Bara Surya

Bara Surya Bara surya adalah tentang api gerak bersama,mengolah daya wiguna hidup dengan menggali wisdom

Untuk para pejalan 4 april 2026 di gunung malang,gunung slamet,desa Serang,PurbalinggaTan ana salah  kalawan becik ,amar...
05/04/2026

Untuk para pejalan 4 april 2026 di gunung malang,gunung slamet,desa Serang,Purbalingga

Tan ana salah kalawan becik ,amarga sami Ika yeku mwang sasana ri manusya,Anging piranti rinjanma angrasayang hurip ,ana pinah piningket dening rasa ,jiwatma ring sarira,atma masarira,kadi kisma winengku Ning gaganantara,sakewuh hing ana mwang kang kawuwus,pinaka sadhana angraksa hurip,Tan kenah manusah amastuti mwang ang rangkul,amrih laku,mung laku dharma ing urip nora mahatmaka punapa,Laku prayojananya cipta, muwaŋ yan tattuwa haneng sarwa cipta, hṛdaya ta kṛtyanya mamilih kawijñānan. Akaśa ndi ta yatikârakṣita dadi tattuwa? Matangnyan pāmṛtya ning prajñā, mambwataken śakti ning citta, i kahanan kṣamā pinaka dāśara maṅasāken tattuwa, apan sarwa tattuwa haneng pāwitaning cipta, pinaka ākāśa wṛddhining prajñā anyar."

cipta sebagai Asal Segala Sesuatu (Manas)
Dalam teks Sang Hyang Kamahayanikan, pikiran atau Cipta dianggap sebagai arsitek realitas. Dunia fenomenal (yang kita lihat) disebut sebagai Maya atau Kalpana (konstruksi pikiran). Ide bahwa "setiap kenyataan adalah hasil cipta" identik dengan konsep "Manomaya", yaitu dunia yang dibentuk oleh kekuatan pikiran.
2. Batin sebagai Pemilih (Wiweka)
Tugas batin untuk memilih kebijaksanaan dalam tradisi Kawi disebut Wiweka. Ini adalah kemampuan diskriminatif batin untuk membedakan mana yang hakiki (Tattwa) dan mana yang fana (Anitya). Tanpa Wiweka, batin akan tersesat dalam ciptaan-ciptaan yang kacau.
3. Penerimaan sebagai Dasar (Kṣamā)
Penerimaan dalam ajaran Kawi disebut Kṣamā. Dalam naskah Slokantara atau Sarasamuccaya, Kṣamā bukan sekadar pasrah, melainkan kekuatan batin yang stabil. Dengan menerima realitas apa adanya, batin tidak lagi terombang-ambing oleh dualitas (suka/duka), sehingga ia memiliki "ruang" (Akasa) yang cukup untuk menumbuhkan kebijaksanaan baru.
4. Konsep Laku dan Prayojana
Dalam etika Jawa, Laku (tindakan/tirakat) selalu memiliki Prayojana (tujuan spiritual). Laku tanpa landasan cipta yang benar hanya akan menjadi gerak kosong. prinsip Manacika (pikiran yang benar) sebagai motor dari Kayika (perbuatan yang benar).

,semua instrumen yang ada,sampai pada dualisme adalah cipta untuk membuatnya menjadi realita dibutuhkan sambung daya yang konsisten...melalu harapan yang sama,lereng gunung slamet menjadi hijau rimbun dan subur

Tugas manusia hanya menanam dan menata,ritusnya menyiram dan merelakan apa yang telah ditata sama dengan membuka lebar-lebar kesempatan tumbuh ,muncul,menjadi nyata,

05/04/2026

Menanam adalah bentuk doa yang berkelanjutan. Tradisi seperti ini merupakan cara masyarakat merawat makna, hubungan baik dengan alam, dan ingatan kepada leluhur. sampai kepada yang maha hidup

Jadi menanam adalah hal yang sakral bagi kelestarian

https://www.facebook.com/share/v/18W6vypwBL/

Sudut pandang manusia memang unikDikatakan ada tumbal yang dilakukan untuk menjaga hidup manusia mereka bilang kami tak ...
30/12/2025

