Pdt Nekson M Simanjuntak

Call Website Contact the establishment

Pdt Nekson M Simanjuntak Renungan Harian Sumber Kehidupan: memberikan kekuatan, inspirasi dan motivasi/spirit bagi pembaca.

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUPKekuatan, Inspirasi dan MotivasiSelasa, 06 Oktober 2026JANGAN MENARUH DENDAM DENGAN SESAMAMUSel...
05/10/2026

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP
Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
Selasa, 06 Oktober 2026

JANGAN MENARUH DENDAM DENGAN SESAMAMU

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Imamat 19:18 (TB) Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, Akulah TUHAN.

Leviticus 19:18 (NIV) “Do not seek revenge or bear a grudge against anyone among your people, but love your neighbor as yourself. I am the LORD.”

Sahabat yang baik hati… Rasa sakit hati sering sekali membuahkan hati yang penuh dengan dendam. Maka rasa dendam sering sekali menjadi cara seseorang untuk menghukum orang yang menyakiti hatinya. Kalau boleh jujur, ternyata rasa dendam ini justru membuat hati dan pikiran kita sendiri terikat pada luka-luka di masa lalu. Hal ini terlihat ketika seseorang menyakiti kita. Sebaliknya, kita mungkin akan merasa marah, kecewa atau tidak terima. Perasaan itu manusiawi, namun kita tidak perlu membiarkan luka tersebut membuahkan rasa benci. Sebagai pengikut Kristus, kita diingatkan untuk melepaskan pengampunan terhadap orang-orang yang menyakiti kita. Mengampuni bukan berarti membenarkan kesalahan oranglain, melainkan memilih untuk tidak terus menerus hidup sebagai tawanan dari kesalahan tersebut. Artinya, tidak mau dibelenggu dosa dengan membuahkan rasa sakit hati menjadi dendam.

Sahabat yang baik hati… Ayat renungan hari ini dalam Imamat 19 ayat 18 merupakan bagian penting dari hukum kekudusan dalam kitab Perjanjian Lama dan menjadi dasar penting bagi ajaran Yesus Kristus tentang mengasihi sesama. Kitab Imamat berisikan tentang ketetapan Tuhan kepada bangsa Israel dalam menyikapi hidup yang telah dipanggil menjadi umat Allah. Umat yang hidup di dalam kekudusan dan menjauhkan diri dari segala dosa, seperti yang dituliskan dalam ayat 11-17 yaitu agar jangan mencuri, jangan berbohong, jangan bersumpah palsu, jangan menindas dan merampas hak sesama, jangan membenci saudara dalam hati dan jangan membalas kejahatan dengan kejahatan.

Sahabat yang baik hati… Khusus pada ayat renungan hari ini ditekankan agar umat Allah hidup dalam masyarakat yang jauh dari konflik antarmanusia, di mana konflik ini sangat rentan berkembang menjadi balas dendam pribadi dan permusuhan antar keluarga. Tuhan melarang umatNya mengambil pembalasan berdasarkan amarah pribadi. Hal ini bukan berarti Tuhan mengabaikan keadilan. Namun, yang hendak disampaikan Allah bahwa pembalasan adalah Hak Allah sendiri. Sehingga manusia yang percaya kepada-Nya hanya diperkenankan untuk mengampuni dan mengasihi. Sebab itulah karakter Allah yaitu Allah yang Maha Kasih dan Allah yang Maha Pengampun. Tuhan mengajarkan kita untuk mengasihi, mengampuni dan tidak membalaskan kejahatan dengan kejahatan. Melepaskan dendam memang tidak selalu mudah, namun ketika kita menyerahkan sakit hati kepada Tuhan, maka hati kita perlahan akan memperoleh kedamaian. Oleh sebab itulah, berikanlah hati dan pikiranmu untuk diperdamaikan oleh Allah di dalam Yesus Kristus. Supaya damai Sejahtera itulah yang menguasai kita senantiasa. Amin.! (PS)

