25/11/2020
Kala itu,kami(XII IPS 1 Angk-17) sepakat untuk menulis ini& menempelkan nya d pintu kelas.Ya,waktu itu kami masih keliru akan aturan hingga kami d juluki siswa ternakal di sekolah.Bahkan,kami pernah membuat sebuah keributan yang anarkis di sekolah yang melibatkan salah satu Guru IPA.Kami tidak terima dengan perkataan beliau yang mencap anak IPS itu bodoh.Dan ada beberapa kata menyakitkan lainnya yg membuat jiwa kami ingin memberontak &melawan bukan dengan kata2 tapi dengan perbuatan anarkis.Saat itu, semua guru mnyerah dengan kelas kami.Bahkan kami pernah hampir 1 bulan tidak mempunyai wali kelas.Karena tidak ada guru yg bersedia.Hingga pada akhirnya,seorang guru killer bernama Pak Amin melebarkan sayap malaikatnya&merangkul kami.Ia berusaha mendekati kami dengan caranya yg menyenangkan. Perlahan,Kami pun berubah jadi siswa yang menyukai sekolah.Ia berhasil menjadi terang dalam hati kami yg gelap.Terima kasih Pak! Bagi kami, Bapak adalah "The Real Teacher".Ada banyak guru di negeri ini.Tapi tidak semua nya mampu menjadi guru yang seutuhnya.Bagi kami, definisi"The Real Teacher"adalah para guru hebat yg mampu menumbuhkan kecintaan belajar pada siswa nakal seperti kami sekalipun.Jujur,kami saat itu tidak mengharapkan guru yang sempurna,kami hanya mengharapkan sosok guru yang bahagia yang membuat kami mencintai kelas& semangat bersekolah.3 tahun berlalu,kadang kami menyesali perbuatan naif kami d SMA.Tapi bukankah kenakalan2 itu bisa di tertawakan nanti jika kita mengenang nya dengan indahðŸ¤(Mulai meleset dari pembahasan).Intinya,Selamat Hari Guru untuk Seluruh Guru hebat dimanapun.