Sudut pandang manusia memang unik

Dikatakan ada tumbal yang dilakukan untuk menjaga hidup manusia mereka bilang kami tak di ajarkan menumbalkan sesuatu,nyatanya setiap hari mereka makan tumbuhan dan hewan..dikatakan manusia adalah virus bumi mereka bilang kamilah yang sempurna berhak atas segala yang ada di bumi,dari pola itu maka mulailah kehancuran terjadi terutama pengrusakan bumi...belum lagi koar koar tentang hak asasi manusia,dimana didalamnya ada hak hidup,hak utk menerima ke nyamanan,keamanan,belum ratusan hak hak lainnya atas nama ketakutan...tapi mereka membunuh hak hidup diri mereka sendiri dengan merusak hutan,sungai,tanah,batu,air,udara,mereka lupa tak pernah ada hak asasi manusia sebelum kebijaksanaan melewati hak tumbuhan hak hewan,bumi,air,api dan udara,karena ketika mereka hancur manusia juga akan hancur

Terima kasih banyak kepada Seto Aji Prabowountuk semua dukungan
30/10/2025

Terima kasih banyak kepada Seto Aji Prabowo

untuk semua dukungan

Benerapa penggalian konsep leluhur  sehubungan dengan penamaan  mata air,tempat dan sungai  serta folklor yang di hubung...
30/10/2025

Benerapa penggalian konsep leluhur sehubungan dengan penamaan mata air,tempat dan sungai serta folklor yang di hubungkan dengan hal tersebut

penggalian kami dalam memahami penaman suatu tempat oleh leluhur ,ternyata kami menemukan pola pola unik, bagaimana manusia masa lalu mengidentifikasi wilayah dengan memberi mama wilayah yang mereka temui sesuai dengan pohon atau hewan yang banyak hidup disitu,dari nama2 tersebut leluhur memberi tanda cara mengkonservasi sebuah tempat,artinya dalam konsep konservasi kita dapat membaca pola vegetasi endemik dan hewan endemik dari nama yang di berikan di tempat tersebut

Contoh hal sederhana ada sebuah daerah yang diberi nama blawong,blawong adalah perkutut sehingga daerah tsb teridentifikasi sebagai tempat hidup burung perkutut tentu saja vegetasinya adalah vegetasi yang mendukung hidup perkutut

Ada lagi mata air cikubang
Cikubang maknanya air yang merah,warna merah tersebut tentu saja dipengaruhi oleh vegetasi dan bis saja jenis batuannya ,kami menemukan pola merah nya berasal dari getah kayu sonokeling

Semakin di kuatkan lagi dg folklor cikubang mnjadi mata air penyembuh,diare ,luka dan sebagainya,ini menunjukan pola pila vegetasi yang memiliki khasiat penyembuhan

https://www.facebook.com/share/p/1CoNiQpjcB/

29/06/2025

Budaya,spiritual dan jati diri
Sedikit melegakan sudut pandang zaman kenapa budaya semakin tergerus seiring zaman
Manusia mulai kehilangan pemahaman pada pola awal budaya dalam memahami cara berkesinambungan dengan ruang, bagaimana mengelolanya bahkan lupa pada pola penjagaan lingkungan sebagai sumber sekaligus tempat hidupnya...
Walaupun masih banyak tinggalan literasi,ritus serta situs secara turun temurun,nilainya menjadi kurang,kebanyakan manusia cenderung menganggapnya sebagai hal yang ketinggalan zaman,apalagi ketika dibenturkan dengan dogma religi yang cenderung menganggap sebagai hal yang bertentangan,sehingga ritus hanya tinggal ritus,situs hanya menjadi objek kajian masa lalu tanpa menyentuh substansinya.
Meskipun begitu,Beruntung beberapa manusia masih mau menjalanakan dan menggali pemahaman budayanya agar teraplikasikan di saat ini seiring zaman.
Beberapa hal yang sepantasnya dikaji ulang di pahami secara mendalam tentang budaya serta spiritual adalah tentang pola awal manusia dalam bertahan hidup,bukan hanya tentang adab secara sosial,bukan hanya melakukan ritus,bukan hanya bangga dengan berbagai benda peninggalan lampau,justru hal yang paling awal adalah belajar bersepakat tentang bagaiamana manusia memetakan ruangnya,agar segala kebutuhan hidup mudah terpenuhi,agar keselamatannya terjaga,sampai pada hal ketenangan,tentunya manusia akan memperhatikan dan membangun ruang ruang tersebut dengan pola konservasi beserta mitigasinya.dimana hal ini melahirkan bentuk spiritual yang membumi,
Spiritual selayaknya dimaknai sebagai semangat bersama untuk menggali kemanfaatan hidup,sehingga saling terkoneksi satu dan lainnya,bukan menjadi keinginan paling sadar atau terjebak dengan ego spiritual,meletakan tendensi pada kebersamaan dari keragaman adalah tendensi paling bijak untuk membangun jati diri yang saling berlkerja sama