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUPKekuatan, Inspirasi dan MotivasiSenin, 05 Oktober 2026HIKMAT SEJATI DI DALAM YESUS KRISTUSSelam...
04/10/2026

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP
Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
Senin, 05 Oktober 2026

HIKMAT SEJATI DI DALAM YESUS KRISTUS

Selamat Pagi; Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan

Kolose 2:3 (TB) sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan
Colossians 2:3 (UKJV) In whom are hid all the treasures of wisdom and knowledge

Sahabat yang Baik hati, Setiap manusia membutuhkan hikmat dan pengetahuan untuk menjalani kehidupan. Kita belajar dari sekolah, pengalaman, orang tua, buku, bahkan dari internet dan media sosial. Namun, Alkitab mengingatkan bahwa sumber hikmat yang sejati bukan hanya berasal dari apa yang kita pelajari, melainkan berasal dari Kristus. Kolose 2:3 menegaskan bahwa di dalam Kristus tersimpan segala harta hikmat dan pengetahuan. Karena itu, kehidupan orang percaya seharusnya selalu menjadikan Kristus sebagai dasar dalam mengambil keputusan.

Sahabat yang baik hati, Pada zaman sekarang, kita hidup dalam dunia yang penuh dengan informasi. Hanya dengan menggunakan telepon genggam, kita dapat memperoleh begitu banyak berita dan pengetahuan. Tetapi banyaknya informasi tidak selalu berarti kita memiliki hikmat. Informasi dapat membuat kita tahu banyak hal, tetapi hikmat menolong kita mengetahui apa yang benar dan bagaimana menggunakannya dengan tepat. Karena itu, kita membutuhkan Kristus agar pengetahuan yang kita miliki tidak membawa kita kepada kesombongan, tetapi kepada kehidupan yang benar.

Sahabat yang Baik hati, Ada kalanya kita menghadapi persoalan keluarga, pekerjaan, pelayanan, ekonomi, maupun hubungan dengan sesama. Dalam keadaan seperti itu, kita sering bertanya, “Apa yang harus saya lakukan?” Dunia menawarkan banyak jawaban, tetapi tidak semuanya sesuai dengan kehendak Tuhan. Kolose 2:3 mengingatkan kita untuk datang kepada Kristus. Di dalam Dia ada hikmat yang kita perlukan untuk menghadapi persoalan hidup. Ketika kita tidak tahu jalan yang harus ditempuh, Tuhan dapat memberikan pengertian dan menuntun langkah kita.

Sahabat yang baik hati, Hikmat dari Kristus juga mengajar kita untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan. Sering kali manusia mengambil keputusan berdasarkan emosi, kemarahan, ketakutan, atau tekanan dari orang lain. Akibatnya, keputusan yang diambil justru membawa penyesalan. Orang yang menjadikan Kristus sebagai sumber hikmat akan belajar berdoa, merenungkan firman Tuhan, dan mempertimbangkan sesuatu dengan bijaksana sebelum bertindak.

Sahabat yang baik hati, Dalam kehidupan keluarga, ayat ini sangat relevan. Orang tua membutuhkan hikmat untuk mendidik anak-anak. Suami dan istri membutuhkan hikmat untuk memahami dan menghargai satu sama lain. Anak-anak juga membutuhkan hikmat untuk memilih pergaulan dan menentukan masa depan. Jika Kristus menjadi pusat keluarga, maka keputusan-keputusan keluarga tidak hanya didasarkan pada keinginan manusia, tetapi juga pada kehendak Tuhan.

Sahabat yang baik hati, Dalam kehidupan bergereja dan pelayanan, kita juga membutuhkan hikmat Kristus. Pengetahuan tentang organisasi, kemampuan berbicara, pengalaman, dan keterampilan memang penting. Namun, semuanya itu tidak cukup jika tidak disertai hikmat dari Tuhan. Pelayanan bukan hanya tentang kemampuan melakukan sesuatu, tetapi tentang bagaimana melayani dengan kasih, kerendahan hati, kesabaran, dan kesetiaan kepada Kristus.

