Gamelan & Tari Bali Concert Hall
Adalah Gedung yang memiliki fungsi KHUSUS untuk PAGELARAN KONSER Musik Gamelan dan Tari Bali dengan Kwalitas CONCERT - NATURAL SOUND, BUKAN Auditorium ataupun Home Theatre yang besar..! Sudah diketahui secara umum bahwa, CONCERT HALLl atau Gedung Konser adalah suatu bangunan yang diperuntukkan bagi penyelenggaraan dan pegelaran konser musik. Sesuai dengan tujuannya maka hal-hal teknis utama yang diperlukan adalah kondisi AKUSTIK di dalam gedung konser tersebut, baik secara objektif maupun subjektif mesti berada pada kondisi OPTIMALl sesuai dengan tuntutan pemusik maupun penonton/audience nya. Pada jaman modern ini, gedung konser sudah merupakan hasil inovasi mutakhir dari berbagai teknologi, ilmu pengetahuan dan seni musik itu sendiri. Pada umumnya, gedung konser dibangun untuk berfungsi dalam jangka waktu yang lama dan bersifat MONUMENTAL untuk menunjang pengembangan dan kemajuan BUDAYA terutama sekali SENI BUDAYA MUSIK (termasuk juga NYANYI dan TARI). Bahkan, gedung konser juga dapat menjadi suatu “landmark” dari suatu daerah atau bangsa, seperti Sydney Opera House misalnya. Sementara itu, karena tuntutan kompleksitas dan ketelitian kondisi akustik di dalamnya, maka bagi para ahli akustik, gedung konser ini bisa diibaratkan sebagai ALAT MUSIK RAKSASA. Ungkapan ini secara objektif dapat dipahami mengingat hasil kondisi suaranya mempunyai karakteristik yang KHAS dan UNIK sehingga dapat dikatakan seorang penonton TIDAK AKAN pernah mendengarkan suara yang ‘SAMA’ di tempat dan waktu lainnya di dunia. Disinilah keterpaduan antara berbagai bidang ilmu, teknologi dan seni yang sebenar-benarnya mesti dilaksanakan sehingga dapat menghasilkan berbagai DAMPAK yang POSITIF bagi masyarakat. Mengingat kondisi akustik di dalam ruangan menjadi tujuan utamanya, maka pada umumnya gedung konser bersifat tertutup dengan maksud agar dapat menghilangkan pengaruh bising dari lingkungan komunitasnya. Karena ketertutupannya itu, gedung konser mesti dilengkapi dengan sistem tata udara sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi pengunjung atau penontonnya untuk berkonsentrasi mendengarkan pertunjukan musik yang dipagelarkan. Faktor kenyamanan ini juga menjadi salah satu tujuan dari gedung konser tersebut, sehingga orang yang datang untuk menonton konser benar2 terpenuhi tujuan utamanya. Tentunya ketertutupan tersebut juga dimaksudkan agar pegelaran dan juga penonton tidak terganggu akibat cuaca panas terik matahari atau hujan. Perkembangan teknologi elektro-akustik, dalam bentuk alat musik elektronik dan juga sistem tata suara elektronik juga membantu perkembangan rancangan gedung konser. Tetapi, untuk pagelaran musik dengan alat musik NON-ELEKTRONIK, apresiasi terhadap gedung konser tetap tinggi, mengingat ke’ASLi’an dan ke’ALAMI’an dari suara musik yang dihasilkannya. Gedung Konser Gamelan Bali yang bersifat 'dedicated', tentu saja memerlukan telaah awal (feasibility study) yang objektif, teliti dan bersifat integral bukan saja dari permasalahan nilai ekonominya tetapi juga dari sisi sosial, budaya, termasuk juga dukungan dari masyarakat. Hal ini secara objektif mesti dilakukan untuk menghindari adanya kesan tujuan dari keberadaan gedung konser tersebut terpisah dari tujuan pengembangan budaya masyarakatnya. Disamping itu, perlu juga dihindari keterlibatan yang bersifat politis yang memungkinkan terjadinya ko-optasi pemahaman dan juga 'interest' sekelompok orang saja. Dengan kata lain keberadaan gedung konser gamelan Bali ini, mesti berasal dari masyarakat, dimiliki dan juga dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat untuk meningkatkan budayanya. Dengan demikian, masyarakat akan lebih 'CONFIDENCE' dan juga 'PROUD' dengan budayanya sendiri, sehingga tujuan dari 'QUALITY CULTURE' untuk menunjang 'QUALITY LIFE' bagi masyarakat Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya dapat tercapai. Bagi para seniman sendiri terutama sekali seniman musik gamelan Bali dan juga Tari Bali, akan tertantang untuk ber'KREATIFITAS' dan ber'INOVASI' secara optimal, untuk mengangkat hasil karyanya agar memenuhi kwalitas internasional. Hal ini tentunya akan menjadi terobosan bagi perkembangan budaya di Bali khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Dari penjelasan tersebut di atas, satu pertanyaan yang mesti dijawab adalah apakah gedung konser musik gamelan Bali ini DIPERLUKAN atau tidak. Pertanyaan tersebut mesti dijawab oleh para seniman gamelan Bali, budayawan, penikmat musik gamelan Bali dan pribadi-pribadi yang terkait dengan usaha untuk meningkatkan kwalitas budaya bangsa, mengingat merekalah ‘stake holder’ utama dari adanya sarana perangkat keras tersebut. Tentunya untuk menjawab hal tersebut diperlukan pemahaman yang mendalam mengenai arti dan manfaat baik secara fisik maupun moril dari adanya gedung konser gamelan Bali tersebut. Hal ini dapat dilakukan melalui seminar-seminar, workshop budaya atau juga melalui pembahasan melalui forum diskusi secara elektronik. Note : Tulisan ini sudah pernah dimuat di koran Balipost pada tahun 2004.