Yang menjadi problema antara religi dan budaya adalah ketidakpahaman,lupa bersepakat,menajamkan perbedaan, serta ego menjadi paling benar. Sebenarnya ini tak perlu terjadi di negeri yang sudah sangat beradab sejak lampau,segala perbedaan sudah selesai menjadi keselarasan,ini terjadi karena pemahaman tentang budaya menjadi pola awal untuk meyatukan persepsi pengelolaan ruang dan bentuk interaksi sosial sebagai dasar dalam rangka penjagaan dan penataan hidup,apapun religinya,kesadaran dalam menjaga kelestarian itu hal yang sangat penting,karena setiap daerah akan memiliki konsep yang berbeda,perbedaan ini pasti ada karena tidak semua wilayah berdekatan dengan gunung dan laut,belum lagi kekayaan lingkungan yang beragam,sungai,mata air,tanah tandus,tanah,merah,tanah hitam,tanah gembur,pola batuan seharusnya menjadi konsep dasar membangun kesepakatan,budaya adalah jalan tengah untuk setiap agama ,karena hanya budaya yang mengajarkan pola-pola menjaga lingkungan sebagai ruang hidup dengan detil
Sehingga tugas budaya adalah menjaga situs dan ritus sebagai konsep penjagaan,pengelolaan sampai kegotong royongan,contoh sederhana dalam lingkungan RT ,perbedaan agama tidak menjadi permasalahan ketika melakukan ritus gotong royong dalam rangka membersihkan situs gorong-gorong,jalan di desa
Pergerakan budaya adalah pergerakan kemanusiaan dengan segala keberagamannya menjadi pergerakan yang berakar sampai pada substansinya,pergerakan itu berupa segala konsep konservasi terutama konservasi ke pada tatanan alamnya,mengembalikan kepahaman bahwa bumi adalah tempat hidup yang perlu di rawat,akan menjadi konyol ketik manusia merusak tempat hidupnya,sama saja dengan menghancurkan dirinya sendiri

Silahkan di chek semua ritus dalam kebudayaan,bagaiman konsep penjagaan menjadi konsep yang hampir absolut di dalamnya,bagaimana puji pujian kepada api air angin tanah akasha dan sebagainya menjadi pola keselamatan sampai ke dalam diri. Bagaiamana kegotong royongan menjadi pola dalam ritus budaya,budaya ketika dikembalikan pada konsep awal berarti konsep pemetaan apa yang perlu di jaga bersama, bahkan dihindari menjadi pegetahuan tambahan yang tidak diterangkan di beberapa religi sehingga tidak ada salah paham kenapa ritus dilakukan di tempuran sungai,mata air,pohon besar,batu besar,gunung dan laut ini tentang pola konservatif agar manusia paham tidak asal dalam menata alam,menjaga sumber2 hidup dari hulu ke hilir adalah konsep budaya yang seharusnya tidak terbantahkan oleh religi apapun

https://www.facebook.com/share/p/1G2J9cvJcB/

https://www.facebook.com/share/p/19HgJJoD7b/

Apa yang membuat anda jadi paham,mengerti,tahu?Perjalanan ini bukan sembarang perjalanan,anda diberikan kesempatan menga...
25/06/2025

Apa yang membuat anda jadi paham,mengerti,tahu?

Perjalanan ini bukan sembarang perjalanan,anda diberikan kesempatan mengalaminya,buah karma bijak yang dipetik,menjadi hidup artinya anda lahir bukan kebetulan lahir,ribuan tahun keberadaan semesta untuk menjadi momentum yang tepat, anda lahir menjadi manusia,merasakan hidup untuk sebuah pengalaman, mengalami sesuatu,menerima sesuatu kemudian melepaskan Nya kembali,lucunya tidak pernah ada konsep kepemilikan yang diajarkan dalam hidup manusia kecuali pola pola penjagaan kepada apa yang telah manusia terima

