01/07/2021
Perihal hidup, Saya rasa tidak ada satupun manusia yang ahli dalam menjalaninya,
Kalo pun ada, saya rasa dia hanya mengada-mengada saja.
Dan kalau pun ada dia tak pernah ada.
Menurut saya sudah hakikatnya kita sebagai manusia tidak sempurna, walaupun sudah di katakan dalam banyak kitab bahwa manusia mahkluk Tuhan paling sempurna,
Karna dalam kehidupan banyak persimpangan yang menuntut kita untuk bertahan dan ada.
Kita semua pasti setuju setiap manusia pasti memiliki jalan yang berbeda-beda, bisa jadi seseorang tumbuh dalam keluarga yang tidak sempurna ayah yang abusive ibu yang kerap menangis sendirian kakak yang selalu memendam amarah pada ayah,
lantas ia tumbuh jadi dewasa yang tidak mempercayai dunia.
bisa jadi seseorang tumbuh dalam keluarga yang bahagia, namun tak pernah ada perasaan penuh iya rasa,
Tidak ada kepercayaan dari orangtuanya, karena suaranya yang keras walaupun dia tak bermaksud begitu, hanya karena wataknya yang keras, atau semua serba diatur bahkan bahkan untuk cita- citanya,
Lantas tumbuh jadi dewasa yang terus mencari kebahagiaan di setiap sudut kehidupan yang ada di persimpangan ramai manusia ataupun gorong-gorong kumuh yang kemudian mimpinya di bunuh oleh orang kesayangannya,
bisa jadi p**a seseorang tumbuh dalam kemiskinan berkepanjangan ibu yang sakit keras bapak yang hanya buruh harian lantas jadi dewasa yang merasa harus terus berusaha walau dunia pada akhirnya tetap saja kejam padanya, kemudian ia tetap saja berakhir pada lingkaran kemiskinan, karena memang nyatanya realita tidak pernah semudah takl show di Televisi dan kata motivasi para pebisnis muda.
tapi tak apa, toh apapun yang kau rasa itu akan selalu valid untuk dirasa,
Untukmu yang jatuh dan meninggalkan luka, untuk setiap sedih yang masih dirasa,
untuk setiap amarah yang harus disampaikan malam ini juga.
kalian adalah bukti bahwa hidup akan selalu berputar pada prosesnya,
dan tenang saja, kalau kau pikir bahwa kau adalah munafik yang melihat suatu hal dengan cara berbeda, percayalah kau bukan salah satunya.
saya rasa sudah sepatutnya hidup dirayakan dengan gempita, agar kelak kita tetap mengingat,
kita aku dan kau akan selalu baik-baik saja.