Pujian & Doa

Pujian & Doa Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Pujian & Doa, Kupang.

Pujian dan Penyembahan Rohani Kristen menyajikan lagu-lagu Rohani yang menguatkan, menyentuh hati dan memberi semangat dalam menjalani hidup...
Tuhan memberkati

🌻Doa Pagi🌻12 Juni 26 —  Hari Raya Hati Kudus Yesus Ul 7:6-11 | Mzm 103:1-4, 6-8, 10 | 1 Yoh 4:7-16 | Mat 11:25–30“Tuhan ...
12/06/2026

🌻Doa Pagi🌻12 Juni 26 — Hari Raya Hati Kudus Yesus
Ul 7:6-11 | Mzm 103:1-4, 6-8, 10 | 1 Yoh 4:7-16 | Mat 11:25–30

“Tuhan telah menaruh hati-Nya kepadamu.” (Ul 7:7)

Bapa Maharahim,
hari ini Gereja mengajak kami memandang Hati Putra-Mu yang Mahakudus: Hati yang menjadi tanda nyata betapa besar kasih-Mu kepada kami.

Dalam bacaan pertama, Engkau mengingatkan bahwa Engkau memilih umat-Mu bukan karena mereka lebih hebat, lebih kuat, atau lebih layak daripada bangsa lain. Engkau memilih mereka karena Engkau mengasihi mereka. Sebelum mereka mencari-Mu, Hati-Mu sudah terlebih dahulu tertuju kepada mereka.

Dan melalui Santo Yohanes, kami mendengar kebenaran yang paling indah: Allah adalah kasih. Kasih bukan sekadar sesuatu yang Engkau lak*kan; kasih adalah siapa diri-Mu.

Kasih itu menjadi nyata dalam Hati Yesus.
Hati yang tergerak oleh belas kasih kepada orang sakit, orang berdosa, dan mereka yang tersesat. Hati yang tetap mengampuni ketika dihina dan disalibkan. Hati yang ditikam di salib sehingga darah dan air mengalir keluar sebagai sumber kerahiman dan kehidupan bagi dunia.

Hari ini Yesus juga berkata kepada kami:
“Marilah kepada-Ku, kalian yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.”

Tuhan Yesus, sering kali kami memikul beban yang sebenarnya tidak perlu kami pikul sendiri: beban kekhawatiran, beban luka masa lalu, beban rasa takut, beban keinginan untuk mengendalikan segala sesuatu, dan beban untuk selalu membuktikan diri.

Ajarlah kami datang kepada-Mu dengan hati yang sederhana dan percaya. Ajarlah kami untuk berjalan bersama-Mu dan menyerahkan hidup kami kepada-Mu. Ajarlah kami mengucapkan “ya” kepada kehendak Bapa sebagaimana Engkau selalu mengucapkan “ya” sepanjang hidup-Mu, bahkan sampai wafat di kayu salib dan terus memberikan diri-Mu dalam Ekaristi.

Bapa, jangan biarkan kami hanya mengetahui kasih-Mu dengan pikiran kami. Tolonglah kami mengalaminya dalam hati kami. Semoga setiap hari kami semakin percaya bahwa kami sungguh dicintai oleh Yesus.

Hati Yesus Yang Mahakudus, jadikanlah hati kami seperti Hati-Mu. Ambillah hati kami dan jangan pernah mengembalikannya. Berikanlah Hati-Mu kepada kami dan jangan pernah mengambilnya kembali.
Amin.

☘️HD☘️






12/06/2026

*Kalender Liturgi 12 Jun 2026*
Jumat Hari Raya
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Mat 11:29ab
Bacaan Injil: Mat 11:25-30
************************************

*Bait Pengantar Injil*
Mat 11:29ab
Pikullah k*k yang Kupasang, sabda Tuhan,
dan belajarlah pada-Ku, sebab Aku lemah lembut dan rendah hati.

*Bacaan Injil*
Mat 11:25-30
Aku lemah lembut dan rendah hati

*_Inilah Injil Suci menurut Matius:_*

Sekali peristiwa berkatalah Yesus,
"Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi!
Sebab misteri Kerajaan Kausembunyikan
bagi orang bijak dan orang pandai,
tetapi Kaunyatakan kepada orang kecil.
Ya Bapa, itulah yang berkenan di hati-Mu.

Semua telah diserahkan oleh Bapa kepada-Ku,
dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa,
dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak,
serta orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.

Datanglah kepada-Ku,
kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat.
Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Pikullah k*k yang Kupasang, dan belajarlah pada-Ku,
karena Aku lemah lembut dan rendah hati.
Maka hatimu akan mendapat ketenangan.
Sebab enaklah k*k yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku."

Demikianlah sabda Tuhan.
************************************

Dalam Injil hari ini, kita menemukan Yesus memberikan renungan mendalam tentang hakikat kerajaan Allah dan jalan menuju kedamaian sejati serta kepuasan rohani. Sebagai umat Katolik, kita dipanggil untuk menggali lebih dalam ayat-ayat ini dan merenungkan maknanya dalam hidup kita.

