02/08/2026
🚨 Festival Musik Pantai Pertama di Jepang, Gamelan Indonesia Mencuri Perhatian
Festival Musik Tepi Pantai Ongaku Hantō Menghadirkan Pengalaman Unik di Semenanjung Aji Pada peringatan Hari Laut (Umi no Hi) di Jepang, khususnya pada Senin (20/7/2026), Semenanjung Aji di Kota Takamatsu, Prefektur Kagawa, menggelar festival musik tepi pantai yang pertama kalinya. Acara ini diberi nama "Ongaku Hantō" (Semenanjung Musik) dan berhasil menarik banyak pengunjung dari berbagai kalangan.
Festival ini diselenggarakan di Pantai Kanayama, kawasan Mure-cho Omachi, dengan latar belakang indah Teluk Shido. Acara ini tidak hanya menyajikan pertunjukan musik, tetapi juga menampilkan kuliner lokal serta pemandangan laut yang memukau. Dengan adanya festival ini, diharapkan dapat menjadi ikon baru untuk menghidupkan kembali kawasan yang selama ini menghadapi tantangan seperti penurunan penduduk dan industri lokal.
Pertunjukan Musik yang Menarik Perhatian Panitia festival membangun panggung setinggi sekitar delapan meter, tempat tujuh grup musisi dan seniman tampil menghibur pengunjung sepanjang hari. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah aksi pembuka dari Shoichi Iwamoto, pemain gamelan yang bermukim di Prefektur Okayama. Ia membawakan pertunjukan yang memadukan musik tradisional Indonesia dengan sentuhan eksperimental, menghasilkan alunan musik yang unik dan bernuansa magis.
Selain itu, festival ini juga menampilkan berbagai jenis makanan lokal yang bisa dinikmati oleh para pengunjung. Terdapat 16 stan pasar kuliner yang diikuti oleh berbagai penjual, mulai dari kedai kopi lokal Circles Coffee hingga penjual hamburger, ramen, dan makanan khas lainnya.
Harapan dan Tujuan Festival Para penyelenggara berharap bahwa festival ini dapat menjadi salah satu daya tarik utama bagi Semenanjung Aji. Kawasan ini, yang mencakup wilayah Aji dan Mure, selama ini menghadapi berbagai tantangan seperti penurunan industri lokal, berkurangnya jumlah penduduk, serta perpindahan generasi muda ke kota-kota besar.
Untuk mengatasi hal tersebut, sejumlah perusahaan dan organisasi lokal membentuk panitia pelaksana festival guna memperkenalkan pesona Semenanjung Aji kepada masyarakat yang lebih luas. Salah seorang penggagas acara, Moriro Murakami, mengatakan bahwa daerah asalnya memiliki banyak orang kreatif dan menarik yang ingin dipersatukan melalui festival ini.
"Saya ingin banyak orang berbakat di kampung halaman saya bisa berkumpul dan bersama-sama memeriahkan daerah ini. Harapan kami, ketika orang mendengar 'Hari Laut', mereka langsung teringat pada Semenanjung Aji," ujarnya.
Pengalaman Pengunjung yang Menyenangkan Banyak pengunjung mengaku menikmati suasana festival. Salah satu pengunjung mengatakan bahwa awalnya ia pikir cuacanya akan sangat panas, tetapi angin laut bertiup sejuk sehingga terasa menenangkan. Selain itu, pengunjung lainnya menambahkan bahwa banyak toko yang sebelumnya hanya ia lihat melalui Instagram kini bisa dikunjungi secara langsung.
Festival Ongaku Hantō berlangsung hingga pukul 20.
👇 Bagaimana pandangan kalian tentang kabar ini? Mari diskusikan di kolom komentar!