Sahabat yang baik hati, Ayat ini juga mengingatkan kita agar tidak merasa paling tahu. Semakin banyak pengetahuan yang kita miliki, semakin besar p**a godaan untuk menjadi sombong. Kristus justru mengajarkan kerendahan hati. Kita menyadari bahwa pengetahuan manusia terbatas, sedangkan hikmat Tuhan tidak terbatas. Karena itu, kita perlu terus belajar dan membuka hati kepada Tuhan. Orang yang berhikmat bukanlah orang yang selalu merasa benar, tetapi orang yang bersedia dikoreksi dan diarahkan oleh firman Tuhan.

Sahabat yang baik hati, Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menunjukkan hikmat Kristus melalui cara kita berbicara dan memperlakukan orang lain. Di tengah media sosial yang sering dipenuhi perdebatan, penghinaan, dan berita yang belum tentu benar, orang percaya dipanggil untuk menjadi pribadi yang bijaksana. Tidak semua hal harus dibalas. Tidak semua berita harus disebarkan. Tidak semua perbedaan harus menjadi pertengkaran. Hikmat dari Kristus mengajarkan kita untuk berkata benar, tetapi tetap dalam kasih.

Sahabat yang baik hati, Karena itu, marilah kita menjadikan Kristus sebagai pusat kehidupan kita. Ketika menghadapi masalah, datanglah kepada-Nya. Ketika harus mengambil keputusan, mintalah hikmat-Nya. Ketika mendapatkan keberhasilan, tetaplah rendah hati. Ketika mengalami kegagalan, jangan kehilangan pengharapan. Sebab di dalam Kristus terdapat “segala harta hikmat dan pengetahuan.” Artinya, kita tidak perlu mencari dasar hidup hanya dari dunia ini, karena sumber hikmat sejati ada di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Sahabat yang baik hati, mengajak kita untuk hidup dengan keyakinan bahwa Kristus cukup bagi kita. Dunia dapat memberikan banyak informasi, tetapi Kristus memberikan hikmat untuk menjalani hidup dengan benar. Dunia dapat memberikan banyak pilihan, tetapi Kristus menolong kita memilih jalan yang sesuai dengan kehendak-Nya. Oleh sebab itu, marilah setiap hari semakin dekat kepada Kristus melalui doa, firman Tuhan, dan kehidupan yang taat. Kiranya hidup kita bukan hanya menjadi orang yang banyak tahu, tetapi menjadi orang yang berhikmat karena berjalan bersama Kristus. Amin (BDS)

04/10/2026

Selamat malam, selamat beristorahat. Kiranya lagu PS Lansia HKBP Bandung Barat ini menambah semangat besok setelah istirahat malam ini. Selamat malam dan selamat beristirahat

Hari ini inang berulang tahun ke 50. Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat seolah kemarin saja padahal sudah berjalan...
04/10/2026

Hari ini inang berulang tahun ke 50.
Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat seolah kemarin saja padahal sudah berjalan jauh. Rasa syukur saya ucapkan dia mau menjadi isteri saya. Dia juga telah melahirkan 3 anak dalam kekuarga kami, dia perhatian, bekerja keras dan terus melakukan yang terbaik buag keluarga.
Bersama anak-anak kami ucapkan selamat ulang tahun buat mama, panjang umur dan sehat selalu. Salam:

BERITA DUKA CITA Turut Berduka yang mendalam atas meninggalnya:Pdt Elriadin Sitompul, SThPendeta Pensiun HKBPUmur 68 Tah...
04/10/2026

BERITA DUKA CITA
Turut Berduka yang mendalam atas meninggalnya:

Pdt Elriadin Sitompul, STh
Pendeta Pensiun HKBP
Umur 68 Tahun

Kiranya keluarga yang ditinggal diberi kekuatan dan penghiburan.
(Ibrani 13:14)

Beliau saya kenal kalam, irit bicara, bicara bebas setelah memiliki keakraban. Beliau orang yang memiliki emphati yang kuat. Rendahati dan selalu memuji orang lain.

