26/07/2025
Diwartakan, Fenomena sound horeg belakangan ini menjadi sorotan, baik di dunia maya maupun nyata. Meskipun awalnya dianggap unik, keberadaannya kini menuai pro dan kontra. Sebagian beranggapan sound horeg mengganggu dan merusak gendang telinga karena volumenya yang terlalu kencang. Namun, terlepas dari perdebatan tersebut, popularitas sound horeg juga membuat nama Edi Sound menjadi perbincangan.
Edi Sound adalah seorang teknisi audio asal Jawa Timur yang dikenal karena ketekunannya dalam merancang konfigurasi sistem suara dengan teknik manual dan rakitan yang rumit. Para penggemar menyebutnya sebagai "penemu" atau pelopor sound horeg. Ia terkenal dengan kemampuannya merakit sistem suara yang menghasilkan volume keras dan bass kuat hingga 130 desibel.
Dedikasi Edi dalam menciptakan kualitas audio terbaik untuk acara hajatan tidak perlu diragukan lagi. Bahkan, ia rela tidak tidur selama seminggu demi menciptakan konfigurasi sound horeg yang paling sempurna. Berkat kemampuannya ini, Edi mendapat julukan dari penggemar sebagai "Thomas Alva Edisound Horeg".
Julukan tersebut merupakan gabungan nama ilmuwan besar Thomas Alva Edison, penemu fonograf pertama yang merekam dan memutar ulang suara, dengan kata "sound" dan "horeg". Kata "horeg" sendiri berasal dari bahasa Jawa Kuno yang berarti "bergerak" atau "bergetar". Julukan ini adalah bentuk apresiasi sekaligus lelucon yang menghubungkan kreativitas teknologi masa lalu Edison dengan inovasi lokal dalam pengembangan sistem suara bertenaga besar yang kini mendunia dalam komunitas hiburan tradisional.
Sumber: Laman Brilio