Nasehat Bijak

Nasehat Bijak Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Nasehat Bijak, Meta Epsi Building, Jl. DI. Panjaitan Kav.2, Jakarta.

Hai teman teman nasehat bijak, saksiin live facebook Luve hari ini, bakalan ada GIVEAWAY dan DISKON GILA khusus untuk ka...
23/03/2021

Hai teman teman nasehat bijak, saksiin live facebook Luve hari ini, bakalan ada GIVEAWAY dan DISKON GILA khusus untuk kamu lho! Stay tuned di jam 1 siang dan 4 sore ya

22/10/2020

SURGA DI TELAPAK KAKI IBU

BAYI YANG HIDUP KEMBALI BERKAT PPELUKAN IBUNYA

Anak adalah karunia Allah yang harus kita jaga sebaik mungkin, karena anak anugerah yang tidak dapat dinilai dengan apapun. Oleh karena itu mulailah menjaga si kecil dari sejak dalam kandungan hingga ia lahir, beranjak besar hingga ia dewasa nanti.
Tugas orang tua tidak hanya memberi anak semua kebutuhan dunianya semata, tapi wajib bagi orang tua untuk memberikan anak semua kebutuhan rohaninya. Mengajarinya iman yang benar, mengenal Tuhan dan melaksanakan semua perintah dan larangan-Nya. Anak ibarat kertas putih yang siap dicorat-coret oleh orang tuanya. Oleh karena itu, orang tua ibarat sebuah pena yang akan menuliskan apa saja yang orang tuanya mau.

"DIA BUKAN PEMBANTU"-       Saat kita mulai sibuk, maaf,   malah jadi babysitter, jagain anak-anak kita...-       Saat k...
19/10/2020

"DIA BUKAN PEMBANTU"

- Saat kita mulai sibuk, maaf, malah jadi babysitter, jagain anak-anak kita...

- Saat kita makin sibuk, maaf, malah jadi pembantu, beres-beres rumah kita…

- Saat kita sangat sibuk, maaf, malah jadi satpam, jagain rumah kita...

- Saat kita nggak sibuk dan berlibur, ternyata tetap saja di rumah…

Dulu, orangtua sudah lelah ngurusin kita. Apa iya, sekarang ngurusin anak-anak kita? Kapan bebasnya? Kapan istirahatnya? Think...

Kakek-nenek, kalau sesekali ketemu cucu dan main-main sama cucu, tentulah senang bukan kepalang. Tapi kalau ngurus cucu dari pagi sampai sore, dari Senin sampai Ahad, itu sih beban.

Memang, orangtua nggak pernah ngeluh ketika ngurus anak-anak kita. Itulah pengorbanan orangtua demi kita. Tapi kitanya yang mesti tahu dalil dan tahu diri. Anak itu amanah bagi orangtuanya. Bukan kakek-neneknya. Sekali lagi, itulah pentingnya kita tahu dalil dan tahu diri.

Maaf, kalau kesinggung. Soalnya di sekitar kita, banyak anak yang nggak tahu diri. Bener, nggak tahu diri. Di mana ia selalu membebani. Boro-boro menentramkan hati.

mungkin nggak lama lagi umurnya. Jangan lagi kita kasih beban. Sisa-sisa umurnya, isilah dengan kebahagiaan dan kedamaian. Hei, kapan lagi mau berbakti?

Mumpung diri kita masih ada umur. Mumpung orangtua kita masih ada umur. Betapa banyak anak yang akhirnya nyesel, karena tak sempat berbakti.

Ingatlah, orangtua juga punya kesibukan. Mungkin ngumpul sama temannya. Mungkin menyalurkan hobi. Mungkin pergi ke pengajian. Mungkin jalan-jalan ke mana. Nggak percaya? Yah, coba saja Anda beri mereka kesempatan dan uang secukupnya. Lihatlah apa yang kemudian mereka lakukan.