Saat dia masih pendeta HKBP Res Habinsaran beliau pernah datsng ke Depok, kami sehararian bincang-bincang tentang budaya berHKBP, ada banyak lekuatiran namun ada kesaksian beliau dalam semua dinamika berHKBP terus di dalam penyertaan Tuhan.

Satu kepuasan beliau karena anaknya saat itu studi di STT dan selalu dibawa dalam doa untuk dapat melanjutkan dan menggantikan beliau. Kalau tidak salah sidah pendeta sekarang. Mjngkin sudah pendeta ressort p**a.

Setelah mendapat berita atas kepergian beliau, berduka yang mendalam. Kiranya seluruh krluarga di beri kekuatan dan penghiburan.

Atas nama seluruh Pelayan HKBP D.18 Jabartengdiy
Praeses: Pdt Nekson M Simanjuntak

Selamat Hari Minggu dan selamat beribadah bagi kita semua. Kotbah minggu ini mengajak kita mencerminkan hidup orang perc...
03/10/2026

Selamat Hari Minggu dan selamat beribadah bagi kita semua. Kotbah minggu ini mengajak kita mencerminkan hidup orang percaya yang memuliakan Tuhan

Catatan Kotbah Minggu XVIII S.TrinitatisMinggu, 4 Oktober 2026Ev. Titus 2: 1-10CERMINAN HIDUP ORANG PERCAYA YANG MEMULIA...
03/10/2026

Catatan Kotbah Minggu XVIII S.Trinitatis
Minggu, 4 Oktober 2026
Ev. Titus 2: 1-10

CERMINAN HIDUP ORANG PERCAYA YANG MEMULIAKAN TUHAN

Selamat Hari Minggu!
Sahabat yang baik hati Kotbah Minggu ini merupakan nasihat yang luar biasa tentang role model kehidupan orang percaya. Saya menyebutkannya sebagai cerminan hidup orang percaya. Paulus secara deteil menyampaikan perilaku yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang percaya.

Judul kotbah ini sengaja saya buatkan "Cerminan Hidup Orang Percaya Yang Memuliakan Tuhan." Jika kita baca Paulus mengendaki agar kwalitas pribadi orang percaya mencerminkan nilai-nilai Kristiani. Pada akhirnya ceeminan hidup seperti itu akan memuliakan Tuhan.

Dari sekian banyak yang dinasihatkan tentang cerminan hidup orang percaya, saya sarikan kotbah Minggu ini kepada tiga hal:

1. Perilaku Jemaat yang Terhormat dan Bijaksana: Kebenaran yang Mewujud dalam Kedewasaan Karakter

“Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat: Laki-laki yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan. Demikian juga perempuan-perempuan yang tua... mendidik perempuan-perempuan muda...” (Titus 2:1-5)

Rasul Paulus meletakkan fondasi yang sangat tajam bagi kehidupan gereja: kebenaran doktrin tidak pernah boleh berhenti menjadi sekadar pengetahuan teologis di kepala atau kebanggaan kata-kata di bibir. "Ajaran yang sehat" (hygiainouse didaskalia) yang sejati selalu melahirkan kedewasaan karakter dan kebiasaan hidup yang menyembuhkan. Paulus menegaskan bahwa iman yang hidup tidak diukur dari seberapa keras kita memuji Tuhan di dalam gedung gereja, melainkan dari seberapa terhormat dan bijak perilaku kita ketika melangkah keluar ke tengah keluarga dan masyarakat.