Kebanyakan dari kita hanya ingin mengalami dan menerima apa yang diinginkan,malas untuk melepas,sehingga kesakitan-kesakitan tersebut menjadi luka dalam yang sengaja semesta torehkan untuk jalur lahirnya momentum kelahiran kembali jiwa jiwa yang padat agar menjadi lebih sempurna,agar mampu menyelesaikan kesakitan yang ada,karena sesungguhnya kesakitan itu bukan milik anda

Tidak ada kesakitan jiwa yang muncul kecuali anda mengijinkannya,tidak ada kesakitan fisik kecuali jiwa anda yang menghadirkannya ke dalam diri,disinilah dunia penghakiman,sebijaksana apapun pengetahuan,nilainya adalah tentang kepuasan jiwa,anda punya selera kepada kebijakan dari landasan kebajikan ,anda punya tugas jiwa yang bisa anda rlketahui dari pola pola ideal kebijakan yang anda terapkan

Seperti lingkaran lambat laun kebijakan tersebut melebar,selebar apa yang akan anda bentuk,tergantung dari diri anda sendiri,semakin bijak semakin tak terbantahkan walaupun realitanya menyakitkan

Nilai-nilai anda menjadai relevan terhadap yang lain,tidak mudah melebarkan kesadaran,daei kesadaran diri sampai kepada kesadaran awal
Apa kesadaran awal?

Hanya mengalami,hanya menerima,tanpa memiliki,selamat berselancar 🙏🏽

https://www.facebook.com/share/p/1Nxb1Vhqsd/

Ujung jari dan spirit tv virtualMenjadi proses terbentuknya matrik baru,dunia  digital, connection stepping into my virt...
04/05/2025

Ujung jari dan spirit tv virtual

Menjadi proses terbentuknya matrik baru,dunia digital, connection stepping into my virtual one

Ujung jari boleh saja menjadi penghalang realita,manusia sibuk scrolling,update mengejar ego asupan kelaparan paham pada mulanya

Tapi ujung jari membuktikan tekhnologi monotheis kepada kearifan illah, tentang keterhubungan, dimana illah menggunakan hidup ini, tubuh ini,pikiran ini,perasaan ini sebagai koneksi alat virtual,dia sedang berselancar pada televisi,dimana tvnya adalah anda

https://www.facebook.com/share/p/1CEPUwu6dM/

Penggalian data dengan panca curiga dan panca niti Penting sekali dalam penggalian data adalah keterhubungan dan intensi...
28/03/2025

Penggalian data dengan panca curiga dan panca niti

Penting sekali dalam penggalian data adalah keterhubungan dan intensitas kegiatan yang sama,kemudian data ini bisa di kombinasikan dengan data lainnya

Jangan bepikir kami menggali data secara tiba2 empiris,kami mencari dengan keliaran berpikir,insting,naluri dan pola kehaluan, bentuk mistisme,perenungan batin dari ketiadaan data sampai pada darimana mulai menggali data,keterbukaan menerima silib,siloka,sampir,sindir bahkan simbol

Empirisme hanya faktor akibat,pendukung untuk membuktikan bahwa memori genetik kami memang berfungsi,keluar melalui mistisnya naluri,insting,perenungan,penggalian kami bukan dari jurnal ilmiah,jurnal ilmiah adalah hal pendukung

Jangan mengira pola lama selalu berhubungan dg ketidak logisan,terbukalah dalam berpikir,hal -hal empiris sudah ada di masa lalu bahkan lebih canggih karena telah melewati kebijaksanaan dan kebijaksinian,ini tentang ruang dan waktu,semua berkembang,sesuai dengannya,manusia dibekali cipta untuk berlogika

Tabik pun🙏🏽

https://www.facebook.com/share/p/1GEGZZHbwx/

menghubungkan kelestarian lingkungan dengan hukum dan budaya. Ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan tindak...
28/03/2025

menghubungkan kelestarian lingkungan dengan hukum dan budaya. Ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan nyata dalam melindungi lingkungan hidup kita.