Kalau kita menyalahkan keadaan (karena faktor pekerjaan, faktor ekonomi, dll) itu sama sekali bukan jawaban. Sungguh, tak layak dijadikan alasan. Dewasalah. Kita yang bekerja, kita yang menikah, kita yang punya anak, pastikan kita yang bertanggung-jawab atas segala konsekuensi…

Saya pun tak pernah membaca riwayat sahabat yang berlomba-lomba menitipkan anak pada orangtuanya.

Yang sudah terlanjur, ayo targetkan untuk berubah. Batinkan dalam hati, “Enam bulan lagi, aku pastikan orangtuaku benar-benar tenang. Aku percaya Tuhan-ku Maha Memampukan. Aku percaya ada solusi untuk setiap keadaan.”

Target itu niat. Kalau kita sungguh-sungguh menargetkan, insya Allah ada jalan keluar. Tersolusikan. Sampaikan juga komitmen ini kepada saudara-saudara kita. Yakinlah, ini soal komitmen, bukan soal uang.

Sudah saatnya kita membuat orangtua bangga dan bahagia. Semoga kita semua dimampukan. Aamiin......indah retno.....
( maaf tidak menyinggung siapapun, ini hanya ungkapan tdk bisa ketemu ortu)

* SEBUAH PERISTIWA MENGERIKAN *Sebuah insiden belasan thn lalu di China terjadi ketika sebuah truk besar tergelincir saa...
15/10/2020

* SEBUAH PERISTIWA MENGERIKAN *

Sebuah insiden belasan thn lalu di China terjadi ketika sebuah truk besar tergelincir saat melintasi jln layang.

Kepala truk menerobos pembatas jln menyebabkan kendaraan berat itu bersiap utk terjun bebas ke bwh......
Tp krn muatan yg dibawanya ckp bnyk, truk itu justru selamat !!!

Beban berat yg dipikulnya ternyata menahan kepala truk agar tidak terjatuh.

Petugas keamanan pun dtg melakukan operasi penyelamatan, dan org² kemudian ramai mengomentari insiden tsb bhw terkadang BEBAN YG BERAT ITU MENYELAMATKAN HIDUP KITA.

Sebuah kisah lain ttg 2 org India yg mendaki gunung Himalaya. Ketika mrk berdua dlm perjalanan turun dari gunung dan berjuang melawan suhu dingin yg ekstrim, tiba² mrk bertemu seorg pendaki lain yg kakinya terjepit di antara bebatuan shg mengalami cedera.

Salah seorg memutuskan utk menolong org asing tsb, sementara seorg lainnya justru memilih utk trs berjalan menyelamatkan diri sendiri.

Tubuh org yg tidak berdaya itu dipikul di atas punggung sang pria dan mrk berdua melanjutkan perjalanan dgn tertatih².

Sesekali saat sang pria merasa kelelahan, ia istirahat sejenak sblm melanjutkan lg perjalanan.

Meski penuh perjuangan, mrk berdua berhasil tiba di kaki gunung dgn selamat.

Anehnya, justru temannya yg sudah berjalan jauh di dpn-nya ternyata blm sampai. Sehrsnya ia sudah tiba duluan.

Hingga bbrp jam kemudian, tim SAR menemukan temannya itu mati beku di tengah perjalanan. Tubuhnya tak sanggup melawan cuaca dingin yg menusuk tulang itu.

Tersadarlah si pria itu bhw justru krn beban berat yg ia pikul yg menyebabkan tubuhnya tidak membeku. Ditambah lg punggungnya yg bersentuhan dgn org yg ia tolong, menjaga panas tubuhnya.

Sekali lg terbukti bhw kadang beban yg berat itu menyelamatkan hidup kita.
Stop meminta Tuhan utk memudahkan hidup kita, mintalah kekuatan utk kita menjalaninya.........

Krn org² yg dipakai Tuhan, tidak ada yg hidupnya mulus & mudah!!! Semua penuh dgn lika-liku perjuangan 😇

  Seorang Anak  'Home 😭Seorang anak, menelepon Ayahnya yang tinggal pisah Rumah dgnnya dan ibunya..Pagi itu, ibunya saki...
13/10/2020

Seorang Anak 'Home 😭

Seorang anak, menelepon Ayahnya yang tinggal pisah Rumah dgnnya dan ibunya..

