13/09/2026
*Kalender Liturgi 14 Sep 2026*
Senin Pekan Biasa XXIV
Warna Liturgi: Merah
Bacaan Injil: Yoh 3:13-17
***********************************
*Bacaan Injil*
Yoh 3:13-17
Anak Manusia harus ditinggikan.
*_Inilah Injil Suci menurut Yohanes:_*
Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata,
"Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga,
selain Dia yang telah turun dari surga,
yaitu Anak Manusia.
Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun,
demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya
beroleh hidup yang kekal.
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,
sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa,
melainkan beroleh hidup yang kekal.
Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia
bukan untuk menghakimi dunia,
melainkan untuk menyelamatkannya"
Demikianlah sabda Tuhan.
************************************
Hari ini, kita menghormati Salib bukan karena kita mengagungkan penderitaan, melainkan karena di situlah kasih ilahi bersinar terang. Yesus menjelaskan kepada Nikodemus bahwa Anak Manusia harus “ditinggikan.” Dalam Injil Yohanes, peninggian ini memiliki dua makna yang mendalam: Kristus ditinggikan pada alat penyiksaan yang memalukan, namun pada saat yang sama, Ia dimahkotai dengan kemuliaan.
Dunia sering kali memandang kuasa sebagai kemampuan untuk mendominasi dan mengalahkan musuh. Namun, melalui Yesus di Salib, kita melihat suatu kuasa yang berbeda — kuasa yang berakar pada penyerahan diri, pelayanan, pengampunan, dan pengorbanan diri. Takhta-Nya adalah Salib, dan kemenangan-Nya datang melalui kasih bahkan kepada musuh-musuh kita. Apa yang mungkin tampak seperti kegagalan sebenarnya menyingkapkan tujuan dan kasih sejati Allah.
Sama seperti ular tembaga yang diangkat di padang gurun mengingatkan kita akan harapan, Kristus yang disalibkan dengan penuh kasih memanggil kita untuk berbalik menuju kesembuhan dan kehidupan baru. Percaya kepada-Nya, lebih dari segalanya, berarti mempercayai jalan hidup-Nya yang indah dan membiarkannya dengan lembut membentuk kembali hidup kita sendiri. Setiap kali kita merangkul Salib — dengan memilih pelayanan daripada status, rekonsiliasi daripada balas dendam, kesetiaan daripada kenyamanan, dan kasih daripada pembelaan diri — kita berjalan di jalan-Nya dan semakin dekat dengan kasih-Nya.
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal.” Salib bukanlah hukuman Allah atas umat manusia, melainkan solidaritas-Nya dengan umat manusia. Yesus mengalami kekerasan dan kematian kita agar tidak ada satupun dari hal-hal itu yang dapat memisahkan kita dari kasih.
Hari ini, marilah kita memandang Salib dengan keberanian. Semoga Salib itu mengubah ukuran kesuksesan kita dan mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada pengorbanan yang dilandasi kasih yang sia-sia. Ketika kita merendahkan diri dalam pelayanan yang rendah hati, kita diangkat bersama Kristus ke dalam kehidupan yang tak dapat dihancurkan.
Tuhan Yesus Kristus, aku bersujud dan bersyukur di hadapan-Mu, sebab dengan salib suci-Mu Engkau telah menebus dunia. Amin.
Selamat beraktivitas di pekan yang baru. Selamat Pesta Pemuliaan Salib Suci. ⒿⓁⓊ! 🙏🏼❤️😇
[𝒿♡𝓃𝒶𝓈𝓉.𝓂𝓈𝒸]
RP. Joni Astanto, MSC.
Sumber: Sacerdos 2000 .com