02/05/2026
Kasus video 4s*sil4 pasangan muda asal Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, yang viral di media sosial, diduga bermula dari iming-iming uang hingga Rp220 juta dari akun misterius di Telegram. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Batang kini tengah mendalami kasus tersebut.
Penyelidikan tidak hanya berfokus pada pemeran dalam video, tetapi juga pada pihak yang pertama kali menyebarkan rekaman tersebut ke publik. Kanit PPA Satreskrim Polres Batang, Ipda Maulidya Nur Maharanti, mengatakan proses penyidikan masih berlangsung, termasuk analisis barang bukti digital yang telah diamankan. Untuk saat ini sudah kami lakukan penyidikan. HP terduga sudah kami kirim ke Laboratorium Forensik di Semarang untuk mengembalikan memori dan video-video yang ada di dalamnya,” ujar Maulidya, Kamis (30/4/2026).
Ia menambahkan, pihak kepolisian juga tengah mempersiapkan langkah lanjutan berupa gelar perkara guna menentukan status hukum para pihak yang terlibat. Rencana ke depan akan dilakukan penetapan tersangka, baik dari kedua belah pihak ataupun salah satu pihak, masih perlu pendalaman,” katanya. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kasus ini bermula dari interaksi di media sosial.
Pelaku laki-laki diduga awalnya dihubungi oleh akun tak dikenal melalui TokTok dengan modus kerja sama pembuatan konten biasa. Dalam tahap awal, k*rban diminta mengirimkan konten non-s3nsitif seperti video pemandangan atau materi promosi. Untuk membangun kepercayaan, akun tersebut beberapa kali mengirimkan uang dengan nominal kecil secara bertahap. Pertama Rp100 ribu, lalu Rp200 ribu, kemudian Rp150 ribu dan Rp300 ribu. Total sekitar Rp750 ribu,” ungkap Maulidya.
Setelah kepercayaan k*rban terbentuk, akun tersebut kemudian menawarkan imbalan jauh lebih besar, yakni Rp220 juta, dengan syarat k*rban mengirimkan video pribadi yang bersifat s3nsitif melalui Telegram. Namun, alih-alih menerima uang yang dijanjikan, video tersebut justru tersebar luas di berbagai platform media sosial. Akun yang sebelumnya berkomunikasi dengan korban pun menghilang tanpa jejak.
Kena batunya tergiur janji manis