Pagi itu, ibunya sakit dan tidak bisa mengantar Anaknya ke sekolah seperti biasanya..

Jarak sekolahnya 1KM Dari rumahnya, dan si anak bertubuh lemah.
Pagi itu jam 6:00 si anak menelepon ayahnya:

Anak:
"ayah, antarkan aku sekolah.."

Ayah:
"ibumu kemana?"

Anak:
"ibu sakit ayah, tidak bisa mengantarkan aku ke sekolah, Kali ini ayahlah antarkan aku ke sekolah.."

Ayah:
"ayah tidak bisa, ayah nanti terlambat Ke kantor. Kamu naik Angkot saja atau ojek.."

Anak:
"ayah, uang ibu hanya tingal 10rb, ibu sakit, kami pun belum makan pagi, tak ada apa apa dirumah, kalau aku pakai untik ongkos, kasian ibu sakit belum makan, juga adik2 nanti makan apa ayah?"

Ayah:
"ya sudah, kamu jalan kaki saja kesekolah, ayah juga dulu kesekolah jalan kaki.
Kamu anak laki laki harus kuat."

Anak:
"ya Sudah, terimakasih ayah.."

Si anak mengakhiri teleponnya dengan ayahnya. Diapusnya air mata di sudut matanya, lalu berbalik masuk kamar, ketika ibunya menatap wajahnya, dia tersenyum..

Ibu:
"apa kata ayahmu nak?"

Anak:
"kata ayah iya ibu, ayah Kali ini yang antar aku kesekolah."

Ibu:
"baguslah nak, sekolahmu jauh, kamu akan kelelahan kalau harus berjalan kaki. Doakan ibu lekas sembuh ya, biar besok ibu bisa antar kau kesekolah.."

Anak:
"iya ibu, ibu tenang saja, ayah yg antar, ayah bilang aku tunggu didepan gang supaya cepat ibu.."

Ibu:
"berangkatlah nak, belajar yg rajin yg semangat."

Anak:
"iya ibu"

Tahun berganti tahun, kenangan itu tertanam dalam di ingatan si anak..

Dia sekolah sampai pasca sarjana dengan biaya beasiswa..

Setelah lulus si anak'pun bekerja diperusahaan, dengan gaji yang besar. Dengan penghasilannya, dia membiayai hidup ibunya, membantu menyekolahkan adik adiknya sampai sarjana..

Satu hari, saat di kantor ayahnya bertelepon..

Anak:
"ada apa ayah?"

Ayah:
"nak, ayah sakit, tidak ada yang membantu mengantarkan ayah kerumah sakit"

Anak:
"memang istri ayah kemana?"

Ayah:
"sudah pergi nak sejak ayah sakit sakitan."

Anak:
"ayah, aku sedang kerja, ayah kerumah sakit pakai taxi saja."

Ayah:
"kenapa kamu begitu? Siapa yg akan urus pendaftran di RS dan lain2? Apakah supir taxi? Kamu anak ayah, masakan orangtua sakit kamu tidak Mau Bantu mengurus?"

Anak:
"ayah, bukankah ayah yang mengajarkan aku, mengurus diri sendiri? Bukankah ayah yang mengajarkan aku bahwa pekerjaan lebih penting daripada istri sakit dan anak ?"

Ayah, aku masih ingat, satu pagi aku menelpon ayah minta antarkan Ke sekolahku,waktu itu ibu sakit, ibu yg selalu antarakn kami anak2nya, yang mengurus kami seorang diri.

Namun ayah katakan aku pergi jalan kaki, tubuhku lemah, sekolahku jauh, namun ayah katakan anak laki laki harus kuat, dan ayah katakan ayahpun dulu berjalan kaki kesekolah.

Maka aku belajar bhwa krn ayah lakukan demikian maka akupun harus lakukan hal yg sama. Saat aku sakitpun hanya ibu yang ada mengurusku, saat aku membutuhkan ayah, aku ingat kata kata ayah, anak laki laki harus kuat.

