25/06/2025
UKT bukan hanya menjadi sarana pengujian keterampilan silat dan keatletan, melainkan juga sebagai ajang pembinaan karakter, kedisiplinan, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan dan ke-NU-an. Para peserta mengikuti ujian praktik jurus, serta menjalani Caraka Malam yang mencakup pos-pos Kebangsaan, Ke-NU-an, Kepagarnusaan, dan Gemblengan Fisik.
Ketua Ranting Pagar Nusa Gunungjaya, Kang Dandi, menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak dalam menyukseskan kegiatan ini. "Sinergi antar-elemen NU inilah yang membuat UKT berjalan lancar," katanya.
Senada, Ketua Padepokan Sekar Putih sekaligus Wakil Ketua I PAC Pagar Nusa Belik, Ustadz Rusdi, mengingatkan pentingnya menjaga etika dan kemandirian sebagai pesilat Pagar Nusa. "Pesilat Pagar Nusa harus percaya diri tanpa sombong. Prinsip ‘jangan pernah minder, tapi tetaplah rendah hati dan mandiri’ harus menjadi pegangan. Hakikat silat bukan hanya gerak badan, tapi juga pembentukan karakter," tegasnya.
Sementara itu, perwakilan dari PC Pagar Nusa Pemalang, Ustadz Slamet Istiqomah, menyerukan pentingnya sinergi antarbanom dalam mendukung kaderisasi dan penguatan ideologi kebangsaan. "PAC, ranting, dan seluruh banom NU harus bergerak serempak. Kami juga terus menanamkan semangat kebangsaan karena Pagar Nusa lahir dari rahim NU, sehingga setiap gerakan harus selaras dengan khittah NU," jelasnya.
Kegiatan UKT dimulai dengan registrasi peserta pada Sabtu (21/6/2025), dilanjutkan ujian jurus, pembukaan resmi, dan Caraka Malam. Pada Ahad pagi (22/6/2025), peserta melaksanakan shalat Subuh berjamaah, senam pagi, pemanasan, dan dilanjutkan prosesi pembaiatan serta pergantian sabuk sebagai tanda kenaikan tingkat.
Sumber: NU Online