Panggilan ini menembus setiap generasi tanpa terkecuali. Kepada para pria dan wanita yang senior, Paulus mengingatkan bahwa mahkota uban dan tambahnya usia bukanlah alasan untuk menuntut dihormati, melainkan panggilan untuk hidup bersahaja, memelihara penguasaan diri, dan menjadi pilar ketenangan batin. Usia tua yang rohani ditandai oleh iman yang matang, kasih yang tidak mudah tersinggung, serta ketekunan yang meneduhkan generasi di bawahnya. Mereka dipanggil untuk tidak menjadi batu sandungan lewat fitnah, kemarahan, atau kepahitan hidup, melainkan menjadi mentor yang mengayomi dan menuntun kaum muda dengan kasih yang tulus.
Sementara itu, bagi generasi yang lebih muda, kebenaran ini menyapa tepat di jantung kehidupan rumah tangga dan pergaulan sehari-hari. Kebijaksanaan Kristen dipraktekkan dalam kesetiaan merawat keluarga, menjaga kesucian batin, dan menghadirkan kedamaian di dalam rumah. Ketika seorang suami, istri, ayah, ibu, maupun orang muda hidup dalam penguasaan diri dan kebaikan yang konsisten, keberadaan mereka menjadi benteng yang kokoh. Hidup mereka yang terhormat membungkam mulut dunia yang kerap mencari cela, sehingga firman Allah tidak dianiaya atau dihujat akibat ketimpangan antara apa yang kita percayai dan apa yang kita hidupi.

Poin ini menyapa batin kita dengan pertanyaan yang sangat personal: Apakah ajaran sehat yang kita dengar setiap minggu sudah membentuk pemikiran, tutur kata, dan temperamen kita di rumah? Keindahan Injil baru terpancar secara utuh ketika doktrin yang benar berpadu manis dengan karakter yang manis—sebuah kehidupan yang anggun, bijaksana, dan membawa hormat bagi nama Tuhan.

2. Menjadi Teladan dalam Perkataan dan Perbuatan: Integritas Hidup yang Membungkam Celaan

“Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dalam pemberitaanmu sehingga tidak dapat dicela, dengan demikian lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka katakan tentang kita.” (Titus 2:6-8)

Setelah menyapa generasi yang lebih tua dan tatanan rumah tangga, Paulus mengarahkan pandangannya secara khusus kepada kaum muda dan para pemimpin pelayanan, dengan menjadikan Titus sendiri sebagai tolok ukur utama. Pesan yang disampaikan di sini sangat lugas: tantangan terbesar kaum muda—dan sering kali menjadi titik lemah pelayanan—adalah gelora impulsif, kesombongan, dan godaan untuk merasa tahu segalanya tanpa diimbangi oleh penguasaan diri (sophronein). Paulus menyadarkan bahwa dunia tidak membutuhkan khotbah yang muluk-muluk dari orang muda jika hidupnya sendiri masih kacau, melainkan merindukan jejak hidup yang nyata untuk diteladani.

Disini ada semacam imperatif atau perintah "jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan" mengindikasikan pembuatan sebuah pola atau cetakan (typos). Hidup kita dipanggil untuk menjadi cetakan kebaikan yang presisi. Paulus menghubungkan dua dimensi yang tak boleh dipisahkan: integritas perkataan dan kemurnian perbuatan. Perkataan yang sehat bukan sekadar tutur kata yang sopan, melainkan pemberitaan dan kesaksian yang jujur, tidak bercabang lidah, tidak manip**atif, dan memiliki bobot kebenaran. Pengajaran atau nasihat yang paling berkuasa bukanlah yang diucapkan dengan nada paling keras, melainkan yang dihidupi dengan paling tulus dan bersungguh-sungguh dalam keseharian.

Di era di mana kredibilitas orang percaya sering dipertanyakan akibat hipokrisi (munafik) dan ketimpangan moral. Poin ini menghantam kesadaran kita dengan sangat tajam. Ketika integritas perkataan dan perbuatan kita menyatu secara utuh, terjadi sesuatu yang luar biasa di alam spiritual dan sosial: "lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka katakan tentang kita." Cara terbaik untuk membungkam kritik, prasangka buruk, dan kebencian dunia terhadap gereja bukanlah melalui perdebatan yang sengit, melainkan melalui kehidupan yang begitu bersih, jujur, dan penuh kasih sehingga celaan apa pun akan gugur dengan sendirinya di hadapan kenyataan.