Ayah tau?
Hari itu pertama x aku berbohong kepada ibu, aku katakan iya ayah yg akan antarkan aku kesekolah, dan meminta aku menunggu di depan gang..

Tapi ayah tau?
Aku jalan kaki seperti yg ayah suruh, di tengah jalan ibu menyusul dgn sepeda, ibu bisa tau aku berbohong, dengan tubuh sakitnya ibu mengayuh sepeda mengantarkan aku kesekolah..

Ayah mengajarkan aku pekerjaan adalah yang utama, Ayah mengajarkan aku kalau ayah saja bisa maka walau tubuhku lemah aku harus bisa. Kalau ayah bisa ajarkan itu, maka ayah pun harus bisa..

Si ayah terdiam.. Sepi diseberang telepon.
Baru disadarinya betapa dalam luka yang di torehkannya di hati Anaknya..

Anak adalah didikan orang'tua...
Bagaimana kita bersikap, memperlakukan mereka kita sama saja sedang mengajarkan mereka bagaimana memperlakukan kita kelak ketika kita tua dan renta..

"Si anak Dosa?"

"Mungkin.."

"Si anak durhaka?"

"Barangkali.."

Yang jelas ayahnya yang membuat Anaknya demikian..

Dan kelak orangtua membuat pertangung jawaban'nya masing-masing kepada sang Khalik, Si Empunya Anugerah yang dititipkan anak kepada kalian, para orangtua.

Menjadi orangtua bukan karena menanamkan Benih atau karena melahirkan lalu sudah.

Menjadi orangtua, karena mengasuh, mendidik, menyayangi, memberi waktu, perhatian, kasih sayang, mengayomi, mencurahkan perhatian dan masih banyak lagi tanggungjawab'nya.

Menjadi orangtua, tidak ada kata pensiun,
Finish'nya hanya di hingga akhir hayat'nya (kematian).

Silahkan share jika dirasa bermanfaat...👏

like, Coment dan Share jika kalian sayang Orang Tua 🙂
12/10/2020

like, Coment dan Share jika kalian sayang Orang Tua 🙂

KETIKA KAMU INGIN DIHARGAISeorang murid sedang membersihkan aquarium gurunya, ia memandang ikan arwana merah dengan takj...
07/10/2020

KETIKA KAMU INGIN DIHARGAI

Seorang murid sedang membersihkan aquarium gurunya, ia memandang ikan arwana merah dengan takjub…
Tak sadar gurunya sudah berada di belakangnya…

“Kamu tahu berapa harga ikan itu?”. Tanya sang guru..
“Tidak tahu”. Jawab si murid…

“Coba tawarkan kepada tetangga sebelah”. Perintah sang guru…

Ia memfoto ikan itu dan menawarkan ke tetangga..
Kemudian kembali menghadap sang guru…

“Ditawar berapa nak?” tanya sang guru..
“50.000 Rupiah guru”. Jawab si murid mantap…

“Coba tawarkan ke toko ikan hias!!”. Perintah sang guru lagi..
“Baiklah guru”. Jawab si murid. Kemudia ia beranjak ke toko ikan hias…

“Berapa ia menawar ikan itu?”. Tanya sang guru..
“800.000 Rupiah guru”. Jawab si murid dengan gembira, ia mengira sang guru akan melepas ikan itu…

“Sekarang coba tawarkan ke Si Fulan, bawa sertifikat ini sebagai bukti bahwa ikan itu sudah pernah ikut lomba”. Perintah sang guru lagi..
“Baik guru”. Jawab si murid. Kemudian ia pergi menemui si Fulan yang dikatakan gurunya. Setelah selesai, ia pulang menghadap sang guru.

“Berapa ia menawar ikannya?”.
“50 Juta Rupiah guru”…
Ia terkejut sendiri menyaksikan harga satu ikan yang bisa berbeda-beda…

“Nak, aku sedang mengajarkan kepadamu bahwa kamu hanya akan dihargai dengan benar ketika kamu berada di lingkungan yang tepat…”.

