Pembasmi Rumput

Pembasmi Rumput Cara Ramah Mudah & Murah Untuk Membasmi Rumput Liar
547/582

26/07/2025

Diwartakan, Fenomena sound horeg belakangan ini menjadi sorotan, baik di dunia maya maupun nyata. Meskipun awalnya dianggap unik, keberadaannya kini menuai pro dan kontra. Sebagian beranggapan sound horeg mengganggu dan merusak gendang telinga karena volumenya yang terlalu kencang. Namun, terlepas dari perdebatan tersebut, popularitas sound horeg juga membuat nama Edi Sound menjadi perbincangan.
Edi Sound adalah seorang teknisi audio asal Jawa Timur yang dikenal karena ketekunannya dalam merancang konfigurasi sistem suara dengan teknik manual dan rakitan yang rumit. Para penggemar menyebutnya sebagai "penemu" atau pelopor sound horeg. Ia terkenal dengan kemampuannya merakit sistem suara yang menghasilkan volume keras dan bass kuat hingga 130 desibel.
Dedikasi Edi dalam menciptakan kualitas audio terbaik untuk acara hajatan tidak perlu diragukan lagi. Bahkan, ia rela tidak tidur selama seminggu demi menciptakan konfigurasi sound horeg yang paling sempurna. Berkat kemampuannya ini, Edi mendapat julukan dari penggemar sebagai "Thomas Alva Edisound Horeg".
Julukan tersebut merupakan gabungan nama ilmuwan besar Thomas Alva Edison, penemu fonograf pertama yang merekam dan memutar ulang suara, dengan kata "sound" dan "horeg". Kata "horeg" sendiri berasal dari bahasa Jawa Kuno yang berarti "bergerak" atau "bergetar". Julukan ini adalah bentuk apresiasi sekaligus lelucon yang menghubungkan kreativitas teknologi masa lalu Edison dengan inovasi lokal dalam pengembangan sistem suara bertenaga besar yang kini mendunia dalam komunitas hiburan tradisional.
Sumber: Laman Brilio

01/07/2025

Dikabarkan, Merianti (30), Hampir lima tahun bekerja sebagai customer service di sebuah bank di Indonesia, akhirnya memutuskan banting setir dan mencoba peruntungan di Negeri Kanguru.

Lulusan Manajemen dari sebuah universitas di Pontianak, Kalimantan Barat ini kini bekerja sebagai pemetik dan penyortir buah di Australia dengan penghasilan mencapai Rp 300.000 per jam. Keputusan besar ini ia ambil lewat program Working Holiday Visa (WHV), sebuah program resmi dari Pemerintah Australia yang memungkinkan warga negara tertentu untuk bekerja sambil berlibur.

"Alasan utamanya tentu karena ekonomi. Tapi selain itu, aku juga punya keinginan kuat untuk merasakan suasana dan budaya yang berbeda, ingin coba hidup di luar zona nyaman dan cari pengalaman baru di luar negeri,” ujar Merianti, dikutip dari laman Kompas .com.

Dari Waitress Hingga Farm Worker.

Selama satu setengah tahun tinggal di Australia, Merianti telah mencoba berbagai jenis pekerjaan. Mulai dari waitress, mencuci piring, bekerja di gudang, hingga pekerjaan fisik seperti memetik apel dan raspberry. Saat ini, ia bekerja sebagai penyortir buah di wilayah regional.

“Pekerjaanku memang berpindah-pindah sesuai musim dan kebutuhan syarat untuk perpanjangan visa. Urutannya mulai dari hospitality, warehouse, lalu pindah ke farm, dan sekarang kembali ke sorting buah,” jelasnya.

Merianti juga menyoroti perbedaan mencolok dalam sistem rekrutmen kerja di Australia dibanding Indonesia. Menurutnya, proses melamar kerja di Australia jauh lebih simpel.

“Tetap pakai CV, tapi formatnya lebih simple. Cuma berisi data diri, pengalaman kerja, dan kontak. Tanpa perlu foto, ijazah, atau dokumen tambahan,” kata dia.

Beberapa perusahaan bahkan menerapkan sistem uji coba langsung selama tiga jam untuk melihat kemampuan kerja secara nyata di lapangan.