Peta rohani ini memanggil kita—terutama kaum muda dan setiap orang yang melayani—untuk melakukan introspeksi mendalam: Apakah kata-kata kita di mimbar, di media sosial, dan dalam percakapan sehari-hari sudah sejalan dengan tindakan nyata kita? Mari kita jadikan hidup kita sebagai kesaksian Injil yang tak terbantahkan, di mana Kristus terlihat nyata melalui kejujuran tutur kata dan kebaikan perbuatan kita.

3. Taat dan Tak Bercela dalam Segala Hal: Memperindah Ajaran Injil lewat Kesetiaan Kerja

“Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah, jangan curang, melainkan selalu menunjukkan kesetiaan yang tulus dan baik, dengan demikian dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita.” (Titus 2:9-10)

Di bagian penutup perikop ini, Paulus membawa nilai-nilai kerajaan Allah masuk ke dalam ruang yang paling realistis dan penuh tekanan dalam hidup manusia: dunia kerja dan hubungan sosial sehari-hari. Paulus menyapa para hamba pada zaman itu—sebuah kelompok yang berada pada posisi rentan, sering diabaikan, dan mudah tergoda untuk bersikap apatis, membantah, atau mengambil keuntungan secara sembunyi-sembunyi. Bagi jemaat hari ini, pesan ini menyapa kita sebagai pekerja, karyawan, profesional, maupun pengusaha dalam menjalankan profesi dan tanggung jawab kita di dunia sekuler.

Paulus menuntut kualitas etika kerja yang radikal: ketaatan yang tulus, tidak s**a membantah, tidak curang, dan menunjukkan kesetiaan yang utuh. Sikap curang atau kompromi moral kecil—seperti mencuri waktu, tidak jujur dalam urusan finansial, menyebarkan desas-desus, atau bekerja sekadar untuk dilihat orang—mungkin dianggap lumrah oleh standar dunia. Namun di mata Allah, hal itu merusak kesaksian iman kita. Sebaliknya, ketika seorang percaya bekerja dengan ketulusan hati, menjaga kejujuran di tengah godaan korupsi, dan tetap setia melakukan tanggung jawabnya walau tidak diawasi, ia sedang menghidupi ibadah yang sejati di tempat kerja.

Tujuan utama dari etika kerja yang tak bercela ini ditegaskan Paulus dalam frasa yang sangat indah: "dengan demikian dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita." Kata "memuliakan" dalam bahasa aslinya (kosmōsin) berarti menghiasi atau memperindah. Ketika kita menunjukkan integritas, kesetiaan, dan kerendahan hati dalam pekerjaan sehari-hari, kita sedang memasang "perhiasan" yang mempercantik berita Injil di mata orang-orang yang belum mengenal Tuhan. Pekerjaan kita menjadi mimbar tempat keagungan Kristus terpancar secara nyata.

Bagian penutup ini memanggil kita untuk melihat profesi dan rutinitas kerja kita sebagai ladang pelayanan. Jangan biarkan kesaksian iman kita gugur di meja kantor, di ruang usaha, atau dalam transaksi harian. Mari kita menjadi pribadi yang taat, dapat dipercaya, dan tak bercela sampai akhir—sehingga melalui setiap karya, keringat, dan kejujuran hidup kita, nama Allah Juruselamat kita sungguh-sungguh dipermuliakan.

Sahabat yang baik hati! Setiap firman yang diajarkan hanya akan berkuasa ketika dihidupi. Jangan biarkan kebenaran berhenti sebagai pengetahuan di kepala atau pujian di bibir, melainkan izinkan Injil membentuk karakter yang terhormat di rumah, menjaga integritas perkataan dan perbuatan di tengah pergaulan, serta memperindah kesaksian Kristus lewat kejujuran karya di tempat kerja. Hiduplah bijaksana, jadilah teladan, dan tetaplah setia tak bercela sampai akhir—sehingga melalui seluruh helaan nafas kehidupan kita, nama Allah Juruselamat kita sungguh-sungguh dipermuliakan. Amin.

