Carito Ranah Minang

Carito Ranah Minang Berbagi Cerita Melalui Lensa

09/12/2025

Kondisi Salareh Aia Palembayan Sumatera Barat tanggal 09 Desember 2025 pasca Banjir Badang

Lai tau Sanak???Batuang Gilo atau Bambu Gila adalah salah satu permainan anak nagari yang berada di Minangkabau. Permain...
03/10/2025

Lai tau Sanak???

Batuang Gilo atau Bambu Gila adalah salah satu permainan anak nagari yang berada di Minangkabau. Permainan ini biasanya dimainkan oleh tujuh orang atau beberapa orang dengan di sertai oleh satu orang pawang atau tukang pembaca mantra dan satu pemain gendang.

Cara permainan ini tidak begitu sulit, pemain hanya memeluk dan berusaha mengendalikan sepotong bambu, kemudian pawang memberi mantra pada bambu sehingga bambu menjadi liar dan sulit untuk di kendalikan dan disertai oleh iringan bunyi gendang agar permainan menjadi menarik.

Permainan ini tidak hanya di lakukan oleh kaum laki-laki saja, ada juga di lakukan oleh kaum perempuan atau ibu-ibu seperti yang di mainkan oleh Bundo Kanduang pada event Rang Solok Baralek Gadang.




Tari Turuk Langgai adalah sebuah kesenian yang berasal dari provinsi Sumatera Barat, tepatnya di pulau Mentawai. Tari Tu...
06/10/2024

Tari Turuk Langgai adalah sebuah kesenian yang berasal dari provinsi Sumatera Barat, tepatnya di pulau Mentawai. Tari Turuk Langgai ini adalah salah satu kesenian tari yang sangat kuat ikatannya dengan alam. Terlihat dengan jelas dari gerakan Tari Turuk Langgai, Gerakannya banyak diangkat dari lingkungan sekitar yang menirukan gerakan-gerakan hewan seperti capung dan bangau.

Awalnya tari Turuk Langgai ini merupakan bagian dari upacara pengobatan, yang melibatkan dukun (Sikerei). Tapi, seiring dengan perkembangan zaman, sekarang tarian ini lebih sering dijadikan sebagai pertunjukan dan hiburan.

Ada beberapa properti yang digunakan dalam tari Turuk Langgai ini, antara lain :

Manik-manik
Manik-manik merupakan aksesoris pengikat yang diletakkan di kepala si penari (Sikerei).

Dedaunan
Dedaunan dipegang di kedua tangan sambil menari, dan juga diselipkan di punggung bagian belakang sebagai ekor.

Bulu unggas
Bulu unggas gunanya untuk diletakkan di kepala.

Dalam Tari Turuk Langgai ini, dikenal adanya istilah “disetujui atau tidak”. Bila upacara disetujui oleh roh-roh halus, maka boleh dilanjutkan. Bila tidak, maka akan berisiko didatangi roh-roh jahat yang akan membawa bencana, seperti penyakit hingga kematian.

Prosesi tarian ini biasanya dilakukan pada malam hari, karena masyarakat Mentawai percaya bahwa komunikasi antara roh gaib dengan para Sikerei akan berjalan lebih lancar di waktu tersebut. Tujuan dilakukan tari Turuk Langgai adalah untuk menghibur roh gaib, agar roh gaib itu tidak meninggalkan yang ada di tubuh pasien. Karena jika roh tersebut pergi, maka si pasien akan meninggal dunia.

Bukan hanya itu, tari Turuk Langgai khas Mentawai ini juga berfungsi sebagai penyampai nilai-nilai luhur untuk semua masyarakat, misalnya seperti nilai persatuan, kemakmuran, cinta kasih dan perdamaian antar suku.

Pengikut Sorotan

SAWAHLUNTO INTERNASIONAL SONGKET SILUNGKANG CARNAVAL (SISSCa) merupakan salah satu Calender of Event Kota Sawahlunto yan...
12/09/2024

SAWAHLUNTO INTERNASIONAL SONGKET SILUNGKANG CARNAVAL (SISSCa) merupakan salah satu Calender of Event Kota Sawahlunto yang digelar setiap tahun yang rutin diselenggarakan sejak tahun 2015, Karnaval tahunan tersebut menampilkan karya-karya unik dan kreatif dari para Desainer yang berbahan Songket Silungkang untuk memperlihatkan kemegahan Songket Silungkang, sekaligus memperkenalkan Songket Silungkang sebagai Songket tertua di Indonesia.

Songket berasal dari istilah sungkit, dalam bahasa Melayu dan Indonesia diartikan sebagai “mengait” atau “mencungkil”. Disebut songket karena metode pembuatannya yang mengaitkan dan mengambil benang dengan jumlah tertentu serta dengan cara memasuk-masukan benang pakan secara melintang pada lungsin.

