12/08/2026
Kisah Nyata / Kisah Sebenar, lanjutan....
Part18f
"Impian Terakhir VII"
Dan aku yg sudah tidak sabar untuk segera menyesuaikan segala permasalahan ini segera menjawabnya. “Boleh…..!!! Eee….. Maaf! Bapak ini orang Malaysia atau Indonesia….?!!!” Kataku selanjutnya.
Kemudian iapun menjawab. “Saya orang Malaysia, tapi saya bini orang Indon (Sambas), Eee…… aku bagi nomor kamu ke orang yang nanti jemput kamu ya…. ?!!! Nanti kamu cakap sama dia ya….?!!!”
Aku sedikit merasa lega karena ada angin segar yang bertiup, dan akupun segera menjawabnya dengan singkat. “Ok, ok.Terima-kasih….”
Setelah itu kami intens berkomunikasi dengan Agen Jasa untuk para TKI kita, yg telah ditunjuk oleh si bapak Ejen dari Malaysia tadi. Dan kami telah bersepakat untuk berangkat sesuai dengan tanggal yg telah ditentukan.
Dan singkat cerita kami telah sampai diperbatasan Indonesia – Malaysia tepatnya di Arok (Sambas) Kalbar – Biawak (Malaysia) Serawak. Walau sempat kesel karena Mobil (Travel) yg kami tumpangi Bannya Kempes ditengah hutan.
Kami datang diperbatasan disambut oleh seseorang yg sedikit kurang ramah, dan rupa-rupanya dia itu Agent yg secara intens menghubungi aku beberapa hari terakhir.
Singkat cerita kami terus berganti mobil, dari mobil Travel yang membawa aku dari Pontianak Perbatasan lalu naik mobil Kijang menuju Border pintu masuk imigrasi Indonesia – Malaysia.
Sesampainya disana aku diarahkan untuk berbaris ngatri untuk Chop keluar dari Indonesia, seperti halnya yg lain dan memang begitu seharusnya.
Namun dari sekian banyak hanya aku saja yg ditolak untuk keluar dari Indonesia, dengan alasan Permitteku sudah mati. Pihak imigrasi Indonesia tidak menerima alasanku ingin memasuki Malaysia.
Namun ada satu orangpegawai imigrasi yg baik, yang mahu memberikan izin aku untuk memasuki Malaysia dengan memberikan Chop Passportku.
Aku merasa lega karena sudah mendapat Stempel keluar dari Indonesia. Aku pikir akan mulus-mulus saja, sebab sebelum sampai ke depan Counter imigrasi Malaysia Ejen yg dari Malaysia sudah menjemput aku.
Namun tiada kusangka dan tiada kuduga, aku ditolak oleh imigrasi Malaysia dengan alasan Passport aku kena Blacklist. Lalu aku bertanya kepada Ejen (Malaysia). “Boss….. Tak boleh tolong kah…..?!!!”
Lalu iapun menjawab. “Tidak boleh ho…………” Yah! Apaboleh buat……?!!!
Aku yang kesal kelewat keubun-ubun itu lalu menghubungi Miss Boon, melalui sambungan Aplikasi WhatsApp. “Hello Miss…… Saya tidak dapat masuk ho……….”
Kemudian Miss Boon pun menjawab. “Apahal tidak dapat masuk…….?!!! Mana itu Uncle Sam…….?!!!”
Dan aku yg sudah kelewat kesal dengannya karena tidak dapat urus dengan baik, lalu menjawab singkat dengan nada ketus. “Sudah balik…..!!!” lalu akupun segera menyudahi panggilan itu.
Setelah itu aku berjalan menuju Counter imigrasi Indonesia untuk mengcancel Chop keluar dari Indonesia. Namun ketika aku sedang berada tepat didepan Counter, tiba-tiba hpku berbunyi. Dan setelah aku lihat rupanya Uncle Sam yang menghubungi aku.
Lalu akupun segera menjawabnya. “Hello……. Apahal Boss……..?!!!”
Kemudian iapun menjawab. “Eee….. Sudin, kamu mau masuk lewat hutan kah…………?!!!
Aku yang sedang naik darahpun semakin marah dibuatnya, kemudian aku menjawab dengan nada yang tidak bersahabat. “Apa…..?!!! Sudah gilakah……….?!!!”
Dan tanpa basa-basi, aku langsung mengakhiri pembicaraan itu. Setelah itu, aku lihat banyak sekali panggilan masuk dan pesan yg tak terbalas dari Miss Boon.
Bersambung........