Pertama, Yesus memulai dengan memuji Bapa, mengakui bahwa Dialah sumber dari segala hikmat dan pengertian. Pengakuan ini mengingatkan kita bahwa pengetahuan dan hikmat kita berasal dari Tuhan. Sebagai umat Katolik, kita dipanggil untuk mendekati misteri iman dengan rendah hati dan terbuka, menyadari bahwa hikmat Tuhan melampaui pemahaman manusia kita yang terbatas. Ini mengingatkan kita untuk bersandar pada karunia Roh Kudus, yaitu karunia hikmat dan pengertian.

Kedua, Yesus mengungkapkan bahwa misteri kerajaan Allah diungkapkan kepada orang-orang yang seperti anak kecil, bukan kepada orang-orang bijak dan terpelajar. Ini bukan berarti mengabaikan pengetahuan atau kecerdasan, melainkan seruan untuk merangkul sifat-sifat seperti anak kecil, seperti kepercayaan, kesederhanaan, dan ketergantungan kepada Allah.
Dalam perjalanan iman kita, sangat penting untuk memupuk semangat seperti anak kecil, menaruh kepercayaan kita pada pemeliharaan kasih Allah dan melepaskan ketergantungan kita pada kebijaksanaan duniawi semata.

Ketiga, Yesus mengundang semua orang yang lelah dan berbeban berat untuk datang kepada-Nya untuk beristirahat. Undangan ini merupakan sumber penghiburan dan ketenangan yang luar biasa, terutama di masa-masa cobaan, perjuangan, dan beban hidup yang berat. Kita didorong untuk mendekati Yesus, Juruselamat kita yang penuh belas kasih, dan menemukan istirahat bagi jiwa kita yang lelah. Di hadirat-Nya kita menemukan kedamaian sejati yang melampaui segala pengertian.

Keempat, Yesus meyakinkan kita bahwa k*k-Nya mudah dan beban-Nya ringan. Ajaran ini menantang kita untuk merenungkan pemahaman kita tentang kemuridan dan cara kita menjalankan tanggung jawab kita sbg ora Kristiani. Yesus tidak menjanjikan kehidupan yang bebas dari tantangan atau kesulitan, tetapi Dia meyakinkan kita bahwa ketika kita menerima ajaran-Nya dan mengikuti teladan-Nya, kita akan menemukan kasih karunia dan kekuatan. K*k Kristus, meskipun melibatkan pengorbanan namun pada akhirnya mengarah pada kebebasan, kepuasan, dan kehidupan kekal.

Saat kita merenungkan Injil hari ini, kita diingatkan akan pentingnya kerendahan hati, kepercayaan seperti anak kecil, dan menemukan kedamaian di dalam Yesus.
Sebagai umat Katolik, kita dipanggil untuk merangkul hikmat kerajaan Allah, menyerahkan beban kita kepada-Nya dan mengikuti jalan yang telah Yesus tunjukkan kepada kita. Semoga kita berusaha untuk menghidupi ajaran-ajaran ini, mencari penghiburan dan bimbingan dari Juruselamat kita yang penuh kasih, dan menemukan kedamaian dan ketenangan sejati di hadirat-Nya.

*RP. PAUL KERANS, SVD.*








✨Ketika Roh Kudus memenuhi hati seseorang: menyemangati menjadi pewartaan, dan berdamai menjadi ibadah.🌻Doa Pagi🌻11.6.26...
11/06/2026

✨Ketika Roh Kudus memenuhi hati seseorang: menyemangati menjadi pewartaan, dan berdamai menjadi ibadah.

🌻Doa Pagi🌻11.6.26 - Peringatan St Barnabas
Kis 11:21-26, 13:1-3 | Mzm 98:1-6 | Mat 5:20-26

Bapa yang Maharahim,
hari ini Putra-Mu melanjutkan khotbah-Nya di atas bukit sebagai Musa yang baru. Namun Ia tidak sekadar menjelaskan Hukum Taurat. Ia menyingkapkan makna terdalamnya. Perintah “Jangan membunuh” ternyata bukan hanya soal tindakan lahiriah. Yesus mengajak kami melihat lebih dalam, ke dalam hati tempat kemarahan, kebencian, kesombongan, gosip, dan penghinaan bermula. Disitu Ia mengajarkan bahwa kepenuhan hukum ini bukan sekedar menghindar dari mencelakakan atau merugikan orang, tetapi untuk menjadi alat kasihMu yang memberi kehidupan.

Engkau menghendaki lebih dari sekadar ketaatan lahiriah. Engkau menghendaki hati yang diubahkan.

