Coretan BIAN

Coretan BIAN Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Coretan BIAN, Dompu.

Berlogika bukan sekedar berpikir, tetapi menempatkan kebenaran pada tempatnya!!!
19/10/2025

Berlogika bukan sekedar berpikir, tetapi menempatkan kebenaran pada tempatnya!!!

"Tumbuh Dalam Organisasi"Pentingnya berorganisasi adalah dapat membentuk kita menjadi pribadi yang sadar akan peran Sosi...
14/07/2025

"Tumbuh Dalam Organisasi"

Pentingnya berorganisasi adalah dapat membentuk kita menjadi pribadi yang sadar akan peran Sosial dan memahami makna kebersamaan.

🕌Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H!Mari kita sambut tahun baru Islam dengan penuh rasa syukur dan harapan. Semo...
26/06/2025

🕌Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H!

Mari kita sambut tahun baru Islam dengan penuh rasa syukur dan harapan. Semoga di tahun yang baru ini, semangat keislaman semakin tumbuh dan mengakar kuat dalam jiwa kita, khususnya generasi muda sebagai penerus umat.

Tahun baru bukan hanya pergantian waktu, tetapi momentum untuk hijrah menuju pribadi yang lebih baik, lebih taat, dan lebih peduli terhadap nilai-nilai keislaman. Semoga cahaya hijrah Nabi menjadi inspirasi dalam menapaki kehidupan yang lebih bermakna dan penuh berkah.

Selamat Tahun Baru Hijriyah, semoga kita semua senantiasa dalam lindungan-Nya dan mampu menjadi generasi yang menjaga dan membumikan ajaran Islam dengan penuh semangat.

"Pancasila dan Pemuda: Pilar Masa Depan Bangsa"Hari ini, 1 Juni, kita kembali memperingati Hari Lahir Pancasila, sebuah ...
31/05/2025

"Pancasila dan Pemuda: Pilar Masa Depan Bangsa"

Hari ini, 1 Juni, kita kembali memperingati Hari Lahir Pancasila, sebuah tonggak sejarah yang meneguhkan jati diri bangsa Indonesia. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pemuda menjadi ujung tombak dalam menjaga, merawat, dan menghidupkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila.

Pemuda bukan hanya penerus bangsa, tapi penggerak perubahan. Mereka harus berdiri tegak di atas lima sila, berpijak pada ketuhanan, menjunjung tinggi kemanusiaan, menjaga persatuan, berjiwa demokratis, dan menegakkan keadilan sosial.

Mari jadikan momen Hari Pancasila ini sebagai pemantik semangat. Pemuda harus berani berpikir kritis, bergerak progresif, dan bertindak solutif. Bukan hanya menjadi penonton, tapi pelaku sejarah.

Pancasila bukan sekadar hafalan, tapi harus menjadi tindakan nyata dalam karya, perjuangan, dan pengabdian.

Selamat Hari Lahir Pancasila!
Bangkitlah, pemuda Indonesia! Saatnya melangkah dan membangun bangsa dengan semangat Pancasila.

Selamat Hari Kebangkitan Nasional!Hari ini, kita memperingati tonggak penting dalam perjalanan bangsa, hari di mana sema...
20/05/2025

Selamat Hari Kebangkitan Nasional!

Hari ini, kita memperingati tonggak penting dalam perjalanan bangsa, hari di mana semangat persatuan, kesadaran kebangsaan, dan tekad untuk maju mulai menyala. Ini bukan sekadar momen seremonial, tetapi panggilan bagi kita semua, khususnya para pemuda, untuk kembali menyalakan semangat perubahan.

Pemuda adalah tulang punggung bangsa. Dalam diri pemuda tersimpan kekuatan besar untuk membangun dan membawa perubahan. Di era yang serba cepat ini, tantangan begitu banyak, namun di sanalah peran pemuda diuji, apakah kita siap tampil bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai pelaku dan penggerak kemajuan.

Sudah saatnya pemuda bangkit dari zona nyaman. Bukan lagi sibuk mengeluh atau hanya jadi komentator perubahan. Daerah kita membutuhkan ide segar, energi baru, dan keberanian untuk bertindak. Dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional, mari kita mulai dari hal kecil di sekitar kita, dari aksi nyata, dari kontribusi yang tulus.

Bangkitlah, wahai pemuda! Masa depan bukan untuk ditunggu, tapi untuk diperjuangkan. Jadilah bagian dari kebangkitan baru, kebangkitan yang lahir dari kerja keras, keberanian, dan cinta pada negeri.

Indonesia Butuh Pendidikan Gratis, Bukan Hanya Makan Gratis.Di negeri yang kaya sumber daya, ironis rasanya ketika yang ...
02/05/2025

Indonesia Butuh Pendidikan Gratis, Bukan Hanya Makan Gratis.

Di negeri yang kaya sumber daya, ironis rasanya ketika yang diperdebatkan dan dibanggakan adalah makan siang gratis, sementara jutaan anak masih kesulitan mengakses pendidikan berkualitas. Makan gratis mungkin membuat perut kenyang, tapi pendidikanlah yang membuat masa depan terang. Apa gunanya nasi di meja kalau buku tak terbeli? Apa artinya gizi baik jika logika tak diasah?

