15/08/2026
Beberapa kali saya pernah membaca pendapat yang menyebutkan bahwa kata Kujang berasal dari istilah “Kudihyang”, yang kemudian dikaitkan dengan kata “kudi” dan “hyang”.
Kudi dalam pemaknaan Sunda Kuno dikaitkan dengan senjata atau benda pusaka yang dipercaya mempunyai kekuatan tertentu, bahkan digunakan sebagai jimat atau penolak bala. Sementara Hyang merujuk pada sosok atau kekuatan adikodrati yang ditempatkan sangat tinggi dalam kepercayaan masyarakat Sunda. Dari sini, Kujang kemudian dipahami sebagai pusaka yang memiliki hubungan dengan kekuatan Hyang. (Versilama)
Tapi menariknya, Kujang tidak sejak awal hanya dipandang sebagai benda pusaka.
Seiring berjalannya waktu, Kujang kemudian berkembang. Dari benda yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, ia menjadi pakarang, gagaman, sampai pusaka yang mempunyai kedudukan khusus dalam budaya Sunda. Kajian lain bahkan membagi fungsi Kujang menjadi beberapa kelompok, seperti Kujang Pusaka, Kujang Pakarang, Kujang Pangarak, dan Kujang Pamangkas.
Kujang membawa cerita tentang bagaimana manusia bekerja, bertani, menjaga diri, menghormati leluhur, dan memaknai hubungan dengan kekuatan yang lebih tinggi.
Dalam kehidupan masyarakat Sunda, bentuk-bentuk Kujang juga berkaitan dengan perkakas untuk bertani dan berladang. Bahkan jejak penggunaannya sebagai perkakas disebut dalam kajian mengenai naskah Sunda kuno Sanghyang Siksakandang Karesian yang bertarikh sekitar abad ke-16. Sampai sekarang, bentuk yang berkaitan dengan Kujang juga masih dapat ditemukan dalam tradisi masyarakat tertentu di Jawa Barat
Bagaimana Menarik kan,Ada yang punya juga ?