Yesus mengajarkan bahwa kekudusan sejati bukan hanya terlihat dari apa yang kami lak*kan, tetapi dari apa yang kami pikirkan, rasakan, dan simpan di dalam hati. Ia mengundang kami mengalami metanoia—pembaruan cara berpikir dan cara memandang hidup. Dalam diri Yesus, yang ilahi dan manusiawi telah bertemu. Namun bila hati kami tetap tertutup, kami bisa gagal melihat kebaruan yang sedang Engkau kerjakan di tengah kami.

Hari ini Gereja merayakan St. Barnabas, yang namanya berarti “anak penghiburan” atau “anak dorongan.” Dipenuhi Roh Kudus dan iman, ia mampu melihat harapan ketika orang lain melihat masalah. Ketika para rasul masih takut kepada Saulus, Barnabas menerima dan memperkenalkannya sebagai saudara. Ketika Gereja di Antiokhia sedang bertumbuh, Barnabas menguatkan umat agar tetap setia kepada Tuhan dengan sepenuh hati. Melalui dorongan dan teladannya, banyak orang semakin dekat kepada Kristus.

Bapa, betapa indahnya bila kami hidup seperti Barnabas. Namun sering kali kata-kata kami lebih banyak melukai daripada membangun. Kami mudah mengkritik, tetapi lambat memahami. Kami kadang menyakiti sesama melalui gosip, sindiran, candaan yang merendahkan, sikap mengabaikan, atau bahkan dengan menjauhkan seseorang dari kesempatan yang seharusnya ia miliki.

Ajarlah kami bahwa berdamai dengan sesama bukanlah penghalang ibadah, melainkan bagian dari ibadah itu sendiri. Berilah kami kerendahan hati untuk meminta maaf terlebih dahulu, bahkan ketika maksud kami baik tetapi perkataan kami telah melukai hati orang lain. Tolonglah kami mencabut akar kepahitan sebelum bertumbuh menjadi kebencian.

Roh Kudus, yang memenuhi St. Barnabas, penuhilah kami juga. Ambillah talenta, pekerjaan, keluarga, pelayanan, dan percakapan sehari-hari kami, lalu penuhi semuanya dengan rahmat-Mu. Jadikan kami pembawa pengharapan, pendamai, dan penguat bagi sesama. Semoga setiap orang yang berjumpa dengan kami dapat merasakan kelembutan dan kasih Kristus.

Sebab Engkaulah Kasih itu sendiri, dan setiap tindakan kasih yang tulus adalah partisipasi dalam hidup Ilahi.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

🕊️Sebelum membawa persembahan ke altar, tanya pada Roh Kudus: “Siapa yang bisa kusemangati, pada siapa aku perlu berdamai?”
Akan nyata bahwa menjadi kudus itu bisa mulai dari hal sederhana yang memberi kehidupan dalam hati sesama.

☘️HD☘️






11/06/2026

*Kalender Liturgi 11 Jun 2026*
Kamis Pekan Biasa X
PW S. Barnabas, Rasul
Warna Liturgi: Merah
Bait Pengantar Injil: Mat 28:19a.20b
Bacaan Injil: Mat 10:7-13
**********************************

*Bait Pengantar Injil*
Mat 28:19a.20b
Pergilah, ajarlah segala bangsa, sabda Tuhan.
Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

*Bacaan Injil*
Mat 10:7-13
Kamu telah menerima dengan cuma-cuma;
karena itu berilah dengan cuma-cuma p**a.

*_Inilah Injil Suci menurut Matius:_*

Sekali peristiwa
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
"Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat.
Sembuhkanlah orang-orang sakit; bangkitkanlah orang mati;
tahirkanlah orang kusta, usirlah setan-setan!
Kamu telah menerima dengan cuma-cuma;
karena itu berilah dengan cuma-cuma p**a!
Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.
Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan,
janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat,
sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.
Apabila kamu masuk kota atau desa,
carilah di situ seorang yang layak, dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.
Apabila kamu masuk rumah orang,
berilah salam kepada mereka.
Jika mereka layak menerimanya,
salammu itu turun ke atasnya;
jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
Demikianlah sabda Tuhan.
************************************

🌿📖 𝕊𝕒𝕓𝕕𝕒 ℍ𝕚𝕕𝕦𝕡 📖🌿

Barnabas, yang kita peringati hari ini, mungkin tidak sepopuler Paulus. Tetapi kalau kita membaca Kisah Para Rasul dengan baik, peranan Barnabas tidak hanya penting, tetapi amat menentukan dalam sejarah Gereja. Barnabas ikut menyerahkan uang hasil penjualan ladangnya kepada para rasul (Kis 4: 36-37). Dengan demikian ia ikut berperan dalam membangun umat menjadi “sehati dan sejiwa ..... tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka” (Kis 4: 32 – 34). Selanjutnya, Barnabas diutus oleh jemaat di Yerusalem untuk memimpin jemaat baru di Antiokhia (Kis 11: 2). Karena kepemimpinannya, “di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen” (Kis 11: 26). Dalam rangka kepemimpinan itu ia mencari Paulus ke Tarsus dan membawanya ke Antiokhia (Kis 11: 25; 13: 1).