Dengan upah minimum sebesar AUD 30,13 per jam (sekitar Rp 331.000), Merianti mengaku bisa memenuhi biaya hidup, membayar sewa, dan tetap menabung. Gaji biasanya dibayarkan mingguan atau dua mingguan.

“Datang on time, pulang juga on time. Kalau lembur ya dibayar sesuai jam kerja. Break time juga wajib diberikan. Mereka sangat disiplin tapi juga adil,” ungkapnya.

Disadur dari laman info TKI luar negeri

17/04/2025

Peluang lulusan SMA SMK
Pabrik mobil listrik BYD di Subang akan serap 18.000 tenaga kerja! Menyambut peluang besar ini, Balai Latihan Kerja (BLK) Subang akan buka pelatihan mulai Mei 2025. Ada kelas Bahasa Mandarin, pengelasan, otomotif, elektronik, hingga operator forklift.

Program ini menyasar lulusan SMA, SMK, hingga perguruan tinggi yang ingin meningkatkan keterampilan dan siap bersaing di industri otomotif masa depan.

Dikutip dari laman warta ekonomi

19/02/2025

Jadi...
Setelah kabar penunjukannya sebagai staf khusus di Kementerian Pertahanan pada Selasa, 11 Februari 2025, Deddy Corbuzier kembali menjadi sorotan di media sosial.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah video podcast-nya dengan Sersan Mayor (Serma) Ahmad Yusuf, anggota TNI-AL, yang tayang dalam kanal YouTube Close The Door.

Dalam kesempatan tersebut, Serma Ahmad Yusuf mengkritik proses pemberian pangkat Deddy, yang menurutnya tidak melalui pendidikan militer formal seperti halnya anggota TNI lainnya.

Sebelumnya, Deddy bertanya kepada Ahmad Yusuf, "Tapi, Anda bilang saya tentara giveaway?"

Serma Ahmad Yusuf dengan santai mengakui pernyataannya dan menjelaskan bahwa apa yang disampaikannya adalah sebuah fakta.

"Kan nyatanya gitu, kan. Apa yang saya sampaikan itu kan fakta," ujar Ahmad Yusuf.

Lebih lanjut, Serma Ahmad Yusuf menjelaskan bahwa anggota TNI harus melalui pendidikan dan perjuangan panjang untuk mendapatkan pangkat, sementara Deddy Corbuzier, yang kini menjabat sebagai staf khusus, tidak melalui proses serupa.

"Kalau tentara itu kan ada pendidikannya. Sampean ada pendidikannya, nggak?" tanya Ahmad Yusuf.

Deddy, yang tidak memiliki latar belakang pendidikan militer, pun mengiyakan pertanyaan tersebut.

"Nggak," jawab Deddy sambil termenung (mengakui ia tanpa jalur pendidikan militer).

Deddy, yang menerima pernyataan tersebut dengan sikap terbuka, juga menanggapi dengan tertawa.

Meski pernyataan Ahmad Yusuf sempat mengundang perhatian publik, Deddy Corbuzier menunjukkan sikap bijak dalam meresponsnya.

Ia memilih untuk tidak mempermasalahkan julukan tersebut, sembari tetap fokus pada tugas barunya sebagai staf khusus di Kementerian Pertahanan.

Diketahui sebelumnya, pada 9 Desember 2022, Deddy Corbuzier mendapat pangkat Letnan Kolonel atau Letkol Tituler TNI AD.

Penghargaan tersebut diberikan secara resmi oleh pemerintah melalui Menhan RI Prabowo Subianto di pemerintahan presiden Joko Widodo. (Kilat com)

ayo teman teman kita cari dan bersihkan mainan hewan dinosaurus
09/02/2022

ayo teman teman kita cari dan bersihkan mainan hewan dinosaurus

YUK CARI MAINAN HEWAN DINOSAURUS BESAR LEGO, DAN DIBERSIHKAN BERSAMA TEMAN TEMANLET'S FIND LEGO BIG SMALL DINOSAURS TOYS TO CLEAN WITH FRIENDS ...

Address

Bukit Cemara Tidar
Malang

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pembasmi Rumput posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Establishment

Send a message to Pembasmi Rumput:

Share

Category