Pemerintah sibuk membagikan makan siang, seolah itu jawaban atas ketimpangan. Padahal, akar masalahnya bukan hanya soal lapar perut, tapi juga lapar ilmu. Anak-anak putus sekolah bukan karena tak makan, tapi karena biaya pendidikan masih menjadi beban. Sekolah rusak, guru kekurangan dukungan, dan kualitas pendidikan jauh dari merata—semua itu bukan bisa diselesaikan dengan sekotak nasi.

Makan siang gratis memang bisa jadi solusi jangka pendek, tapi pendidikan gratis adalah investasi jangka panjang. Negara maju bukan dibangun dari program populis yang mengejar suara, tapi dari kebijakan yang memberdayakan rakyatnya untuk berpikir, berkarya, dan berinovasi.

Jangan beri kami umpan untuk hari ini, berilah kami kail untuk masa depan. Jangan hanya isi perut kami, cerahkan juga pikiran kami. Karena bangsa besar lahir dari generasi yang terdidik, bukan sekadar yang kenyang.


30/04/2025

Hari Buruh adalah saat kita berhenti sejenak untuk mengingat bahwa di balik setiap gedung megah, jalanan yang ramai, dan kemajuan zaman, ada tangan-tangan kuat yang bekerja tanpa lelah. Para pekerja adalah denyut nadi peradaban, mereka bukan hanya membangun, tapi juga mempertahankan mimpi. Semangatmu, ketekunanmu, dan keberanianmu adalah sumber inspirasi. Hari ini, kami menghormatimu, mendoakan kesejahteraanmu, dan berjanji untuk terus memperjuangkan hak dan kehormatan setiap insan pekerja.

Selamat Hari Buruh Internasional 01 Mei 2025!!!
Jangan ada kelas diantara sesama pekerja.🔥

Pemilihan tanggal 28 April sebagai Hari Puisi Nasional bukan tanpa alasan. Mengutip laman resmi Direktorat Jenderal Pend...
28/04/2025

Pemilihan tanggal 28 April sebagai Hari Puisi Nasional bukan tanpa alasan. Mengutip laman resmi Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dikdasmen), tanggal ini dipilih untuk memperingati hari wafatnya Chairil Anwar, salah satu penyair paling berpengaruh dalam sejarah sastra Indonesia.

Berbeda dengan kebanyakan hari besar nasional yang biasanya ditetapkan berdasarkan hari lahir tokoh, Hari Puisi Nasional justru ditetapkan berdasarkan tanggal kepergian Chairil Anwar, seolah menegaskan betapa besarnya warisan yang ia tinggalkan melalui karya-karyanya.

Memilih tanggal wafat sebagai bentuk penghormatan ini juga memiliki makna tersendiri, seperti puisi itu sendiri yang penuh nuansa dan simbolisme. Hari Puisi Nasional menjadi lebih dari sekadar mengenang sosok Chairil Anwar, melainkan juga sebagai ajakan untuk terus menghidupkan semangat berpuisi, merenungkan makna dalam setiap larik dan melestarikan semangat kreatif di tengah masyarakat Indonesia

Melalui peringatan Hari Puisi Nasional 28 April, diharapkan semangat menulis dan mengapresiasi puisi tetap terjaga.

Judul: Galileo dan Dua Jenis ManusiaPada awal abad ke-17, di Italia, seorang ilmuwan bernama Galileo Galilei menghadapi ...
25/04/2025

Judul: Galileo dan Dua Jenis Manusia

Pada awal abad ke-17, di Italia, seorang ilmuwan bernama Galileo Galilei menghadapi perdebatan besar yang menguji batas antara keingintahuan dan keyakinan. Dengan teleskop yang ia kembangkan sendiri, Galileo mengamati langit malam dan menemukan sesuatu yang mengejutkan—bulan memiliki permukaan yang tidak rata, Jupiter memiliki satelit yang mengorbitnya, dan Venus mengalami fase seperti bulan. Penemuan ini mendukung teori heliosentris Copernicus, yang menyatakan bahwa Matahari adalah pusat tata surya, bukan Bumi.

Namun, pada masa itu, keyakinan yang berlaku adalah model geosentris—di mana Bumi dianggap sebagai pusat alam semesta, sesuai dengan ajaran Gereja Katolik yang berlandaskan pemikiran Aristoteles dan Ptolemy.

Di sini, dunia terbagi menjadi dua jenis manusia: mereka yang ingin tahu dan mereka yang ingin percaya.

Mereka yang ingin tahu, seperti Galileo, Kepler, dan ilmuwan lainnya, memilih untuk menguji kebenaran dengan pengamatan dan eksperimen. Mereka percaya bahwa alam semesta dapat dipahami melalui logika dan bukti, bukan sekadar dogma.