Kita bisa bertanya, seandainya Barnabas tidak membawa Saulus ke Antiokhia, akankah kita mengenal Rasul Agung St. Paulus? Ia p**a yang berjasa memperkenalkan Paulus yang baru bertobat kepada Petrus dan rasul-rasul lainnya. Barnabas p**alah yang dalam tuntunan Roh Kudus dan kerjasama dengan pemimoin jemaat yang lain memutuskan dan mengawali karya misi, ikut dalam Konsili di Yerusalem dan selanjutnya menyerahkan karya misi itu kepada Paulus.

Siapakah Barnabas yang mempunyai pernanan begitu menentukan dalam sejarah Gereja? Kisah Para Rasul hanya mengatakan bahwa nama aslinya adalah Yusuf, seorang Lewi dari Siprus (Kis 4: 36). Ia disebut Barnabas yang artinya adalah “anak penghiburan” (Kis 4: 36). Di tempat lain ia disebut sebagai “orang yang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman” (Kis 11: 24). Sebutan-sebutan itu cukup bagi kita untuk mencoba membuat “potret” diri Barnabas agar semakin mengenal dan meneladaninya.

Gereja di dunia dari kodratnya adalah Gereja misioner. Oleh sebab itu menjadi “misionaris” adalah bagian tak terpisahkan dari identitas Kristiani kita. Seperti Kristus diutus Bapa, kita pun diutus. Siapkah anda diutus? Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah p**a dengan cuma-cuma (Mat 10: 8). Kita membutuhkan semakin banyak "orang-orang baik penuh Roh Kudus dan iman" seperti Barnabas bagi dunia masa kini!

St. Barnabas Rasul, bantulah kami mewartakan Injil dengan gigih, dalam kata dan perbuatan. Amin.

Selamat beraktivitas. Selamat bermisi! ⒿⓁⓊ! 🙏🏼❤️😇
𝒿❤︎𝓃𝒶𝓈𝓉.𝓂𝓈𝒸

*RP. Joni Astanto, MSC.*








🌻Doa Pagi🌻 10/6/26 — 1 Raj 18:20-39 | Mzm 16:1-2, 4-5, 8, 11 | Mat 5:17–19Bapa Maharahim, Hari ini nabi Elia berdiri di ...
10/06/2026

🌻Doa Pagi🌻 10/6/26 — 1 Raj 18:20-39 | Mzm 16:1-2, 4-5, 8, 11 | Mat 5:17–19

Bapa Maharahim,
Hari ini nabi Elia berdiri di Gunung Karmel dan mengajukan pertanyaan yang masih bergema sampai sekarang: Siapakah Allah yang sesungguhnya?

Ketika para nabi Baal berteriak-teriak dan berusaha menarik perhatian ilah mereka, Elia hanya berdoa: “Jawablah aku, ya Tuhan, supaya bangsa ini tahu bahwa Engkaulah Allah dan bahwa Engkaulah yang mengembalikan hati mereka kepada-Mu.” Lalu api Tuhan turun dari langit.

Bapa, kami menyadari bahwa berhala tidak selalu berupa patung atau dewa-dewi. Apa pun yang mengambil tempat-Mu dalam hati kami dapat menjadi berhala. Kadang kami lebih mengandalkan rencana kami daripada penyelenggaraan-Mu, lebih mencari penerimaan manusia daripada kebenaran-Mu, atau lebih mengejar kenyamanan dunia daripada Kerajaan-Mu.

Dalam Injil hari ini, Yesus menyatakan bahwa Ia datang bukan untuk meniadakan Hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya. Seperti seorang pria dan wanita yang meninggalkan keluarga lamanya untuk membentuk keluarga yang baru, Yesus mengambil semua yang telah Engkau ajarkan kepada Israel dan membawanya kepada kepenuhannya. Bait Allah, kurban, imamat, perjanjian, dan hukum menemukan makna sempurnanya di dalam Dia dan Gereja-Nya, Tubuh Mistik-Nya.

Tuhan Yesus, Engkau tidak datang untuk menghapus agama, tetapi untuk memperbaruinya dari dalam. Engkau tidak membuang apa yang kudus; Engkau menyempurnakannya. Melalui Baptisan Engkau menjadikan kami anak-anak Allah. Melalui Ekaristi Engkau memberi kami hidup-Mu sendiri. Melalui Roh Kudus Engkau menuliskan hukum-Mu di dalam hati kami.

Bapa, biarlah api yang turun atas kurban Elia juga turun atas kami hari ini. Murnikan hati kami. Hanguskan segala kompromi, berhala tersembunyi, dan iman yang suam-suam k*ku. Semoga hidup kami menjadi kesaksian bahwa Yesus Kristus sungguh adalah Tuhan. Biarlah keluarga, pekerjaan, persahabatan, dan pelayanan kami memancarkan kasih yang hanya dapat berasal dari-Mu.