“Oleh karena itu, jangan pernah kamu tinggal di tempat yang salah lalu marah karena tidak ada yang menghargaimu…
Mereka yang mengetahui nilai kamu itulah yang akan selalu menghargaimu.

Kita semua adalah orang biasa dalam pandangan orang-orang yang tidak mengenal kita.

Kita adalah orang yang menarik di mata orang yang memahami kita.

Kita istimewa dalam penglihatan orang-orang yang mencintai kita.

Kita adalah pribadi yang menjengkelkan bagi orang yang penuh kedengkian terhadap kita.

Kita adalah orang-orang jahat di dalam tatapan orang-orang yang iri akan kita.

Pada akhirnya, setiap orang memiliki pandangannya masing masing, maka tak usah berlelah-lelah agar tampak baik di mata orang lain.
👍👍👍

Silahkan Coment & Share jika ini Bermanfaat😊

06/10/2020

SAKIT TAPI TAK BERDARAH
Apalah kami ini Bagi Para Pemimpin nan Mulia, selain deretan angka.
Ya.... Angka Korban Pandemi, Angka Pengangguran, Angka Pemilih para Kandidat. Angka dan Angka dan Angka. Tanpa Jiwa Tanpa Suara.

BAHAGIA IBU MENINGGAL"Tih, kamu sudah siapkan makanan?" Tanya ibu kepadaku saat aku ingin memandikannya."Sudah bu. Ibu m...
04/10/2020

BAHAGIA IBU MENINGGAL

"Tih, kamu sudah siapkan makanan?" Tanya ibu kepadaku saat aku ingin memandikannya.

"Sudah bu. Ibu mau Utih ambilkan?"

"Nggak usah Tih, Kita nunggu kakak-kakakmu datang" Ucapnya dengan suara yang lemah.

"Hemm. Kita mandi yah bu" Ucapku lalu memopong tubuh Ibu.

"Tih, Ibu mau pakai baju yang baru kamu belikan itu yah Tih. Biar kakak-kakakmu tidak malu sama penampilan ibu" Ucap ibu yang saat itu sedang aku mandikan.

"Iya Bu, nanti Utih pakaikan baju itu" Ucapku lalu memakaikan baju keinginan ibu setelah selesai memandikannya.

Aku membawa Ibu untuk duduk di ruang tamu yang juga sekalian menjadi tempat nonton televisi.

"Bu, Utih suapin yah?"

"Tapi Nduk, kalau kakak-kakakmu datang gimana?"

"Kalau mereka datang, nanti Utih suapin ibu lagi" Ucapku membujuk Ibu agar mau makan.

"Yasudah Tih, Ibu mau" Jawabnya dan langsung saja aku menyuapinya sampai makanannya habis.

"Bu, istrahat yah" Ucapku setelah selesai menyuapinya.

"Iya sedikit lagi Tih, Ibu mau menunggu kakak-kakakmu datang dulu" Ucapnya.

Aku yang mendengarnya sekali lagi tak mampu menahan bulir bening yang mengalir dengan derasnya.

***

"Bu, kita istirahat di kamar yah?" ucapku kepada ibu yang seharian duduk di samping jendela rumah kami.

"Tapi Nduk kalau mereka datang gimana? Ibu sudah sangat rindu" Ucapnya lagi.

"Kalau mereka datang nanti Utih bangunin ibu lagi" Ucapku.

"Tapi Tih--" Ucap Ibu yang segera aku potong.

"Bu, Ibu disini sudah dari siang Bu, Ini sudah sangat larut, sudah pukul dua belas malam Bu. Nanti dada ibu sakit lagi bu" Ucapku lalu memopong tubuh ringkih itu ke kamar.

Semenjak bapak meninggal dan ibu sakit aku selalu tidur bersama ibu, karena biasanya ibu langsung drop.

***

"Tih, kamu sudah membelikan jajan untuk Adi dan Dio?" Tanya Ibu pagi ini.

"Belum Bu, nanti Utih belikan yah" Ucapku sambil menyuapi ibu.

