Kamu bisa aku juga

Kamu bisa aku juga senang bersama

16/07/2025

“Kembali ke Hari Itu”**

Dulu, taman itu adalah tempat kita bertemu. Di bawah pohon rindang yang selalu memberi bayangan lembut di siang hari, kami tertawa, bermain bola, dan menikmati angin musim semi yang membawa aroma dedaunan segar. Aku masih ingat suara riuh teman-temanku ketika aku berhasil mencetak gol pertama dalam pertandingan uji coba. Kami merayakannya dengan makan bakso di pinggir jalan, sambil berbagi cerita tentang mimpi-mimpi masing-masing.

Aku punya banyak rencana waktu itu. Ingin menjadi pengusaha besar, ingin memiliki rumah megah, mobil mewah, dan hidup tanpa keterbatasan. Tapi aku lupa, bahwa semua hal itu tidak akan sempurna tanpa mereka — teman-temanku.

Waktu berlari begitu cepat. Aku memutuskan fokus pada bisnis, mengurangi kontak, hingga akhirnya... benar-benar mengabaikan mereka. Aku terjebak dalam kesombongan dan kesibukan dunia. Setiap kali ada yang menghubungi, aku jawab singkat. Setiap undangan kumpul-kumpul, aku tolak dengan alasan "sibuk". Aku percaya, uang dan status akan mengisi ruang kosong di hatiku.

Namun, takdir tidak pernah menyamai ekspektasi.

Suatu hari, bisnisku runtuh. Tanpa persiapan, tanpa siaran pers, hanya dalam semalam, semuanya hilang. Rumah yang dulu kubeli dengan bangga kini kosong. Ponselku dipenuhi pesan tagihan. Aku bahkan tidak punya uang untuk menyewa makanan. Dan saat itulah aku mulai berpikir, *kemana mereka pergi?*

Aku mencoba menghubungi satu per satu. Beberapa sudah tidak aktif. Beberapa malah mengatakan, "Sudah lama nggak lihat kamu." Ada juga yang bilang, "Kamu udah beda."

Aku duduk sendirian di bangku taman itu, malam hari. Langit gelap, lampu jalan redup-redup. Hujan turun pelan, seperti air mata langit. Aku menatap pohon yang sama, tapi suasana berbeda. Rasa hangat yang dulu pernah ada kini sirna. Dalam diam, aku berkata:

> “Aku baru sadar... uang nggak pernah gantiin pertemanan.”

Dan entah dari mana datangnya, aku tersenyum. Mungkin bukan senyum bahagia, tapi setidaknya, ini adalah awal dari pemahaman. Bahwa kebahagiaan sejati bukanlah soal apa yang kau miliki, tapi siapa yang kau punya.

Aku berjanji, jika suatu hari aku bangkit lagi, aku akan kembali ke mereka. Bukan sebagai orang yang sombong, tapi sebagai sahabat yang dulu mereka kenal.

Karena, meski waktu telah berlari, hati yang tulus selalu bisa kembali.


biarkan kesuksesan merusak apa yang telah membuatmu bahagia.
-
-
-
-
-

Address

Perumnaa Baru Bloa No 278
Batam
28400

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kamu bisa aku juga posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category