24/01/2026
Pernyataan Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencerminkan kekhawatiran seorang tokoh yang memiliki latar belakang kuat di bidang militer dan diplomasi. Sebagai mantan Presiden dua periode, beliau melihat tanda-tanda munculnya apa yang ia sebut sebagai “badai sempurna” di panggung global.
Berikut beberapa alasan mengapa peringatan tersebut patut diperhatikan:
1. Ketegangan Geopolitik yang Semakin Panas
Dunia saat ini dihadapkan pada konflik besar yang melibatkan kekuatan militer raksasa dan negara pemilik senjata nuklir:
Perang Rusia–Ukraina yang menyeret ketegangan NATO vs Rusia.
Konflik Timur Tengah antara Israel–Palestina, dengan potensi keterlibatan Iran dan Amerika Serikat.
Persaingan Amerika Serikat dan Tiongkok, terutama di Laut Cina Selatan dan isu Taiwan.
Satu salah perhitungan saja bisa memicu konflik yang lebih luas.
2. Melemahnya Diplomasi Internasional
Lembaga dunia seperti PBB terlihat semakin sulit menghentikan perang. Ketika jalur diplomasi buntu, negara-negara cenderung memilih unjuk kekuatan militer sebagai jalan keluar.
3. Krisis Ekonomi Global yang Saling Terhubung
Perang bukan hanya soal senjata, tapi juga pangan dan energi. Dampaknya:
Harga kebutuhan pokok dan energi naik.
Rantai pasok global terganggu.
Negara-negara mulai mementingkan diri sendiri (proteksionisme), yang dalam sejarah sering menjadi pemicu konflik besar.
4. Naluri Seorang Strategis
SBY adalah sosok yang memahami sejarah peperangan dan geopolitik. Dalam sejarah dunia, perang besar sering terjadi bukan karena niat awal, tetapi karena akumulasi krisis dan salah kalkulasi para pemimpin.
Intinya, peringatan beliau bukan untuk menakut-nakuti, tapi sebagai alarm agar dunia tidak terlena. Karena jika semua tanda sudah terlihat dan kita tetap mengabaikan, sejarah bisa terulang.