12/02/2021
1. Ibarat Secangkir Kopi
Apabila bisa bertemu dengan Tuhan, aku akan berkata kepada-Nya bahwa hidup ini adalah secangkir kopi yang tak pernah aku minta.
RM, Always
Anda tentu tahu bagaimana rasa kopi, bukan? Minuman yang cocok untuk dinikmati dalam keadaan panas ini memang mempunyai dominan rasa pahit. Kata-kata renungan sedih kehidupan di atas diambil dari lirik lagu RM BTS ini mengibaratkan hidup yang penuh beban layaknya mendapatkan kopi yang tak pernah dipesannya.
Tidak semua orang bisa berpikir jernih apabila diahdapkan pada kenyataan hidup yang pahit. Terkadang saat benar-benar merasa terpuruk, bisa jadi Anda kan menyalahkan Tuhan karena telah memberi cobaan hidup yang berat. Namun, perlu diingat bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan Anda.
2. Ingin Menghilang
Aku pernah berharap untuk menghilang saja dari dunia ini. Dunia ini terlihat begitu gelap dan aku menangis sepanjang malam. Apakah aku akan merasa lebih baik jika aku menghilang?
Bol4, To My Youth
Setiap orang mungkin pernah berada pada titik terendah dalam hidup. Rasanya sebanyak apapun air mata yang keluar tidak bisa membuat hati merasa lega. Mungkin sempat terlintas dipikiran Anda untuk menyudahi semuanya.
Anda bisa saja merasa bahwa hidup tidak ada gunanya lagi. Namun, satu hal yang perlu Anda ingat adalah untuk terus berjuang. Roda itu terus berputar, pada akhirnya Anda pasti akan menemukan kebahagiaan juga.
3. Terlalu Tinggi
Standar hidup yang ditetapkan oleh dunia kini semakin tinggi layaknya Gunung Everest. Semakin tinggi mendekati puncak, semakin membuatku merasa tertekan.
Epik High ft. Hyukoh, Home is Far Away
Menurut kebanyakan orang, mungkin definisi sukses adalah mempunyai pekerjaan mapan dengan gaji tinggi dan bisa membeli mobil atau rumah mewah. Jika bukan Anda yang berpikiran seperti itu, bisa jadi orangtua yang berpikiran seperti itu hingga mendorong Anda untuk mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan.
Namun, ketika Anda sudah berada pada titik tersebut, lantas apa yang akan Anda lakukan? Biasanya, ketika sudah sampai di atas, kebanyakan standar hidup akan menjadi semakin lebih tinggi dan lebih tinggi lagi. Mungkin benar jika semakin tinggi Anda menuju puncak, bisa jadi Anda malah semakin tertekan. Tepat seperti kata-kata sedih kehidupan dari lirik lagu milik Epik High di atas.
4. Ketakutan Ini
Aku mencoba untuk meluapkan amarahku. Tapi, jika hanya ada aku di sini, apa gunanya? Ketika pagi tiba, aku takut untuk membuka mataku. Bahkan, aku sangat takut hanya untuk sekadar bernafas.
Agust D ft. Suran, So Far Away
Apakah Anda pernah ingin berkeluh kesah pada seseorang, tapi tak ada satupun yang mau mendengarkan? Tak ayal, Anda lebih memilih untuk memendamnya sendirian, meskipun rasanya akan semakin menyesakkan.
Ketika sudah terjebak dengan keadaan seperti itu, mungkin tidur menjadi sebuah pilihan dan Anda bisa terlepas sejenak akan permasalahan yang membelenggu. Namun ketika bangun, Anda merasa tidak ingin membuka mata dan yang lebih parahnya tidak bisa bernafas. Mungkin rasanya seperti apa yang tersurat dalam lirik lagu milik Agust D ini.
5. Lari di Tempat
Ketika tiba di sebuah persimpangan dan harus memilih jalan yang dilalui. Terkadang, rasanya seperti berjalan di atas treadmill, berlarian di tempat yang sama.
Justin Bieber, Life is Worth Living
Ketika menjalani hidup tentu saja Anda akan dihadapkan dengan banyak pilihan. Saking banyaknya, terkadang pilihan-pilihan tersebut membuat Anda bingung. Tak jarang, hal itu membuat Anda hanya beputar-putar di situ saja. Padahal Anda juga ingin seperti teman-teman lain yang sudah jauh melaju pesat.
Memang wajar apabila Anda pernah merasakan hal seperti itu. Namun, terlalu banyak waktu untuk berpikir malah akan membuat kesempatan Anda hilang. Sudah sepatutnya Anda bijak dalam memilih karena setiap pilihan ada risikonya masing-masing