12/05/2026
Terkadang yg tega menyakiti kita adalah orang2 yg sebenarnya sangat dekat dg kita
Setelah hampir satu bulan k4bur dari kej4ran pihak kepol!sian, akhirnya pelaku pemb*nuhan Syafitri Yana ditangkap Pol!si.
Pel4ku bukanlah orang jauh, dia adalah Zakaria alias Jaka (43) orang yang pernah menjadi belahan j!wanya selama dua tahun terakhir.
Walaupun diantara mereka pernah timbul benih-benih cinta, namun Zakaria tidak memperdulikan hal tesebut. Kem4rahaanya menutupi rasa cintanya hingga ia tega mengh4bisi istri sirinya dengan cara s4dis.
Namun siapa yang meny4ngka, ternyata Jaka merupakan res!divis kasus yang sama. Dia juga pernah mengh4bisi istri sebelumnya dan sudah sempat di h*kum dan menjalanin dinginnya jeruj! besi.
Seolah tidak pernah insaf, saat ini ia kembali memb*nuh istrinya dengan alasan c*mburu karena sang istri diduga dekat dengan adik k4ndungnya.
Fakta Baru
K4polres Lingga, AKBP Dr. Pahala Martua Nababan, mengatakan, penetapan ters4ngka dilakukan setelah peny!dik mengantongi alat bukti yang cukup terkait kem4tian k0rban.
“Pada tanggal 9 Mei 2026, melalui mekanisme gelar perk4ra, peserta gelar perk4ra sepakat menetapkan saudara Zakaria alias Jaka sebagai ters4ngka tindak p!dana pemb*nuhan berencana,” ujar K4polres Lingga, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, korb4n dan ters4ngka diketahui telah menjalani hubungan sebagai pasangan suami istri siri sejak tahun 2024.
Namun selama menjalani rumah tangga, korb4n diduga sering mengalami tek4nan dan keker4san psikis dari ters4ngka.
Korb4n bahkan disebut tidak diperbolehkan keluar rumah oleh pel4ku.
Merasa tidak t4han dengan perl4kuan tersebut, korb4n kemudian meminta bantuan kepada adik k4ndung ters4ngka, Bs pada Rabu (22/4/2026).
Korb4n meminta dicarikan rumah kontrakan agar bisa meninggalkan ters4ngka.
“Korb4n saat itu mengaku sudah tidak tahan tinggal satu rumah dengan ters4ngka,” kata Kapolres Lingga.
Setelah menemukan rumah kontrakan di kawasan Pasir Kuning, Kecamatan Singkep, Bs kemudian membantu korb4n mel4rikan diri dari rumah pada Sabtu (25/4/2026) sekira pukul 14.20 WIB.
Korb4n lalu tinggal sementara di rumah kontrakan tersebut.
Namun sehari kemudian, Minggu (26/4/2026), ters4ngka menghubungi adiknya dan meminta datang ke rumahnya.
Saat bertemu, ters4ngka diduga meng4ncam sang adik agar memberitahukan keberadaan korb4n.
“Kalau tidak kasih tahu, kalian berdua saya b*nuh,” ucap K4polres Lingga menirukan anc4man ters4ngka.
Karena takut, terlebih ters4ngka diketahui merupakan res!divis kasus pemb*nuhan terhadap istri terdahulu, Bs akhirnya mengantarkan ters4ngka ke rumah kontrakan korb4n.
Setibanya di lokasi, Bs memilih pergi karena khawatir terjadi ker!butan besar antara korb4n dan ters4ngka.
Tak lama kemudian, seorang tetangga kontrakan, mendengar pertengk4ran di dalam rumah.
Saksi mendengar ters4ngka marah sambil berkata, “Jangan B0hong".
Sekitar lima menit setelah ker!butan itu, korb4n dan ters4ngka terlihat keluar rumah menggunakan sepeda motor.
Masih di hari yang sama sekira pukul 14.30 WIB, keduanya sempat mendatangi rumah abang kandung ters4ngka bernama Nanang.
Di sana, ters4ngka meminta nasihat terkait rumah tangganya yang sering r!but.
“Kalau memang sudah tidak cocok lagi, pisah saja daripada bertengk4r terus,” ujar Nanang kepada ters4ngka seperti disampaikan K4polres.
Setelah itu, k0rban dan ters4ngka kembali pulang.
Dua hari berselang, tepatnya Selasa (28/4/2026) sekira pukul 16.30 WIB, korban ditemukan meningg4l dunia dalam kondisi terkvbur di belakang rumah, tak jauh dari kediaman ters4ngka.
Sementara ters4ngka diketahui telah mel4rikan diri dari Dabo Singkep sejak Senin (27/4/2026).
Dari hasil pemer!ksaan, pol!si mengungkap cara s4dis ters4ngka menghabisi ny4wa korb4n.
Sebelum pemb*nuhan terjadi, ters4ngka lebih dulu mengajak k0rban meminum m!numan beralk0hol.
Saat k0rban dalam keadaan tanpa bus4na dan berbaring di atas kasur, ters4ngka langsung mencek!k l*her korb4n sambil menyek4pnya.
“Ters4ngka duduk di atas d4da korb4n hingga k0rban meningg4l dunia,” ungkap AKBP Pahala Martua Nababan.
Usai memastikan k0rban tew4s, ters4ngka kemudian menggulung tubuh k0rban menggunakan selimut dan menggendongnya ke belakang rumah.
Pel4ku lalu mengambil cangkul dan menggali lubang sedalam sekitar 50 sentimeter sebelum mengubvrkan j4sad korb4n.
Tak hanya itu, ters4ngka juga memb4kar selimut dan pakaian korb4n di area belakang rumah untuk menghilangkan jejak.
Saat ini ters4ngka telah diamankan pol!si dan menjalani proses h*kum lebih lanjut terkait kasus pemb*nuhan berencana tersebut.