06/06/2026
𝗕𝗘𝗟𝗔𝗝𝗔𝗥 𝗛𝗜𝗪𝗔𝗥 (𝗣𝗘𝗥𝗖𝗔𝗞𝗔𝗣𝗔𝗡) 𝗔𝗧𝗔𝗨 𝗡𝗔𝗛𝗪𝗨 (𝗚𝗥𝗔𝗠𝗔𝗧𝗜𝗞𝗔𝗟) 𝗗𝗨𝗟𝗨?
Bagi pemula yang ingin belajar bahasa Arab, yang lebih tepat adalah memulai dengan hiwar (percakapan dan kosakata dasar), lalu secara bertahap mempelajari nahwu dan sharaf.
Alasannya sederhana: tujuan bahasa adalah memahami dan berkomunikasi. Anak kecil pun belajar bahasa ibunya dengan mendengar dan berbicara terlebih dahulu, bukan dengan mempelajari tata bahasa.
Urutan yang dianjurkan:
1️⃣ Kosakata dasar (mufradat)
• Nama benda di sekitar.
• Kata kerja yang sering digunakan.
• Ungkapan sehari-hari.
2️⃣ Hiwar (percakapan sederhana)
• Salam dan perkenalan.
• Bertanya dan menjawab.
• Dialog pendek yang sering diulang.
3️⃣ Membaca teks-teks mudah
• Cerita pendek.
• Dialog sederhana.
• Teks Arab yang berharakat.
4️⃣ Nahwu dan sharaf dasar
• Jumlah ismiyyah dan fi'liyyah.
• Mubtada-khabar.
• Fi'il madhi, mudhari', dan amr.
• I'rab dasar.
Jika seseorang langsung belajar nahwu secara mendalam tanpa banyak mendengar, membaca, dan menghafal kosakata, sering kali ia menjadi:
"𝘛𝘢𝘩𝘶 𝘬𝘢𝘪𝘥𝘢𝘩, 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘴𝘶𝘭𝘪𝘵 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘤𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘪𝘤𝘢𝘳𝘢."
Sebaliknya, jika hanya belajar hiwar tanpa nahwu:
"𝘉𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘤𝘢𝘱𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘮𝘢𝘵, 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘴𝘶𝘭𝘪𝘵 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘩𝘢𝘮𝘪 𝘈𝘭-𝘘𝘶𝘳'𝘢𝘯, 𝘩𝘢𝘥𝘪𝘵𝘴, 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘪𝘵𝘢𝘣-𝘬𝘪𝘵𝘢𝘣 𝘶𝘭𝘢𝘮𝘢."
Karena itu, yang terbaik adalah hiwar dan mufradat sebagai pintu masuk, sedangkan nahwu-sharaf sebagai alat untuk memperdalam pemahaman.
Para ulama dahulu juga menekankan pentingnya memperbanyak mendengar dan membaca bahasa Arab.
Berkata Ibnu Khaldun rahimahullah:
إن حصول ملكة اللسان إنما هو بكثرة الحفظ من كلام العرب
"Sesungguhnya terbentuknya kemampuan berbahasa itu terjadi dengan banyak menghafal perkataan orang Arab."
Jadi, untuk pemula: 70% hiwar, mufradat, membaca, dan mendengar. 30% nahwu-sharaf dasar.
Setelah memiliki kosakata dan terbiasa dengan bahasa Arab, porsi nahwu-sharaf dapat ditingkatkan agar mampu memahami Al-Qur'an, hadits, dan kitab-kitab para ulama dengan lebih baik.
Pengin belajar bahasa Arab lebih aktif dan efektif langsung dengan native speakernya?