03/01/2020
Sang pelangi
Part 8
Besoknya aku kembali sekolah seperti biasa,kak Riko juga kuliah,apalagi bunda ya udah pasti kekantor ya.kadang aku tak tega melihat bundaku yang dulunya fokus mengurus rumah kini harus pontang penting karena ditambah harus mengurus perusahaan peninggalan kakek yang awalnya dikelola oleh ayah.ku putar stir motorku keluar kompleks perumahan elit ini hingga kejalan raya,belum sampai 10 meter keluar kompleks aku melihat Mila berjalan di depanku tanpa aba2 aku langsung menghentikan motorku disampingnya "pagi Mila!"sapaku "pagi juga rian,emm ada apa??"tanyanya "nggak papa sih,eh kok Lu jalan sih??kenapa nggak naik taksi aja??" "Nggak deh itung2 buat ngirit uang jajan biar bisa ditabung"oh suaranya pagi ini membuatku benar2 kagum padanya,meski suaranya agak sayup karena cadar yang menutup sebagian wajahnya dan ditambah lagi bising kendaraan lain yang melaju dijalan itu "emm gimana kalo Lu ikut Gue aja?"tawarku padanya,Mila celingukan mengamati setiap jengkal motor sport ku hingga dia kembali bersuara "kayanya nggak bisa deh"jawabnya "lho kenapa??kan Gue sendirian juga"ujarku agak kecewa "masalahnya cewek sama cowok yang bukan muhrim itu nggak boleh terlalu Deket apalagi sampe dempet2an diatas motor,kamu liat sendiri kan jok belakang motormu itu terlalu tinggi jadi mau nggak mau orang yang kamu bonceng harus pegangan sama kamu kalo nggak mau jatoh,iya kan??"jelasnya 'oh iya juga ya kok Gue nggak mikir kalo cewek yang pake kerudung segede gini tuh paling nggak mau dempet2an sama cowok'gumamku "eh kok malah bengong sih??yaudahlah aku duluan ya"Mila akhirnya melanjutkan perjalanannya ke sekolah.aku kembali menstart motorku dan menyusulnya,saat berpapasan dengannya aku melambai sambil bilang "Gue aja yang duluan ya!!?Gue tunggu Lu digerbang!!"teriakku sambil menatap Mila "terserah"lengkingan Mila tetap terdengar sayu karena suara bising
Bersambung...