu lainnya, adalah milik-Nya. Semua ini merupakan manifestasi dari keagungan dan kekuasaan Allah 'Azza wa Jalla.
Masya Allah, hujan telah turun dengan sangat deras sejak pagi hari. Jika orang yang tidak beriman mencari bukti sebuah mukjizat, inilah mukjizat terbesar dari semuanya. Hamparan air yang sangat luas melayang di udara. Kapan pun dan di mana pun Allah ﷻ kehendaki, Dia ﷻ menurunkan rahmat-Nya melalui awan-awan tersebut. Dan Dia ﷻ menurunkan rahmat atau azab.
Semoga Allah 'Azza wa Jalla memperlakukan kita dengan rahmat-Nya. Semoga hujan-hujan ini menjadi sumber rahmat, bukan musibah. Semoga Dia ﷻ menurunkannya dengan membawa barakah.
Namun, kita juga harus menyadari kekuasaan Allah ﷻ dan merasa takjub serta tunduk di hadapan kekuasaan-Nya. Allah ﷻ melakukan apa pun yang Dia ﷻ kehendaki dan menetapkan apa pun yang Dia ﷻ inginkan. Awan-awan bergerak ke sana kemari. Ada jutaan lautan di udara, hamparan air yang sangat luas melayang di atas kita.
Allah 'Azza wa Jalla menurunkan hujan di tempat yang Dia ﷻ kehendaki dengan perintah-Nya, “Turunlah!” Sementara itu di tempat lain, Dia ﷻ memerintahkan, "Jangan turunkan hujan di sana!" Maka, awan-awan itu pun berlalu tanpa menurunkan hujan. Awan yang sama bisa melintasi suatu tempat tanpa meneteskan setetes air pun.
Segala sesuatu yang berkaitan dengan Allah ﷻ adalah mukjizat. Yang disebut "mukjizat" adalah terwujudnya sesuatu yang dianggap mustahil. Namun dalam kekuasaan Allah ‘Azza wa Jalla, tidak ada sesuatu yang mustahil.
Oleh karena itu, hendaklah manusia mengambil pelajaran dan bersyukur kepada Allah 'Azza wa Jalla. Janganlah mereka berputus asa terhadap-Nya. Dalam ayat,
وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِن بَعْدِ مَا قَنَطُوا
Wa huwallazii yunazzilul-ghoisa mim ba'di maa qonathuu (QS. Asy-Syura: 28), kata qonathuu artinya kehilangan harapan atau berputus asa.
Apa pun keadaannya, seseorang tidak boleh pernah kehilangan harapan kepada Allah ﷻ. Bagaimanapun kondisinya, ia harus tetap beriman dan yakin bahwa pertolongan Allah ﷻ akan datang. Orang yang kehilangan harapan kepada Allah ﷻ, memiliki iman yang lemah atau bahkan tidak memiliki iman sama sekali. Sesungguhnya, orang-orang yang tidak beriman takut terhadap segala sesuatu karena mereka tidak memiliki tempat untuk bersandar.
Adapun seorang mukmin, ia bersandar kepada Allah 'Azza wa Jalla. Dengan mengetahui bahwa segala sesuatu berada dalam Genggaman-Nya, seorang mukmin berlindung dalam rahmat-Nya dan menapaki jalan-Nya. Dengan memasuki naungan rahmat tersebut, maka seseorang akan dilindungi oleh Allah ﷻ.
Semoga Allah 'Azza wa Jalla melindungi kita semua. Semoga hujan-hujan ini membawa barakah. Semoga hujan ini memberikan manfaat bagi seluruh ummah, insya Allah. Semoga iman dan barakah turut serta turun bersama rahmat ini, insya Allah. Semoga Allah ﷻ meridhai kalian semua.
Wa min Allah at-Taufiq. Al-Fatihah.