26/09/2021
🍁KOMITMEN🍁
Mencari teman hidup bukan menyoal tampang, harta, apalagi gelar. Tapi, tentang seseorang yang mau duduk bersamamu sampai rambut memutih dan raga tak mampu lagi berbuat banyak. Sayangnya, kita seringkali terdistorsi. kita lupa bahwa sebenarnya berkomitmen itu tentang komunikasi.
Bicara mengenai komitmen, aku pernah takut dengan komitmen. Aku takut dengan kata 'Menikah'; takut dengan ikatan monogami seiya sekata, sehidup semati. tapi, ketika rasa takut mendera, kupejamkan mata. Kubayangkan kita tinggal dirumah kayu di sisi danau disebuah kaki gunung, dengan aroma hutan dan danau memenuhi udara. Hidup kita sederhana, tanpa perlu disibukan urusan dunia maya; tanpa harus terbawa arus modernisasi. Dipenghujung hari, kita duduk bersama diberanda rumah dengan senyum di wajah kita; hingga tua. hingga salah satu dari kita dipanggil oleh-Nya. Tampaknya, berkomitmen itu bagus juga.
Jatuh cinta adalah anugerah, walau perjalanannya tidak selalu indah.
Lantas, apa itu cinta ? kau pernah bertanya soal itu. dan aku yang sok tahu ini berusaha terlihat pintar di hadapanmu, menjawab ;
Cinta adalah reaksi kimia; sebuah efek yang ditimbulkan oleh feromon, endorphin, dan serotonin, yang kelak mungkin saja menghilang.
Iya, Cinta bisa menghilang. Lantas, kenapa kakek dan nenek kita bisa bertahan hidup berdua sampai mereka meninggal ? Karena saat cinta menghilang, mereka punya sesuatu yang disebut kasih sayang, keterbiasaan, empati, dan tentu saja komunikasi. Jadi untukmu, calon pendampingku kelak, aku tidak tahu sampai kapan aku bisa jatuh cinta padamu. tapi aku jamin, aku akan jadi orang yang terbangun disebelahmu dan mengatakan, "Hidup akan baik-baik saja selama kita memiliki kita".