22/09/2024
Ayub Hamzah Fahreza
Teater Imago Medan adalah kelompok teater di Medan yang kini berusia 52 tahun sejak tahun 1972. Sebagai kelompok teater yang terus aktif mementaskan berbagai pertunjukan teater, kali Teater Imago Medan tengah kembali mempersiapkan satu pementasan berjudul "Rapel Pensiun" Karya Andi MS.
Ide kreatif pertunjukan panggung "Rapel Pensiun" ini berangkat dari niat Teater Imago Medan untuk ikut memeriahkan satu perhelatan yang bertajuk "Parade Teater Medan" atau yang di akronim kan menjadi "PATEN".
Kondisi perteateran saat ini semakin "dingin" saja. Untuk membuat satu karya atau pertunjukan saja terasa sangat berat sekali. Oleh karenanya dapat mengumpulkan teman-teman untuk membuat satu pertunjukan saja rasanya sudah point yang bisa dibanggakan.
Walau ada juga yang sibuk melirik lirik program pemerintah yang selalu merangkul orang orang yang dekat di mata dan dihidung saja, tanpa memperdulikan kehidupan Seniman yang mengais ngais dari pekerjaannya sebagai tukang batu, tukang becak, jualan bakso bakar atau ngojek untuk dipersembahkan ke dunia teater.
Tetapi orang lainnya, bahkan pegawai pemerintah diberangkatkan pada event event tertentu hanya karena mereka adalah orang dalam. Tanpa perduli dengan Seniman lainnya. Duh miris melihatnya.
Oleh karena itu Teater Imago dengan sisa sisa semangat yang ada, sisa sisa tenaga yang ada mencoba untuk menjawab kegelisahan ini. Dengan patungan keringat, latihan seadanya, semampunya, karena sebagai aktor, kami juga punya beban memberi makan keluarga kami.
Ini kegelisahan kami. Inilah tantangan hidup kami yang harus kami tertawai sendiri. Hidup yang pahit dan sulit ini memang bukan untuk dikeluhkan. Bukan untuk dibiarkan begitu saja. Setidaknya kita harus tertawa. Sedikitnya tertawa untuk diri kita sendiri.
Tertawa. Ya itu sepertinya mudah. Tinggal menarik bibir kita ke kiri dan ke kanan. Lalu nampak lah susunan gigi kita yang tak lagi kuat. Mungkin dimakan ulat. Mungkin dimakan selilit atau dimakan nikotin. Tapi masih mampukah kita tertawa?
Ini pertanyaannya. Sepertinya kita sudah lama tak bisa tertawa lagi bahkan tersenyum. Dunia kita telah dirampas oleh kesulitan hidup yang demikian melilit. Tapi orang-orang kaya masih juga pelit.
Tetapi tertawa adalah salah satu jalan keluar agar kewarasan tetap terjaga. Bukankah dokter mengatakan tertawa itu sehat?
Maka dari itu kami memilih naskah "Rapel Pensiun" Sebuah naskah komedi situasi karya Andi MS. Menggambarkan orang kaya di sebuah kampung yang pelit medit dan kikir.
Barangkali masih ada orang di zaman ini yang pelit medit, kikir dan bahil. Namun alasan kami mengambil naskah ini hanya karena ringan, tidak sulit di hapal dan sesuai dengan aktor yang sudah sulit menghapal dialog karena sibuk mencari sesuap nasi untuk anak istri. Salam...