Sementara itu, Silungkang adalah bagian dari wilayah Sumatra Barat yang menghasilkan jenis kain songket tersebut sehingga menjadi namanya. Motif songket silungkang yang kaya akan makna filosofis dan corak warna cerah menjadi identitas budaya yang tak terpisahkan dari masyarakat setempat.

Even ini awalnya disebut SISCA (Sawahlunto International Songket Carnival). Pada tahun 2015, karnaval ini menampilkan 1.500 peserta yang memakai songket tenun Silungkang. Even SISCA pertama ini tercatat pada Museum Rekor Indonesia (MURi) dalam kategori orang terbanyak memakai songket pada suatu event.

Kegiatan SISCA ini dari tahun ke tahun berjalan dengan lancar dan turut mendorong arus kunjungan wisatawan ke Kota Sawahlunto. Dengan berbagai pertimbangan nama kegiatan ini diubah menjadi SISSCa (Sawahlunto Internasional Songket Silungkang Carnival) pada tahun 2019, dan sejak tahun inilah kegiatan SISSCa masuk ke dalam kategori 100 Wonderful Pariwisata Indonesia.

Melihat perkembangan dan antusias masyarakat serta wisatawan pada kegiatan SISSCa ini, Pemerintah Pusat sangat mengapresiasi kontribusi even SISSCa ini, sehingga sejak 2021 SISSCa masuk ke dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.


Sorotan Pengikut

Pacu Jawi atau Balapan Sapi merupakan permainan tradisi turun temurun di Sumatera Barat yang dilaksanakan sebagai ungkap...
05/09/2024

Pacu Jawi atau Balapan Sapi merupakan permainan tradisi turun temurun di Sumatera Barat yang dilaksanakan sebagai ungkapan puji syukur dan terima kasih seusai panen padi.

Pacu Jawi ini dilakukan di atas area persawahan berlumpur yang akan ditanami padi. Adapun maksud lain yang terkandung dalam pacu jawi ini adalah setelah sawah dipanen, kemudian sawah akan dibajak dan pacu jawi ini akan membantu membuat tanah semakin gembur sehingga siap untuk ditanam kembali.

Ada dua daerah yang melakukan kegiatan Pacu Jawi ini, yaitu Kabupaten Tanah Datar atau disebut juga dengan Luak Tanah Data serta Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota yang disebut juga dengan Luak Limo Puluah.

Kedua daerah ini memiliki perbedaan dalam
Pacu Jawi ini. Yang mana Pacu jawi di Luak Limo Puluah hanya menggunakan satu sapi dan satu joki. Sedangkan di Kabupaten Tanah Datar atau Luak Tanah Data menggunakan dua ekor sapi dan satu joki.

Pacu jawi di Kota Payakumbuh tidak menaiki siket atau bajak alat pengikat sapi. Joki pacu jawi di Kota Payakumbuh berlari mengikuti sapi, dan jika terjatuh maka dinyatakan gugur. Sedangkan di Kabupaten Tanah Datar, joki menaiki siket dan ditarik oleh sapi.

Ada satu lagi perbedaan antara kedua daerah ini, jika di Kabupaten Tanah Datar menggunakan sapi jantan, maka di Luak Limo Puluah menggunakan sapi betina.

People Sorotan Pengikut

Pacu Jawi di Nagari Labuah Limo Kaum Batusangkar.     Tanahdatar TV Pengikut
20/04/2024

Pacu Jawi di Nagari Labuah Limo Kaum Batusangkar.


Tanahdatar TV Pengikut

Diriku adalah misteriPada kelam malam aku bersembunyiMenyendiri dalam melodi sunyiMenatap lirih pada rembulan yang menep...
22/02/2024

Diriku adalah misteri
Pada kelam malam aku bersembunyi
Menyendiri dalam melodi sunyi
Menatap lirih pada rembulan yang menepi.




Maarak JambaMaarak Jamba dalam Bahasa Minang berarti mengarak jamba. Dalam Bahasa Minang, nampan disebut talam. Di dalam...
17/01/2024

Maarak Jamba

Maarak Jamba dalam Bahasa Minang berarti mengarak jamba. Dalam Bahasa Minang, nampan disebut talam. Di dalam talam tersebut terdapat banyak piring-piring berisi makanan yang kemudian ditutup dengan kain khas Minangkabau. Makanan yang terbungkus rapih itulah yang disebut dengan Jamba. Maarak Jamba merupakan ritual yang dilakukan sebelum masyarakat Minangkabau melaksanakan Makan Bajamba (semacam makan besar masyarakat setempat). Para penduduk perempuan disana akan memakai baju adat lengkap atau berbaju kurung khas Minang dalam prosesi ini. Mereka akan berkumpul bersama-sama membawa jamba masing-masing. Yang kemudian akan dikoordinir untuk bergerak menuju tempat Makan Bajamba. Ritual ini biasanya dilaksanakan saat peringatan hari-hari besar agama Islam atau upacara adat, pesta adat, dan pertemuan penting lain.




Address

Jalan SD Goduang
Payakumbuh
26225

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Carito Ranah Minang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category