"Kenapa belum di belikan Tih? Uangmu habis? Pakai uang ibu Tih, nggak apa-apa kita susah asal Adi dan Dio senang di rumah ibu Tih" Ucapnya.

"Iya Bu, nanti selesai menyuapi ibu Utih pergi ke warung yah bu" Ucapku dan di balas oleh anggukan ibu.

Ada sesak yang tak mampu aku jelaskan yang sedang berdesakan. Aku adalah Mutia Riska. Anak bungsu di keluargaku. Aku memiliki tiga orang kakak-kakak. Kak Abdi, kak Sinta dan kak Rifan, dan memiliki keponakan anak dari kak Abdi yaitu Adi dan Dio. Ketiga kakak-kakakku memilih tinggal di kota bersama pasangan mereka. Sudah dua tahun mereka tidak pernah pulang ke rumah hanya janji yang mereka berikan. Selama dua tahun pun Ibu selalu menanti kepulangan mereka sampai waktu larut. Bukan aku tidak pernah menghubungi mereka. Sering aku menghubungi mereka namun alasan sibuklah yang selalu aku terima. Mereka memang akan mengirimi ibu uang jika aku meminta, namun jika aku tidak meminta mereka pun akan melupakannya. Aku bekerja sebagai tenaga honorer di kantor kecamatan disini, gaji itulah yang aku pakai untuk kehidupanku dan ibu, namun tak akan cukup jika ibu Drop dan harus di rawat.

Sakit rasanya ketika melihat ibu yang bertaruh nyawa namun terus memanggil nama kakak-kakakku. sebuah kata Rindu itu sangat menyiksanya.

"Bu, ayoo kita istrahat di kamar Bu, ini sudah jauh malam bu" Ucapku.

Namun kali ini aku tak mendapatkan jawaban. Aku langsung berlari mendekati ibu yang sudah bermandikan keringat.

"Ya Allah Bu, ini kenapa Bu?" Teriakku histeris.

Ibu tak menjawab hanya wajahnya terlihat menahan sakit.

Ibu tak pernah sesakit ini sebelumnya.

Aku langsung memanggil tetangga dan membawa ibu ke rumah sakit.

Ibu langsung di beri tindakan dan di masukan ke ruang ICU.

"Tih, kamu sudah menghubungi kakak-kakakmu?" Tanya pamanku.

"Astaghfirullah, Utih lupa paman" Jawabku lalu berusaha menghubungi mereka. Namun nihil, tak ada satupun dari mereka yang bisa ku hubungi. Aku juga mencoba menghubungi kakak iparku namun tetap saja tak ada hasil.

"Nggak bisa di hubungi" Ucapku dengan suara yang parau.

"ya sudah, mungkin mereka sedang istrahat" Ucap pamanku.

"Istrahat apanya? ini mereka baru saja apload foto sedang liburan" Ucap Asih sepupuku.

"Apa? Coba aku lihat Sih" Ucapku lalu mengambil ponsel Asih.

Aku yang tadinya tak punya tenaga seakan langsung terisi full karena amarahku.

Aku langsung mengirimi mereka pesan mengabarkan keadaan ibu yang sedang kritis.

Sesaat kemudian dokter memanggilku.

"Ada apa dok?" Tanyaku.

"Bu, kondisinya sangat kritis, dari tadi beliau terus memanggil nama-nama anaknya. Sebaiknya ibu langsung menghubungi saudara ibu" Jawab dokter.

"Iya dok, terimakasih" Ucapku pelan.

Rasanya lemas, lututku seakan tak mampu menopang tubuhku, Air mataku mengalir dengan derasnya.

Malam ini terasa sangat panjang, aku tak bisa beristirahat sedikitpun. Aku tak ingin pergi dari samping ibu sedetikpun. Aku terus mengelus rambut ibu dan membacakan ayat suci Al-Qur'an.

Pukul 03.20 dini hari tiba-tiba ibu kejang dan sesak. Aku langsung berlari memanggil dokter.