Salam : Pdt Nekson M Simanjuntak
Praeses HKBP D.18 Jabartengdiy

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUPKekuatan, Inspirasi dan MotivasiSabtu, 3 Oktober 2026PERINTAH MENGHORMATI ORANGTUASahabat yang ...
02/10/2026

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP
Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
Sabtu, 3 Oktober 2026

PERINTAH MENGHORMATI ORANGTUA

Sahabat yang baik hati ! Marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan

Keluaran 20 : 12 “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.”
Exoudus 20:12 Honour thy father and thy mother: that thy days may be long upon the land which the LORD thy God giveth thee.

Sahabat yang baik Tuhan sangat memperhatikan sikap hormat kepada orang tua ini, hingga hal ini termasuk ke dalam 10 Perintah Allah yang diberikan melalui Musa. Kita harus menghormati orang tua kita, karena merekalah yang telah membesarkan, merawat serta menanamkan nilai kehidupan dalam diri kita. Tuhan berkata, jika kita mau memiliki kehidupan yang bahagia dan umur panjang, maka kita patut menghormati orang tua kita (Efesus 6:3).

Mungkin saat ini ada di antara kita yang tanpa sadar telah kehilangan rasa hormat pada orang tua karena hubungan yang kurang baik atau hal lainnya. Firman Tuhan dengan jelas berbicara pada kita semua hari ini. Selagi kesempatan itu masih ada, segeralah datang kepada orang tua Anda, berilah penghormatan kepada mereka dan berterima kasihlah untuk semua pengorbanan mereka selama ini. Bagi Anda yang telah kehilangan kedua orang tua kandung, Anda bisa mengungkapkan penghormatan dan penghargaan kepada orang-orang yang telah turut berjasa menolong dan merawat anda selama ini.

Sahabat yang baik hati, siapakah orangtua sehingga ada perintah untuk dihormati? Ada ungkapan orangtua adalah Allah yang kita lihat. Kita perlu memahami siapakah orang tua menurut Alkitab bukanlah Allah atau sederajat dengan Allah. Orang tua adalah salah satu otoritas yang diberikan Allah kepada manusia. Dalam Titah/aturan yang diberikan Allah kepada Israel melalui Musa dalam Keluaran 20 secara keselurahan Allah berfirman kepada umat Israel untuk menghormati orang tua. Menariknya, kalau kita memperhatikan sepuluh perintah Allah, perintah kelima yaitu ayat 12 merupakan perintah pertama dari relasi antar sesama manusia dan perintah pertama dari relasi antar sesama manusia ini hanya dijelaskan di 1 ayat, sedangkan menyembah Allah dijelaskan mulai dari perintah 1-4 (ay. 3-11). Ini merupakan indikasi bahwa di dalam memberi perintah-Nya, Ia menempatkan diri-Nya sebagai yang terutama, baru setelah itu manusia dalam hal ini orang tua. Manusia yang disebut pertama kali oleh Allah adalah orang tua. Ini berarti Allah memberi otoritas kepada orang tua untuk dihormati. Apa artinya? artinya bahwa orang tua adalah alat Allah. Sebagai alat Allah, orang tua harus memimpin anak-anak mereka bukan untuk menyembah dan mengasihi orang tua, tetapi menyembah dan mengasihi Allah (Ul. 6:4-5). Di dalam pemahaman Rasul Paulus, juga mengajar konsep yang sama yaitu anak-anak harus menaati orang tua “di dalam Tuhan” (Ef. 6:1).

