20/12/2024
Sapi secara alami memiliki berbagai macam mikroorganisme aktif seperti bakteri dan jamur di dalam rumen. Mikroorganisme tersebut membantu sapi dalam mencerna pakan berserat seperti rumput maupun daun kacang-kacangan (leguminosa). Selama proses mencerna makanan inilah gas terbentuk di dalam lambung besar atau rumen berupa karbondioksida (CO2) dan metana (CH4). Sejumlah gas tersebut dapat dikeluarkan dengan sendirinya oleh sapi melalui sendawa.
Jenis Kembung
Kembung secara umum dibagi menjadi dua, yaitu kembung karena penyumbatan gas dan kembung karena terbentuknya busa. Kembung karena terbentuknya busa merupakan kembung yang sering terjadi pada ternak. Kembung karena penyumbatan disebabkan karena penyumbatan jalan keluar gas dari lambung. Kembung karena terbentuknya busa dapat terjadi pada pemberian pakan rumput yang masih basah. Pemberian rumput yang masih basah dapat menyebabkan terbentuknya busa pada proses pencernaan di lambung besar dan menghambat keluarnya gas.
1). Pemberian pakan sesuai aturan, misalnya komposisi rumput dan daun kacang-kacangan yang benar,
2). Hijauan yang diberikan hendaknya dilayukan terlebih dulu,
3). Jika ada ternak yang kembung, upayakan untuk tetap berdiri atau bergerak,
4). Usahakan mulut tetap terbuka atau tetap mengunyah supaya air liur keluar, misalnya dengan ikatkan tali atau kayu dalam mulut,
5). Selama musim hujan sebaiknya ternak diberi pakan kasar sebelum dilepas di padang penggembalaan yang basah,
6).Jangan memberikan rumput atau hijauan yang masih segar atau basah,
7). Ternak jangan digembalakan terlalu pagi ketika rumput masih basah,
8).Jangan membiarkan ternak terlalu lapar,
9). Jangan memberikan pakan yang sudah rusak/busuk/berjamur,
10). Hindari pemberian rumput atau hijauan yang terlalu banyak. Lebih baik diberikan sedikit demi sedikit tetapi sering.