Dengan cepat dokter berlari ke ruang ibu. Pamanku ikut ke ruangan ibu, aku mencoba berdiri di samping ibu dan berbisik

"Bu, Utih ikhlas"

Lalu aku berjalan keluar dan menunggu di luar bersama asih, sedang pamanku mendampingi dokter, aku terus bershalawat namun air mataku seakan tak bisa untuk keluar.

Selang berapa menit dokter keluar bersama paman.

"Tih, sabar yah, ibumu suda tidak ada" Ucap paman sambil memelukku.

"Alhamdulilah" Ucapku stelahnya aku barucap "Innalilahi wa innailaihi rozjiun"

Aku membawa jenazah ibu kembali ke rumah. Kabar meninggalnya ibuku di ketahui oleh kakak-kakakku melalui tetanggaku. Karena aku memang tak ingin mengabari mereka.

Aku mengurus semua setiap prosesnya. Entah kenapa air mataku tak ada yang mengalir.

"Ibuuuuuu!" Teriak kak Abdi lalu berlari ke samping jenaza ibu.

Kakakku yang lain pun terdengar histeris.

"Ibu maafkan aku Bu"

"Ibu ampuni aku buuuu"

"Ibuuuuuu" Teriak mereka bersahutan.

mereka terus memeluk jenazah ibu.

Aku hanya terdiam melihat mereka sampai jenazah ibu di kuburkan.

Saat pulang terlihat kakak-kakakku masih menampakkan penyesalan

"Tih" Ucap kak Abdi ingin memelukku.

"Jangan menyentuhku" Bentakku

"Apa maksudmu" Ucap kakak iparku.

"Aku tak ingin tangan durhaka menyentuhku" Ucapku sinis.

"Apa maksudmu Ti? Aku tak melihatmu bersedih, aku tak melihatmu sakit, aku tak melihatmu kehilangan" Ucap kak Sinta.

Aku mencoba tak memperdulikan mereka namun mas Abdi masih terus mencoba membujukku.

"Kalian tahu apa tentang sedih hah?" Teriaku histeris

"Kalian tahu apa tentang sakit?"

"Kalian tahu apa soal kehilangan?" Kali ini air mataku seakan memaksa untuk keluar.

"Kalian mau tau apa itu sedih? Sedih itu ketika melihat ibu yang terus duduk di kursi itu menunggu kedatangan kalian dari siang sampai larut"

"Kalian tau apa itu sakit? Sakit itu ketika melihat ibu yang bertaruh nyawa namun tak melupakan nama kalian"

"Kalian tau apa itu kehilangan? Kehilangan itu ketika melihat tatapan sendu itu terus memandangi jalan berharap kalian muncul dan memeluknya" Teriakku yang terus meraung.

"Kalian tau? Ibu bahkan memintaku untuk memakaikannya baju baru agar kalian tak malu memiliki ibu sepertinya. Ibu bahkan rela hidup susah asal kalian bahagia" Ucapku kali ini dengan suara yang suda parau.

" Kalian durhaka, kalian durhaka membiarkan ibu menanggung rindu"

"Aku bahkan tak ingin mengakui kalian sebagai kakak"

"Kalian tau kenapa aku tak menangis?Karena aku bahagia, Ibu tak lagi menahan sakit ketika tubuhnya harus di tusuk dengan jarum, aku bahagia karena ibu tak lagi sakit, dan yang paling buatku bahagia karena ibu tak lagi menderita menanggung rindu" Ucapku yang sudah terduduk karena badanku terasa sangat lemas.

Kakak-kakakku hanya mampu menangis mendengarkan ku.

"Satu lagi. Mulai sekarang aku akan mengambil mobilmu kak Abdi yang di beli memakai uang ibu. Segera kembalikan uang yang ibu modali untuk usahamu kak Rifan. Dan segera tinggalkan rumah yang ibu belikan untukmu ka Sinta. Kalian sungguh tak pantas menerima kemurahan ibu. Aku ingin membangun sebuah panti asuhan untuk ibu agar banyak anak yang mengelilinginya" Ucapku datar tanpa menoleh ke arah mereka.