Sahabat yang baik hati. Karena orang tua bukan Allah, maka konsekuensi logisnya adalah orang tua merupakan manusia berdosa yang bisa salah baik dalam berkata maupun bertindak. Kesalahan ini bisa terjadi karena mereka mungkin kurang taat pada firman Allah. Oleh karena itu, berhentilah menjadi orang tua yang selalu melabeli anaknya “s**a membantah” ketika anak berbeda pendapat dengan orang tua. Membantah tidak sama dengan berbeda pendapat. Anak dapat disebut membantah orang tua ketika orang tua memberi nasihat yang bijaksana, Alkitabiah, benar, dan logis, kemudian anaknya tidak peduli dengan nasihat tersebut bahkan sengaja melakukan apa yang bertentangan dengan nasihat tersebut tanpa alasan yang logis. Namun ketika orang tua memberi nasihat kepada anaknya tentang sesuatu entah dengan alasan maupun tanpa alasan dan anaknya tidak menyetujui nasihat itu dengan alasan yang logis (lebih logis dari alasan orang tua), maka ketidaksetujuan si anak tidak dapat dikategorikan sebagai “membantah,” tetapi tidak setuju. Meskipun bisa bersalah dalam berkata maupun bertindak, Alkitab menjelaskan bahwa orang tua diberi mandat oleh Allah sebagai hamba sekaligus wakil-Nya. Apa artinya? Di Mazmur 127:3, Firman Tuhan mengajar kita bahwa anak adalah pemberian Allah dan otomatis milik-Nya. Karena anak adalah milik Allah, maka konsekuensi logisnya adalah orang tua adalah hamba Allah dan anak adalah titipan Allah kepada orang tua. Meskipun anak hanyalah tiitpan atau bukan milik kekal dari orang tua, Allah mempercayakan otoritas kepada orang tua sebagai alat atau wakil-Nya yang mempertanggungjawabkan milik-Nya.
Dengan demikian patutlah anak menghormati orang tua, sebab orang tua adalah wakil Allah di dunia ini.

Tentu ada banyak cara bagaimana memahami orang tua menjadi wakil Allah?
1. Pertama, orang tua berperan sebagai perantara yang “membawa anak-anak kepada Allah” yaitu memimpin anak-anak untuk menyembah dan mengasihi Allah (Ul. 6:4-7)
2. Orang tua juga memimpin anak-anak untuk menggenapkan rencana Allah di dalam kehidupan anak-anak.
3. Setiap orang tua diutus untuk melakukan kehendak Allah dalam kehidupan anak-anak mereka. Artinya, dalam bentuk nyata, mengasuh bukan apa yang kita inginkan bagi dan dari anak-anak kita, tetapi apa yang Allah rencanakan dalam anugerah melalui kita kepada anak-anak kita”
4. Dengan kata lain, orang tua diberi mandat oleh Allah untuk mendidik anak-anak mereka untuk percaya kepada Allah, mengasihi-Nya, dan menggenapkan panggilan dan kehendak-Nya (bukan kehendak orang tua) di dalam kehidupan anak-anak.
Temru masih banyak yang dapat kita contohkan peran tangung jawab orang tua sehingga kita secara sadar menghormati mereka. Itulah yang dikehendaki renungan pagi ini.

Sahabat yang baik hati, dengan pemahaman yang benar sebagai orang tua, patutlah anak menghormati, menghargai dan mengikuti setiap ajar dan peran yang diberikan oleh orang tua. Tidak ada satupun orang tua yang menginginkan anaknya binasa di masa depan, demikian Allah sangat mengasihi kita, dia menginginkan kita hidup sejahtera, kuat dan taat.

Selamat mengikuti ajaran Allah melalui orang tua yang mengenal Allah. Tuhan memberkati saudara. Amin (RS/NMS)

Saya ingin memberikan apresiasi besar kepada pengirim Stars teratas saya. Terima kasih atas semua dukungannya!Malona Gal...
02/10/2026

Saya ingin memberikan apresiasi besar kepada pengirim Stars teratas saya. Terima kasih atas semua dukungannya!

Malona Galingging

Tetap semangat inang. Mari terus berkontribusi di dunia maya ini dengan isnpirasi yang positip dan membangun. Salam buat berat

Address

Jalan Cikajang 1 No 4, Antapani Bandung
Depok
40291

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pdt Nekson M Simanjuntak posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Establishment

Send a message to Pdt Nekson M Simanjuntak:

Shortcuts

Share

Category