Sebab ketika api-Mu hadir, orang tidak lagi membutuhkan banyak perdebatan untuk mengenal kebenaran—mereka dapat melihat kehadiran-Mu dalam hidup yang telah diubahkan.

Kami menempatkan Engkau selalu di hadapan kami, sebab hanya Engkaulah bagian warisan dan sukacita kami. Tuntunlah kami di jalan kehidupan, dan ajarlah kami setia pada perintah-perintah-Mu, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga melalui cara kami hidup setiap hari.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

☘️HD☘️






10/06/2026

*Kalender Liturgi 10 Jun 2026*
Rabu Pekan Biasa X
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Mzm 25:4c.5a
Bacaan Injil: Mat 5:17-19
************************************

*Bait Pengantar Injil*
Mzm 25:4c.5a
Tunjukkanlah lorong-Mu kepadaku, ya Tuhan,
bimbinglah aku menurut sabda-Mu yang benar.

*Bacaan Injil*
Mat 5:17-19
Aku datang untuk menggenapi hukum.

*_Inilah Injil Suci menurut Matius:_*

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata,
"Janganlah kalian menyangka,
bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat
atau kitab para nabi.
Aku datang bukan untuk meniadakannya,
melainkan untuk menggenapinya.

Karena Aku berkata kepadamu,
'Sungguh, selama belum lenyap langit dan bumi ini,
satu yota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan
dari hukum Taurat,
sebelum semuanya terjadi.'

Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah Taurat
sekalipun yang paling kecil,
dan mengajarkannya demikian kepada orang lain,
ia akan menduduki tempat yang paling rendah
di dalam Kerajaan Surga.
Tetapi siapa yang melak*kan dan mengajarkan
segala perintah Taurat, akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga.

Demikianlah sabda Tuhan.
***********************************

Dalam Injil hari ini, Yesus yang adalah perwujudan kasih dan kebenaran ilahi, meyakinkan kita bahwa setiap firman yang diucapkan Allah melalui Hukum dan para Nabi tetap bermakna dan memiliki tujuan.

Ayat-ayat ini adalah bagian dari Khotbah di Bukit, sebuah khotbah penting di mana Yesus menguraikan nilai-nilai dan etika Kerajaan Allah. Bagi audiens Yahudi pada zamannya, Hukum Taurat dan para Nabi mewakili keseluruhan petunjuk dan janji Allah. Dengan menyatakan bahwa Ia datang untuk menggenapi dan bukan menghapuskan Hukum Taurat, Yesus menekankan peran-Nya dalam menyempurnakan tujuan ilahi yang diungkapkan melalui Perjanjian Lama.

Secara historis, Yesus hidup pada masa ketika ketaatan pada Hukum Musa merupakan aspek inti dari identitas Yahudi. Hukum tersebut mengatur semua aspek kehidupan, mulai dari ibadah hingga perilaku sehari-hari. Para Nabi dipandang sebagai utusan Allah yang berseruh kpd Israel untuk kembali kepada kesetiaan dan menunjukkan penebusan di masa depan. Pernyataan Yesus menempatkan-Nya sebagai Mesias yang dinantikan yang akan mewujudkan rencana penebusan Allah.

Secara teologis, ayat-ayat ini menggarisbawahi otoritas Yesus dan kesinambungan wahyu Allah. Yesus tidak membatalkan Hukum Taurat; sebaliknya, Ia mewujudkan prinsip-prinsip dan janji-janji kenabiannya. Dengan menggenapi Hukum Taurat, Yesus menegaskan asal usul ilahi dan relevansinya yang kekal, sekaligus menunjukkan tujuan utamanya yaitu menuntun umat manusia kepada kebenaran dan relasi yang lebih dalam dengan Allah.

Dalam perjalanan iman kita, marilah kita menyadari bahwa penggenapan Hukum Taurat oleh Yesus tidak mengurangi nilainya. Sebaliknya, hal itu mengungkapkan esensi sejati Hukum Taurat yaitu belas kasih, keadilan, dan kesetiaan. Yesus mengajak kita untuk menghidupi prinsip-prinsip ilahi ini dalam kehidupan kita sehari-hari, bukan sekadar menaati hukum, tetapi sebagai respons tulus terhadap kasih karunia Allah.

Marilah kita menghidupi perintah-Nya dengan sukacita dan keyakinan, karena dengan melak*kan itu, kita memuliakan Dia yang datang bukan untuk menghapuskan hukum tetapi untuk menggenapi.

Semoga iman kita dikuatkan dan hati kita diilhami oleh kebenaran ajaran Yesus. Semoga kita bersinar terang sebagai murid yang setia, mencerminkan kemuliaan Juruselamat kita yang telah menggenapi Hukum Taurat dengan sempurna dan memanggil kita untuk mengikuti Dia dengan segenap jiwa raga kita. Amen

*RP. PAUL KERANS, SVD.*








✨Ketika Tuhan memberkati kita, Ia tidak bermaksud agar berkat itu berhenti pada diri kita sendiri.🌻Doa Pagi🌻09.06.26 - 1...
09/06/2026

✨Ketika Tuhan memberkati kita, Ia tidak bermaksud agar berkat itu berhenti pada diri kita sendiri.