Sebaliknya, mereka yang ingin percaya menolak perubahan karena bertentangan dengan keyakinan yang sudah mengakar. Gereja Katolik saat itu menganggap gagasan Galileo sebagai ancaman terhadap otoritas spiritual mereka. Maka, pada tahun 1633, Galileo diadili oleh Inkuisisi dan dipaksa untuk menyangkal pandangannya. Ia dijatuhi hukuman tahanan rumah hingga akhir hidupnya.

Namun, kebenaran tidak bisa dikubur selamanya. Ratusan tahun kemudian, teori heliosentris diterima secara luas, dan pada tahun 1992, Paus Yohanes Paulus II akhirnya secara resmi merehabilitasi Galileo, mengakui bahwa Gereja telah keliru.

Cerita Galileo adalah bukti bahwa peradaban manusia selalu dihadapkan pada dua pilihan: mencari kebenaran melalui rasa ingin tahu atau tetap nyaman dalam kepercayaan lama. Sejarah menunjukkan bahwa meskipun mereka yang ingin percaya sering menang dalam jangka pendek, pada akhirnya, mereka yang ingin tahu lah yang mengubah dunia.

Sepanjang sejarah, sejumlah buku telah meninggalkan jejak besar dalam peradaban manusia. Buku-buku ini tidak hanya menya...
23/04/2025

Sepanjang sejarah, sejumlah buku telah meninggalkan jejak besar dalam peradaban manusia. Buku-buku ini tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mengubah cara orang berpikir, hidup, dan memandang dunia.

Salah satu contohnya adalah "The Communist Manifesto" karya Karl Marx dan Friedrich Engels (1848). Buku kecil ini mengguncang dunia politik, menjadi dasar gerakan buruh internasional, dan memicu revolusi di berbagai negara.

Buku lainnya yang sangat berpengaruh adalah "The Origin of Species" oleh Charles Darwin (1859). Teori evolusinya mengguncang pemahaman manusia tentang asal-usul kehidupan, memicu perdebatan panjang antara ilmu pengetahuan dan agama.

Dalam bidang sains, "Principia Mathematica" oleh Isaac Newton (1687) menjadi fondasi ilmu fisika modern. Ia memperkenalkan hukum gravitasi dan gerak yang masih digunakan hingga kini.

Sementara itu, di bidang agama dan moralitas, "Al-Qur’an", Injil, dan Taurat adalah contoh buku-buku yang membentuk sistem kepercayaan, hukum, dan budaya miliaran orang selama berabad-abad.

Tak ketinggalan, "Uncle Tom’s Cabin" karya Harriet Beecher Stowe (1852) disebut-sebut ikut memicu Perang Saudara Amerika dengan mengungkap kekejaman perbudakan.

Setiap buku besar dalam sejarah membawa gagasan baru, menantang status quo, dan membuka jalan bagi perubahan besar. membuktikan bahwa kata-kata memiliki kekuatan untuk mengubah dunia.




Judul Buku: RetorikaPenulis: Aristoteles Poin-poin penting dalam buku ini adalah: 1. Tiga Unsur Retorika: Aristoteles me...
01/12/2023

Judul Buku: Retorika
Penulis: Aristoteles

Poin-poin penting dalam buku ini adalah:

1. Tiga Unsur Retorika: Aristoteles mengidentifikasi tiga unsur utama dalam retorika, yaitu ethos, pathos, dan logos. Ethos berkaitan dengan karakter dan kredibilitas pembicara, pathos berkaitan dengan emosi dan perasaan audiens, dan logos berkaitan dengan logika dan argumen yang disampaikan.

2. Tujuan Retorika: Tujuan utama retorika adalah untuk meyakinkan audiens dengan menggunakan argumen yang kuat dan mempengaruhi emosi mereka. Retorika digunakan untuk mempengaruhi pandangan dan sikap audiens terhadap suatu topik atau isu.

3. Tiga Jenis Retorika: Aristoteles membagi retorika menjadi tiga jenis, yaitu retorika deliberatif (berkaitan dengan keputusan dan tindakan di masa depan), retorika pidato (berkaitan dengan mempengaruhi pendapat dan sikap saat ini), dan retorika pengadilan (berkaitan dengan mempengaruhi keputusan dalam persidangan).

4. Struktur Pidato: Aristoteles menekankan pentingnya struktur pidato yang baik. Pidato harus memiliki pengenalan yang kuat untuk menarik perhatian audiens, bagian utama yang berisi argumen yang kuat, dan kesimpulan yang menguatkan pesan yang disampaikan.

5. Logika dan Bukti: Aristoteles menekankan pentingnya penggunaan logika dan bukti yang kuat dalam retorika. Argumen yang didukung oleh bukti yang kuat dan logika yang konsisten akan lebih meyakinkan bagi audiens.

6. Gaya Bahasa dan Gaya Berbicara: Aristoteles juga membahas pentingnya gaya bahasa dan gaya berbicara dalam retorika. Penggunaan gaya bahasa yang tepat dan gaya berbicara yang menarik dapat mempengaruhi audiens dan meningkatkan daya tarik pidato.


Catatan: Rangkuman ini hanya memberikan gambaran umum tentang isi buku. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam, disarankan untuk membaca buku secara langsung😅

Address

Dompu
84253

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Coretan BIAN posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share