28/01/2026
Sebelum dipimpin oleh Ahmad Luthfi yang cenderung menjaga jarak dari keriuhan dunia maya, Jawa Tengah pernah dipimpin oleh Ganjar Pranowo, seorang politisi yang sangat mengandalkan media sosial dalam pola kepemimpinannya.
Pada masa itu, media sosial bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan instrumen utama yang memposisikan sang gubernur sebagai sosok yang adaptif terhadap era digital melalui prinsip transparansi dan aksesibilitas.
Ganjar memperkenalkan konsep demokrasi digital dengan menjadikan platform seperti Twitter (X) dan Instagram sebagai "kantor gubernur kedua". Pendekatan ini secara sadar menerobos kekakuan birokrasi, di mana keluhan warga seringkali mendapatkan respons instan di kolom komentar dibandingkan melalui prosedur surat-menyurat formal.
Namun, pola ini juga menciptakan standar baru yang menuntut aparatur sipil di bawahnya untuk terus bersiaga di dunia maya, karena pengawasan publik terjadi secara langsung dan terbuka.
Gaya komunikasinya yang populis dan santai memang berhasil merangkul generasi muda lewat konten video pendek yang sederhana.
Di sisi lain hal ini kerap memicu perdebatan publik mengenai batasan antara penyelesaian masalah secara substansial dengan manajemen konten media sosial yang tak benar benar menyelesaikan masalah hingga ke akar akarnya.
Kalian lebih seneng siapa ?
Luthfi ? Apa Ganjar ?
📷 : Ganjar Pranowo saat meninjau banjir di Jembatan Padakaton, Ketanggungan dan Cikeusal (2020)