Mereka tak ada yang mampu menjawabku karena terus meraung karena penyesalan.

"Kalian tau? Ada satu tempat yang bahkan kalian berkeliling dunia pun tak akan kalian temukan. Yaitu Rahim ibu. Rahim yang telah kalian tempati saat Allah memberimu kehidupan. Dan kalian justru memilih pergi ke tempat lain saat orang yang meminjamkan rahimnya sedang bertaruh nyawa"

****
Hey sahabat jangan sampai kita menyesal dikemudian hari, bahagiakan lah orangtuamu selagi Beliau masih bernafas.
Panjang umur untuk semua orang tua yang ada didunia dan bagi yang sudah meninggalkan kita lebih dulu semoga mereka Husnul khotimah.. Aamiin.. Aamiin.. Aamiin yaa robbal alamiinn

Palu, 29 Agustus 2020
Ditulis oleh chie amoy di grup komunitas bisa menulis

Gak Berasa Sudah Bulan ke 10 di 2020 🙂
01/10/2020

Gak Berasa Sudah Bulan ke 10 di 2020 🙂

*Rezeki Yang Tak Disadari*😭😭😭😭😭Dulu, saya mengira...sholat dhuha, sholat tahajjud, membaca Al Qur'an dan membaca zikir i...
30/09/2020

*Rezeki Yang Tak Disadari*😭😭😭😭😭

Dulu, saya mengira...sholat dhuha, sholat tahajjud, membaca Al Qur'an dan membaca zikir itu dapat menjadi penyebab terbukanya pintu rezeki (dapat kekayaan harta).
Padahal justru ibadah-ibadah itu sndiri adalah rezeki.

Krn yg saya pahami bahwa rezeki itu adalah berwujud uang, gaji yg besar, banyak order , banyak job, urusan kerjaan lancar, banyak tabungan di bank, punya banyak aset, seperti kendaraan, properti disana-sini , intinya rezeki itu adalah: "HARTA".

Namun setelah mencari tahu lebih dalam tentang apa makna rezeki dalam Islam, ternyata saya SALAH BESAR.

Bahwa ternyata, langkah kaki yang dimudahkan untuk hadir ke majelis ilmu, itu adalah rezeki.

Langkah kaki yg dimudahkan untuk shalat berjamaah di masjid adalah rezeki.

Hati yg Allah jaga jauh dari sifat iri hati, dengki, dan kebencian, adalah rezeki.

Punya temen yang sholeh dan saling mengingatkan dalam kebaikan, itu juga rezeki.

Saat keadaan sulit serta penuh keterbatasanpun itu juga rezeki, karena mungkin jika kita dalam keadaan sebaliknya justru akan membuat kita condong bersikap kufur, sombong, angkuh dan bisa lupa diri.

Punya orang tua yang sakit-sakitan, ternyata itu adalah rezeki, karena itu merupakan ladang amal pembuka pintu surga bila kita tulus Ikhlas mengurusnya.

Tubuh yang sehat adalah rezeki.
Bahkan saat diuji dengan sakit, itu juga bentuk lain dari rezeki karena sakit adalah penggugur dosa.

Dan mungkin akan ada jutaan list lainnya bentuk2 rezeki yang kita tidak sadari.

Suami istri dan anak2 sehat itu rezeki, anak-anak dapat bersekolah lancar itu rezeki.
Hidup rukun sama tetangga itu juga rezeki.

Bahkan bila Anda mendapatkan kiriman kajian tausiah keagamaan yg mengajak dan mengingatkan tentang kebajikan, itu juga rezeki, karena Anda akan mendapatkan ilmu darinya.

Justru yang harus kita waspadai adalah ketika hidup kita serba berkecukupan, penuh dengan kemudahan dan kesenangan, padahal begitu banyak hak Allah yang belum mampu atau tidak kita tunaikan.

SEMOGA BERMAMFAAT SAUDARAKU🙏🙏

Address

Meta Epsi Building, Jl. DI. Panjaitan Kav.2
Jakarta
13350

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Nasehat Bijak posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share