🌻Doa Pagi🌻09.06.26 -
1 Raj 17:7-16 | Mzm 4:2-5, 7-8 | Mat 5:13-16

Bapa yang Maharahim,
hari ini, dalam lanjutan Khotbah di Bukit, Putra-Mu mengatakan siapa kami dan untuk apa Engkau menempatkan kami di dunia ini: “Kamulah garam dunia. Kamulah terang dunia.”

Bapa, sabda ini tidak hanya ditujukan kepada para murid yang berkumpul di sekitar Yesus dua ribu tahun yang lalu. Sabda ini juga ditujukan kepada kami hari ini.

Yesus memanggil kami untuk menjadi garam yang menjaga apa yang baik, menyembuhkan yang terluka, dan memberi cita rasa kehidupan melalui iman, harapan, dan kasih. Ia juga memanggil kami menjadi terang yang bersinar melalui perbuatan-perbuatan baik, sehingga orang lain dapat mengenal kebaikan-Mu dan memuliakan Engkau.

Namun kami sadar, ya Bapa, kami tidak dapat memberi jika kami sendiri tidak terlebih dahulu menerima. Dalam bacaan pertama hari ini, Engkau memelihara Nabi Elia melalui seorang janda miskin yang tepungnya tidak habis dan minyaknya tidak berkurang. Engkau menunjukkan bahwa ketika seseorang percaya kepada-Mu dan berani berbagi, rahmat-Mu sanggup melipatgandakan apa yang tampaknya tidak cukup.

Sering kali kami senang menerima berkat, sabda, dan belas kasih-Mu, tetapi lupa membagikannya kepada orang lain. Bukalah mata kami terhadap mereka yang lapar di sekitar kami—lapar akan pengharapan, penghiburan, kebenaran, dan iman.

Murnikanlah kami setiap hari dari egoisme, ketakutan, iri hati, gosip, dan sikap acuh tak acuh. Jauhkan segala sesuatu yang membuat garam kami menjadi tawar atau terang kami menjadi redup. Penuhilah kami dengan Roh Kudus-Mu agar melalui kata-kata, tindakan, dan hidup sehari-hari kami, orang lain dapat semakin mengenal Yesus.

Dan ketika kami merasa tidak memiliki banyak untuk diberikan, ingatkanlah kami bahwa rahmat-Mu tidak pernah habis. Sebagaimana Engkau memelihara Elia dan janda itu, peliharalah kami juga, agar kami menjadi pengelola yang setia atas setiap karunia yang Engkau percayakan.

Semoga hidup kami memancarkan terang yang membuat orang lain melihat bukan diri kami, melainkan Engkau.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

☘️HD☘️






09/06/2026

*Kalender Liturgi 09 Jun 2026*
Selasa Pekan Biasa X
PF S. Efrem, Diakon dan Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Mat 5:16
Bacaan Injil: Mat 5:13-16
***********************************

*Bait Pengantar Injil*
Mat 5:16
Hendaknya cahayamu bersinar di depan orang,
agar mereka melihat perbuatanmu yang baik,
dan memuji Bapamu yang di surga.

*Bacaan Injil*
Mat 5:13-16
Kalian ini cahaya dunia.

*_Inilah Injil Suci menurut Matius:_*

Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda,
"Kalian ini garam dunia.
Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah dapat diasinkan?
Tiada gunanya lagi selain dibuang dan diinjak orang.
Kalian ini cahaya dunia.
Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
Lagip**a orang tidak menyalakan pelita
lalu meletakkannya di bawah gantang,
melainkan di atas kaki dian,
sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
Demikianlah hendaknya cahayamu bersinar di depan orang,
agar mereka melihat perbuatanmu yang baik,
dan memuliakan Bapamu di surga."

Demikianlah sabda Tuhan.
***********************************

Dalam Injil hari ini, Yesus berkata kepada para muridNya, 'Kamu adalah garam dunia'. Kelompok murid ini adalah inti dari apa yang kemudian menjadi gereja. Kita adalah gereja saat ini, dan Yesus juga berkata kepada kita, 'kamu adalah garam dunia'. Yesus tidak berkata, 'kamu akan menjadi garam dunia', tetapi 'kamu adalah garam dunia'. Dalam arti tertentu, kita diingatkan akan identitas kita, identitas yang kita miliki sebagai orang-orang yang telah dibaptis dalam Kristus, yang merupakan anggota tubuh Kristus.
Jika itulah identitas yang kita miliki, maka panggilan kita adalah untuk hidup sesuai dengan identitas itu. Seperti garam, kita harus menjadi apa yang terbaik dalam diri masing-masing kita dan di dunia kita.
Kita memelihara semua kebaikan di tengah-tengah kita. Kita bekerja melestarikan dan memelihara kebaikan di antara kita.