Beberapa poin yang kami anggap sangat penting adalah:

1. Pentingnya mendukung kebijakan yang melindungi lingkungan hidup.
2. Menggalang kembali budaya dan tradisi yang telah lama hilang untuk melindungi kelestarian lingkungan.
3. Membentuk hukum budaya yang berjalan kembali untuk melindungi kelestarian lingkungan. Dimana sistem hukum adalah manifestasi kebijakan politik,harus ada langkah politik untuk mencapainya

Tentu saja tanpa dwi fungsi ABRI
Tabik pikulun🙏🏽

https://www.facebook.com/share/p/16VPVLaXnS/

Mencoba membangun logis berpikir dari sejarah dengan gaya lainPerjanjian tanah jawa yang sering di hubungkan dengan sabd...
28/03/2025

Mencoba membangun logis berpikir dari sejarah dengan gaya lain

Perjanjian tanah jawa yang sering di hubungkan dengan sabdo palon(hukum yang diberlakukan dan disepakati/ketuk palu) itu tidak murni tentang agama,bukan p**a terjadi pada era majapahit tetapi era mundingwangi

Dimana kesepakatan adalah tentang melindungi jawa dari gempuran sistem ekonomi dunia

Gambar hanya pemanis

https://www.facebook.com/share/p/1Bc3h715mV/

Jejak konsep tanah adat di purbalingga ,Desa Dagan Purbalinggapada era korporat  Hukum adat sebagai hukum yang bersumber...
28/03/2025

Jejak konsep tanah adat di purbalingga ,Desa Dagan Purbalinggapada era korporat

Hukum adat sebagai hukum yang bersumber dari masyarakat Indonesia menjadi jiwa dan ruh dalam pengaturan Agraria di Indonesia. Undangundang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria selanjutnya disebut UUPA, secara jelas menyebutkan hukum agraria Indonesia berdasar hukum adat yang bersifat komunalistik religius. Hukum tanah adat yang murni berkonsepsi komunalistik, yang mewujudkan semangat gotong-royong dan kekeluargaan yang diliputi suasana religius.1 Konsep komunalistik religius memungkinkan penguasaan bagian tanah bersama sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa dengan hak yang bersifat perorangan atas tanah. Dapat dikatakan bahwa hak individual terdapat pada sebagian tanah bersama yang mengalami penguatan seiring perkembangan jaman.Keberadaan hukum adat dengan konsep “komunal” dan “individual” atas tanah masih hidup lestari dalam wilayah Indonesia. Sering dijumpai berbagai peraturan terkait penguasaan tanah yang berbasis hukum adat, seperti tanah gogolan, tanah pekulen, tanah yasan, dan sebagainya

Tanah pekulen adalah sawah komunal desa yang pemanfaatannya dibagi-bagi kepada sejumlah petani penduduk inti baik secara tetap maupun secara giliran berkala.4 Penyebutan milik desa di sini bukan dalam arti sebagai pemilik sesuai ketentuan yuridis, namun lebih pada otoritas yang memiliki kuasa untuk mengatur dan menentukan alokasi penggarap atas tanah sawah tersebut. Pemegang kuasa atas tanah ini disebut kulian atau kuli baku.

legalisasi tanah pekulen sulit dilakukan, maka terjadi saling klaim pemilikan tanah yang berujung status quo. Kondisi ini menghambat kegiatan pembangunan karena tidak jelasnya status hak atas tanah. Hal ini semakin rumit dengan lahirnya Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional No. 9 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penetapan Hak Komunal Atas Tanah Masyarakat Hukum Adat dan Masyarakat yang berada dalam Kawasan Tertentu yang seakan menyamakan tanah ulayat dan tanah komunal.Secara karakteristik penamaan tanah ulayat dan tanah komunal untuk Jawa dan luar Jawa memiliki perbedaan. Sistem pengaturan tanah ulayat selama ini mensyaratkan adanya entitas masyarakat hukum adat dengan pengakuannya oleh negara, sedangkan di Jawa hal ini tidak selalu ada.

Walaupun jejak tanah pekulen sebagai modal untuk memenuhi kewajiban tanam paksa maupun pembayaran pajak dalam konsep cultuurstelselyang melahirkan komunalisme tanah yang berpusat di desa-desa Jawa oleh Belanda. Faktanya bahwa justru Belanda memanfaatkan keberadaan pertanian di desa untuk diakui sepihak sebagai milik pemerintah berdasar asas domein verklaring. Definisi gaji pegawai lekat dengan pengertian tanah bengkok yang ada dalam struktur agraria pedesaan Jawa.

https://www.facebook.com/share/p/19ybV7U5T2/

Address

Jalan Raya Kradenan
Purbalinggawa Tengah
53352

Opening Hours

Monday 14:21 - 21:21
Tuesday 14:21 - 17:00
18:00 - 21:00
Wednesday 14:21 - 16:21
Thursday 14:21 - 16:21
Friday 17:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00

Telephone

+6282220162951

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bara Surya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Establishment

Send a message to Bara Surya:

Share