01/07/2026
SELAMAT PAGI
Salam Sejahtera, Kemanusiaan, Akal Sehat, Efektif π.
___
Dengan segala kerendahan hati, perkenankan saya menulis postingan ini.
Nama saya Iswan. Saya tinggal di Grobogan, Jawa Tengah. Saya seorang pemulung, mantan tukang granit & keramik. Saya hanya punya satu tangan yang bisa bekerja penuh, setelah mengalami kecelakaan kerja di jam kerja. Tangan yang lain sudah tidak bisa saya gunakan lagi, karena pergelangan dan jari jari hanya bisa diam.
Setiap hari, sejak matahari baru terbit, saya sudah keliling. Jalan kaki dari gang ke gang, dari depan rumah warga ke samping rumah warga. Saya bawa tongkat untuk mengais, dan karung besar untuk menampung hasil. Hasil awal pagi saya biasanya hanya satu karung campur. Isinya botol plastik peot, kardus, dan rongsokan lain yang masih bisa dijual.
Saya melakukan ini bukan karena saya s**a. Saya melakukan ini karena saya harus hidup. Saya punya keluarga yang harus saya beri makan. Saya punya tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Malu rasanya jika harus meminta-minta, tapi saya tidak mau menyerah pada keadaan. Selama saya masih bisa bergerak, saya akan berusaha.
Selama ini saya hanya mengandalkan kaki saya. Jalan kaki itu berat, Bapak/Ibu. Apalagi dengan kondisi saya yang hanya punya satu tangan. Karung yang semakin penuh semakin berat untuk di gendong kadang saya panggul dan diseret. Jarak tempuh saya juga terbatas. Dalam sehari, paling jauh saya hanya bisa menyisir beberapa RT saja. Padahal saya tahu, di kampung lain, di ujung jalan sana, masih banyak rongsokan yang bisa saya kumpulkan jika saya bisa sampai ke sana.
Dari sinilah muncul satu harapan besar dalam hati saya: Saya butuh sepeda.
Bukan sepeda baru dan mewah. Saya hanya butuh satu unit sepeda yang masih layak pakai. Sepeda bekas pun saya terima dengan syukur, asal rodanya masih bisa berputar dan bisa membawa saya beserta karung rongsokan.
Saya bermimpi jika punya sepeda, hidup saya akan berubah sedikit. Pertama, jangkauan saya akan jauh lebih luas. Saya bisa menjangkau 3 sampai 4 kampung dalam sehari, bukan hanya 1 kampung. Artinya, hasil yang saya kumpulkan insyaAllah akan lebih banyak. Kedua, tenaga saya akan lebih hemat. Saya tidak perlu lagi menguras tenaga hanya untuk memikul 1 karung dari jalan ke jalan. Tenaga saya bisa saya simpan untuk mengais lebih banyak. Ketiga, waktu saya lebih efektif. Yang biasanya saya habiskan 6 jam di jalan, mungkin bisa jadi 4 jam saja. Sisa waktu itu bisa saya gunakan untuk istirahat atau membantu pekerjaan rumah.
Saya tidak ingin selamanya menjadi beban. Saya ingin mandiri. Saya ingin membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk bekerja halal. Sepeda itu bagi saya bukan sekadar alat transportasi. Sepeda itu adalah modal kerja. Sepeda itu adalah harapan agar saya bisa menghidupi istri dan Ibu saya dengan keringat saya sendiri, tanpa harus Ibu terus mondar mandir menawarkan jasa, terkadang Ibu bantuin cuci piring tetangga, agar bisa beli lauk dan lain sebagainya. Itu bagiku sama saja Ibu terus menengadahkan tangan atau meminta belas kasih.
Oleh karena itu, dengan hati yang tulus dan penuh harap, saya mengetuk pintu kebaikan Bapak/Ibu semua yang Dermawan dan Donatur, dengan postingan ini. Saya memohon bantuan. Bantulah saya memiliki sebuah sepeda layak pakai. Bentuk bantuannya bisa berupa sepeda bekas yang sudah tidak terpakai, atau bantuan dana seikhlasnya untuk saya belikan sepeda, sepeda paling murah 400 ribu di daerah Saya sendiri.
Saya tahu di luar sana masih banyak orang yang lebih membutuhkan. Tapi izinkan saya berharap, karena saya juga manusia yang ingin berjuang. Sepeser pun bantuan dari Bapak/Ibu akan sangat berarti, baik bentuk sepeda maupun dana. Setiap rupiah akan saya gunakan sepenuhnya untuk membeli sepeda dan merawatnya agar bisa dipakai kerja dalam jangka waktu lama.
Saya berjanji akan menjaga amanah ini. Sepeda itu akan saya gunakan untuk bekerja setiap hari, bukan untuk hal lain. Saya ingin Istri dan Ibu saya kelak bangga punya suami serta anak seperti saya yang tidak pernah menyerah, anak yang mau bekerja keras,dan bentuk suami yang bertanggungjawab walau dengan satu tangan.
Saya tidak bisa membalas kebaikan Bapak/Ibu, dengan materi. Balasan saya hanya doa. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, membalas setiap kebaikan Bapak/Ibu dengan rezeki yang berlipat ganda, kesehatan, keberkahan keluarga, dan dimudahkan segala urusannya. Amin.
Demikian postingan permohonan ini saya buat . Besar harapan saya agar postingan ini bisa sampai ke hati orang-orang baik. Atas perhatian, doa, dan bantuannya, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Grobogan 2, Juli 2026
Hormat saya,
Iswan
Pemulung Satu Tangan β Grobogan
Kontak & Akun Dana
Ada Di Bio Profil.
Terimakasih π.
SALAM AKAL SEHAT
SALAM EFEKTIF
--
Grobogan 2, Juli 2026