Gambaran lain yang digunakan Yesus dalam Injil hari adalah terang. Dalam Injil Yohanes, Yesus berkata tentang diri-Nya, 'Akulah terang dunia'. Dalam Injil Matius, Ia berkata kepada murid-murid-Nya, 'Kamulah terang dunia'. Sungguh meyakinkan bahwa gelar yang diberikan kepada Yesus, diberikan kepada kita murid-murid-Nya. Sekali lagi, Yesus mengingatkan kita akan identitas kita sebagai orang-orang yang telah dibaptis di dalam Dia dan yang telah diterangi oleh kehadiran-Nya dalam firman dan sakramen.
Jika garam dikaitkan dengan pengawetan, terang dikaitkan dengan menunjukkan jalan. Ke mana pun kita akan pergi, Yesus hadir sebagai terang untuk menunjukkan jalan kepada kita, dan Dia juga ada dan berjalan bersama kita. Itulah jalan yang dijelaskan dalam sabda bahagia dalam Injil kemarin.

Dalam Injil, kita disebut sebagai terang, karena kita dipanggil untuk menunjukkan jalan kepada sesama, yakni jalan Kristus. Hubungan kita dengan Tuhan bukanlah urusan pribadi semata. Kita memiliki tanggung jawab satu sama lain untuk secara terbuka menghidupi hubungan itu sepenuhnya sehingga kita dapat saling menolong, membimbing, dan memimpin. Hanya dari sesama kita dapat belajar apa artinya berjalan di jalan Kristus. Semoga hari ini kita dapat lebih sepenuhnya menghayati identitas kita sebagai garam dunia dan terang dunia.

*RP. PAUL KERANS, SVD.*








✨Kebahagiaan sejati dimulai saat kita berhenti mengandalkan diri sendiri dan mulai mengandalkan Tuhan.Sabda Bahagia memb...
08/06/2026

✨Kebahagiaan sejati dimulai saat kita berhenti mengandalkan diri sendiri dan mulai mengandalkan Tuhan.
Sabda Bahagia membawa orang yang mengandalkan Tuhan kepada sukacita yang tak dapat diberikan dunia.

🌻Doa Pagi🌻 08.06.26 — 1 Raj 17:1-6 | Mzm 121:1-8 | Mat 5:1–12

Bapa Maharahim,
Hari ini Yesus naik ke atas bukit dan mulai mengajar para murid-Nya. Menarik sekali, Bapa, bahwa pelajaran pertama yang Ia berikan adalah tentang kebahagiaan. Sebab Engkau tahu bahwa di dalam hati setiap manusia ada kerinduan yang sama: ingin hidup bahagia dan diberkati.

Namun jalan yang Yesus tunjukkan begitu berbeda dengan cara dunia berpikir.

Dunia berkata bahwa bahagia berarti memiliki lebih banyak, lebih dihormati, lebih berkuasa, dan terhindar dari penderitaan. Tetapi Yesus justru menyebut berbahagia mereka yang miskin di hadapan Allah, yang lemah lembut, yang murah hati, yang membawa damai, yang hatinya murni, bahkan yang menderita karena kebenaran.

Bapa, ajarlah kami untuk percaya kepada Yesus. Jangan biarkan kami mengejar hal-hal yang hanya memuaskan sesaat tetapi tidak pernah sungguh mengenyangkan jiwa.

Seperti Nabi Elia dalam bacaan pertama, ajarlah kami bersandar pada penyelenggaraan-Mu. Ketika jalan di depan tidak jelas dan masa depan terasa tidak pasti, mampukan kami untuk tetap percaya bahwa Engkau tidak pernah meninggalkan anak-anak-Mu.

Sucikanlah hati kami, Tuhan. Bersihkan “kacamata rohani” kami agar kami dapat melihat kehadiran-Mu dengan lebih jelas setiap hari.

Saat kami tergoda untuk menghakimi, ajarlah kami berbelas kasih. Saat kami tergoda untuk ikut menyebarkan gosip dan perpecahan, jadikanlah kami pembawa damai. Saat kami menghadapi kesulitan, ingatkan kami bahwa pertolongan kami datang dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.

Yesus, bentuklah hati kami semakin serupa dengan hati-Mu. Semoga kami hidup menurut Sabda Bahagia, sehingga suatu hari nanti kami layak memandang wajahMu dalam kemuliaan surga. Amin.

☘️HD☘️






08/06/2026

*Kalender Liturgi 08 Jun 2026*
Senin Pekan Biasa X
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Mat 5:12a
Bacaan Injil: Mat 5:1-12
***********************************

*Bait Pengantar Injil*
Mat 5:12a
Bersukacita dan bergembiralah,
karena besarlah ganjaranmu di surga.

*Bacaan Injil*
Mat 5:1-12
Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah.

