11/05/2026
TOKUSATSU ITU HARUSNYA BISA JADI HOBI YANG BAGUS...
Memperkenalkan kita pada sifat kepahlawanan sejak dini, membela yang lemah, memperjuangkan kebenaran, melawan kejahatan, pemimpin yang zalim, dan seterusnya, dan seterusnya.
Tapi balik ke akhir tahun 90-an, jadi fans tokusatsu itu kayak orang gila sendirian.
Saat di zaman orang2x belum banyak pakai internet, cari temen ngobrol yang nyambung soal tokusatsu itu syulit~*
Makanya beruntung sejak awal 2000-an sudah marak warnet, ada forum online macam Kafegaul, Kaskus, dan sebangsanya, mulai deh bisa ngobrol dengan orang2x yg juga sama gilanya.
Akhirnya ga'gila sendirian lagi deh...
Lha tapi lama2x kok orang gilanya semakin banyak, banyak, dan buanyaaak.
Kayak udah gila yang ga'terkontrol 🤣🤣🤣
Istilah wibu, freak, autis, dll. udah jadi dekat banget dengan hobi yang satu ini.
Tapi balik lagi, tokusatsu itu harusnya bisa jadi media yang membuat kita tetap waras.
Ada yang bisa survive menjalani hidup yang keras, ditinggalkan pacar, sahabat, atau bahkan orang tua, tapi berkat nonton tokusatsu, bisa balik semangat lagi dalam menjalani hidup, ga'jadi bundir.
Ada yang dari dengerin lagu2x toku, jadi semangat menembus kemacetan ibukota, atau tetap enjoy di tengah padatnya kendaraan umum.
Ada lagi yang bisa dapat cuan dari bikin kostum dan props tokusatsu, atau yang serius mempelajari teknis pembuatan filmnya, sampai akhirnya bisa bikin film sendiri. Atau setidaknya bisa mengelola banyak kegiatan yang berhubungan dengan tokusatsu.
See, tokusatsu itu ada banyak manfaatnya, dan banyak fans yang dengan kewarasannya udah sukses melakukan itu.
TAPI... sayangnya nih, tapinya memang ada tapinya.
Ga'semua fans tokusatsu itu waras.
Ada yang gilanya beneran gila, autisnya beneran autis, intovert parah, atau sebaliknya ekstrovert mampus, bahkan secara teknis memang berkebutuhan khusus.
Taunya dari mana?
Dari tahun 2000-an itu gue sering open house di rumah.
Yang mau nobar gratis silakan, yg mau order dvd silakan, mau mainin koleksi mainan juga ok.
Bahkan sampai sekarang tiap ada yg beli mainan dari gue, kalau memang rumahnya masih terjangkau, gue pilih antar langsung, biar bisa profiling langsung.
Kayak apa sih yg beli DX Ultraman? Bedanya sama yg cuma koleksi sofubi apa ya? Wah dia borong banyak nih, tapi kok rumahnya masuk gang? Wih ini masih SMP kok udah banyak koleksinya? Lah ini profesinya guru tapi koleksi robot Sentai-nya banyak? Emang gajinya cukup? Yang ini kenapa ga'mau ditebus2x ya mainannya, padahal rumahnya dekat, ada masalah apa kah? atau pantesan dia begini, karena fisiknya begitu, dst-dst.
Karena gue sadar dulu itu gue sendirian, jadi saat bisa mengenal orang2x yg sehobi lebih banyak itu tetaplah menyenangkan, mau kayak apa pun bentuk dan kebiasaannya.
Tapi ya balik lagi, kewarasan kita, intelejensia kita, preferensi, latar belakang budaya, orang tua kita beda2x, walaupun hobinya sama.
Makanya saat ada fans yg emang punya kebutuhan khusus bikin masalah, gue pilih ga'membesarkannya.
Lah apa yang mau dibesarin? Itu orang emang udah kurang dari sananya. Diajak ngobrol ga'akan ngerti!
Tapi fun fact-nya adalah, seperti yang gue bilang tadi, fans yang kayak dia tuh banyak. Mungkin tanpa kalian sadari, kalian juga sama kayak dia.
Dengan modal bacotan di internet, kayak berani tanpa rasa tanggung jawab, tapi sembunyi dibalik akun anonim, yg kalau diajak ketemuan mingkem. Fans2x yg kayak gini gue anggap sama, fans yg ga'punya kewarasan.
Sukanya nimbrung, fomo, ikut2x yg lagi rame, bahkan ikutan nge-bully, tanpa mau kroscek faktanya gimana.
Gue sih setuju orang2x yg emang otaknya kurang tuh jangan boleh pakai sosmed, main internet, bahkan pergaulannya pun harus diawasi. Tapi kan ga'adil juga, karena siapa tau dia bisa menemukan bakat terpendamnya dari situ.
Makanya lebih penting untuk mengenal siapa orang yg kalian ajak bicara, siapa orang yang kalian permasalahkan.
"Tapi kan dia emang bermasalah?"
Yang tinggal diurus aja, libatkan orang tuanya, panggil polisi kalau perlu.
Tapi kalau ikut2x-an ngebully, apa bedanya kalian sama villain di tokusatsu?
Saat ada banyak pilihan jagoan di luar sana, kenapa yang diikuti malah kelakuan norak dari karakter2x ga'penting?
Ya, ini tentang lo Matsugawa Dana, lo tuh norak!
Juga buat kalian semua, kalian punya pilhan, dan tau biasanya jagoan2x favorit kalian itu akan melakukan apa. Lakukanlah, ambil yang baik, tinggalkan yang buruk.
Mending energinya dipakai untuk menumbangkan rezim.🫠