03/06/2026
lSaat itu, di area kosong di tengah Kota Zhou, kehangatan sinar mentari pagi menerobos pepohonan di sekitarnya, meninggalkan titik-titik cahaya di tanah yang kosong.
Sekelompok besar anak-anak terlihat di sana, jumlahnya antara seratus sampai dua ratus anak, yang kemudian dibagi menjadi tiga kelompok. Tiga kelompok itu dibagi lagi menjadi beberapa barisan. Semuanya berbaris rapih, tetapi wajah mereka muram, bahkan ada satu orang pemuda yang nampak berusia enam belas sampai tujuh belas tahunan yang ikut berbaris bersama mereka, wajahnya lebih muram dan di tekuk.
Di depan mereka, ada tiga orang pria paruh baya. Satu orang berbadan kekar dengan zirah besi di tubuhnya, pedang di samping pinggulnya. Satu orang berbadan kurus dengan jubah Hijau Jamrud, memegang buku, dan kacamata yang terikat rantai emas kecil yang terjatuh melintasi samping pipinya. Sedangkan satu orang lagi adalah pria paruh baya, badannya gemuk, bahkan dengan tinju keras pun sangat tidak mungkin membuatnya mundur.
"Menjadi Ahli Bela Diri yang tangguh, kalian harus bekerja keras sejak muda." pemimpin para pria paruh baya itu berbicara kepada mereka dengan nada yang dingin, kepala tegak dan tangan yang berada di punggungnya. Ia mengerahkan tatapannya yang dingin dan tajam kepada sekelompok besar anak-anak itu, tetapi pandangannya semakin tajam dan dingin ketika ia memandang seorang pemuda berusia tujuh belas tahunan yang ikut berbaris dalam kelompok itu.
"Zhou Xuan, maju ke depan!" ucap pria paruh baya itu dengan nada yang tak terbantahkan. Memanggil pemuda berusia tujuh belas tahun itu.
Pemuda itu terdiam selama beberapa saat. Tubuhnya bergetar hebat, merasa takut.
Dia adalah Zhou Xuanโ 17 tahun, memiliki postur tubuh yang tinggi dan juga paras wajahnya yang tampan, tetapi sedikit kurus. Rambut hitamnya yang panjang terikat oleh cincin emas yang melingkar mengikat rambutnya di belakang. Dia juga adalah Tuan Muda Keluarga Zhou, anak dari pemimpin keluarga Zhou yang bernamaโ Zhou Tianxuan dan ibunya yang bernama Li Liu.
Namun, Zhou Xuan terlahir dalam keadaan yang sangat langka. Dia terlahir dengan kondisi Akar Spiritual yang cacat, membuatnya tidak bisa menyerap energi spiritual dari alam sekitar untuk dikumpulkan ke dalam dantian.
Bahkan jika dirinya saat ini dibandingkan dengan sekelompok besar anak-anak berusia enam atau tujuh tahun itu, Zhou Xuan benar-benar lebih lemah dari mereka. Terkecuali jika bertarung hanya dengan menggunakan kekuatan tubuh fisik, tanpa menggunakan energi spiritual.
Lalu, ia pun melangkah maju ke depan, menghadap pemimpin pria paruh baya itu. Namun, kepalanya tetap menunduk, pandangannya menyapu permukaan tanah, seolah-olah dia tidak memiliki keberanian untuk menegakkan kepala.
Pemimpin pria paruh baya itu bernama Tian Ba, seorang ahli bela diri tingkat ke tiga.
"Sebagai Tuan Muda Keluarga Zhou yang akan mewarisi Takhta kepemimpinan keluarga dan kota di masa depan, tegakkan kepala mu." ucap Tian Ba, dengan nada yang dingin. Namun, Zhou Xuan tetap menundukkan kepalanya, bahkan tidak sepatah katapun yang keluar dari mulutnya, dia hanya terdiam seperti patung batu.
"Aku bilang... angkat dan tegakkan kepala mu!" ucap Tian Ba, lagi. Membentak Zhou Xuan dengan nada yang meninggi.
Melihat pemandangan itu, sekelompok besar anak-anak di belakangnya saling berbisik satu sama lain. Ada yang merasa kasihan, ada yang mengejek, seorang Tuan Muda yang dihormati banyak orang ternyata hanya seorang sampah yang tidak bisa menapaki jalan seni bela diri.
Zhou Xuan mengepalkan tinjunya dengan kuat, bahkan kuku-kukunya yang panjang menembus telapak tangannya, hingga darah pun menetes dari tinjunya dan terjatuh ke tanah.
Cemooh, ejekan, dan hinaan seperti itu, telah ia telan sejak ia masih kecil, di saat kebenaran mengungkap bahwa dirinya memiliki Akar Spiritual yang terputus, cacat. Namun, apa yang bisa dia lakukan? Semakin dia marah, semakin orang menertawakan nya, mengejeknya, membuatnya merasa semakin terjatuh ke dalam lubang hitam yang tak berujung.
'Rasanya... ingin sekali aku memberontak, tapi sialnya yang aku hadapi saat ini bukan musuh, tapi takdir.' gumam Zhou Xuan di dalam hatinya.
Lanjut baca di sini
https://noveltoon.mobi/id/share/6032189