*_Inilah Injil Suci menurut Matius:_*

Pada suatu hari Yesus naik ke atas bukit,
sebab melihat orang banyak.
Setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.
Lalu Yesus mulai berbicara
dan menyampaikan ajaran ini kepada mereka,
"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,
karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
Berbahagialah orang yang berdukacita,
karena mereka akan dihibur.
Berbahagialah orang yang lemah lembut,
karena mereka akan memiliki bumi.
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran,
karena mereka akan dipuaskan.
Berbahagialah orang yang murah hati,
karena mereka akan beroleh kemurahan.
Berbahagialah orang yang suci hatinya,
karena mereka akan melihat Allah.
Berbahagialah orang yang membawa damai,
karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran,
karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Berbahagialah kalian,
jika demi Aku kalian dicela dan dianiaya,
dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Bersukacita dan bergembiralah,
sebab besarlah ganjaranmu di surga,
sebab para nabi sebelum kalian pun telah dianiaya."

Demikianlah sabda Tuhan.
************************************

🌿📖 𝕊𝕒𝕓𝕕𝕒 ℍ𝕚𝕕𝕦𝕡 📖🌿

Musa menerima Sepuluh Perintah Allah di Gunung Sinai dan menyampaikannya kepada bangsa Israel. Dalam Injil hari ini, Yesus, Musa yang baru, naik ke atas “gunung”, mengumumkan perintah-perintah baru. Namun, tidak seperti Musa, Yesus naik ke atas bukit, dikelilingi oleh para murid-Nya dan orang-orang yang mendengarkan-Nya.

Hukum baru itu bukanlah serangkaian aturan dan kewajiban baru, melainkan “rumus” kebahagiaan: Yesus menyatakan siapa yang berbahagia dan diberkati di mata Allah. Tampak aneh jika menyebut mereka yang berduka, yang lapar, serta yang menderita dan dianiaya sebagai orang-orang yang berbahagia.

Mari kita perhatikan: Yesus tidak memerintahkan kita untuk menerima saja meskipun kita miskin. Dia tidak menyuruh kita untuk pasrah saja meskipun kita menderita atau bahkan ketika kita tidak memiliki sesuap nasi pun. Ingat - Yesus yang sama adalah Yesus yang memberi makan orang banyak, karena Ia tergerak oleh belas kasih kepada mereka dan tidak ingin mengusir mereka (bdk. Mat. 15:32). Ia juga menyembuhkan segala macam penyakit dan kelemahan, baik jasmani maupun rohani. Oleh karena itu, Yesus tidak menyuruh kita untuk puas dengan nasib kita dan apa yang harus kita lak*kan adalah menerima rasa sakit dan penderitaan hidup dan yang penting, berbahagia.

Di atas bukit itu, Yesus sedang berbicara tentang diri-Nya sendiri. Ia menawarkan potret diri-Nya kepada kita dan memberitahu pendengarnya bahwa Ia bahagia karena Ia adalah Anak Tunggal yang dikasihi Bapa. Namun, dengan mengambil bagian dalam kondisi manusiawi kita, Ia menanggung semua penderitaan, kebencian, dan penganiayaan yang menimpa manusia. Ia ingin berbagi kebahagiaan-Nya dengan kita, sahabat-sahabat-Nya, saudara dan saudari-Nya, dengan mengundang kita untuk turut serta menjadi anak Allah. Allah tidak pernah mengecewakan kita; Ia memandang kita dengan cinta, memberkati kita, dan menyambut kita sebagai anak-anak-Nya.

Selain itu, Sabda Bahagia menuntut sikap belas kasih dengan membersihkan hati kita. Sabda Bahagia juga menuntut kita bekerja untuk perdamaian dan berjuang untuk keadilan, meskipun kita dianiaya karenanya. Artinya, untuk berbahagia, kita harus secara aktif berpartisipasi dalam pembangunan dunia baru yang telah didirikan oleh Yesus.

Ketika kita terhindar dari penderitaan akibat kemiskinan, perang, dan kekerasan, kita sungguh terberkati di bumi ini. Namun, Yesus memanggil kita untuk bertindak, bukan untuk mengabaikan tetapi untuk menjangkau mereka yang mengalami kesengsaraan. Melalui empati dan tindakan kita, kita dapat menjadi pembawa damai dan menjadi orang-orang yang diberkati Tuhan.

Tuhan, kami menginginkan kebahagiaan. Kebahagiaan kami menjadi penuh hanya ada di dalam Engkau. Tolonglah kami untuk menghayati Sabda Bahagia ini agar dapat menemukan kebahagiaan yang kekal. Amin.

Selamat beraktivitas di pekan yang baru. Berbahagialah! ⒿⓁⓊ! 🙏🏼❤️😇
𝒿❤︎𝓃𝒶𝓈𝓉.𝓂𝓈𝒸

*RP. Joni Astanto, MSC.*





Address

Kupang

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pujian & Doa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share